
Setahun telah berlalu di Benua Awan,Sejak terjadinya periatiwa yang mengguncangkan Daratan Rendah itu
Kini memasuki Tahun kedua,Semuanya terlihat baik-baik saja
Bahkan bisa di katakan,Keadaan di Benua Awan sudah sangat maju
Ntah itu dari faktor ekonomi atau dari segi kekuatanya
Di masa pertengahan tahun kedua itu,Perdana Mentri Agung merasakan ada gelagat yang mencurigakan dari perbatasan Benua Awan dan Benua Bulan
Jendral yang menjadi pimpinan di berbatanaa benua melaporkan,Jika mereka menemukan sebuah portal teleportasi yang tiba-tiba saja muncul
Setelah di selidiki lebih dalam,Ternyata itu adalah teleportasi yang membawa orang-orang ntah dari mana
Sehingga semakin hari,Orang-orang yang muncul dari portal teleportasi itu semakin banyak di kota yang berdekatan dengan perbatasan benua itu
Perdana Mentri Agung,Mengirimkan beberapa pendekar hebat untuk menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi disana
Beberapa bulan kemudian,Datang si pendekar yang di tugaskan untuk mencari tahu itu
Ia melaporkan,Jika orang-orang yang bermunculan di Portal Teleportasi itu adalah bangsa iblis dan bangsa siluman yang sudah sepenuhnya berubah menjadi manusia karna keberhasilan dalam Kultivasi mereka yang sudah tinggi
Tentu saja kabar ini membuat Gempar para Kultivator di Benua Awan
Meskipun mereka sudah mengetahui tentang Bangsa Iblis dan siluman dari Feng An,Tetap saja mereka kaget ketika mendapati Berita yang di sebarkan oleh Perdana Mentri Agung kepada mereka
Sehingga keadaan di Benua Awan kala itu menjadi tak tenang
Namun untung saja berita itu hanya di beritahukan kepada para Kultivator saja,Sehingga orang biasa tak mengetahuinya dan mereka tenang-tenang saja
Setelah maraknya di dunia Kultivator tentang munculnya Bangsa Iblis dan Bangsa Siluman di Benua Awan itu
Mereka langsung mengadakan pertemuan besar-besaran untuk membahas tentang ini semua yang di pimpin oleh Matriak Sekte Teratai Hijau
Dalam pertemuan itu di sepakati,Mulai hari itu mereka akan beraliansi untuk melawan Bangsa Siluman dan Bangsa Iblis jika suatu saat nanti membuat kekacauan di Benua Awan ini
Bulan kembali berganti
Di perbatasan antar benua semakin hari semakin tak kondusif
Keributan dan kekacauan malah sering terjadi di sana
Entah apa masalahnya,Yang pasti di setiap hari selalu akan ada keributan yang terjadi,Sehingga Jendral yang menjaga perbatasan di buat pusing dengan hal itu
Setelah melaporkan tentang apa yang sering terjadi di perbatasan,Perdana Mentri Agung mengirimkan beberapa pendekar tingkat tinggi dan beberapa Jendral lainya untuk mengamankan perbatasan
__ADS_1
Memasuki Tahun Ketiga setelah Kekaisaran Tanah Surga baru berdiri
Huru-hara semakin sering terjadi di benua Awan
Kali ini bukan hanya pertengkaran biasa,Namun kali ini mereka saling membunuh ketika mendapati masalah
Dan lebih membuat keadaan tak stabil itu karna yang saling bunuh itu bukan dari golongan Kultivator
Tetapi dari golongan orang biasa,Ntah itu petani atau pedagang
Saking jengkelnya Perdana Mentri Agung membuat undang-undang baru
Barang siapa yang saling bunuh membunuh dengan alasan yang tak jelas,Maka mereka dan seluruh keluarganya akan di kenakan hukuman mati
Setelah turunya undang-undang itu,Keadaan sedikit membaik
Namun di bulan berikutnya
Hal sedemikian terjadi kembali,Namun kali ini yang menjadi korban adalah para Kultivator dari Aliran Putih dan Netral
Sehingga dugaan-dugaan dari orang-orang menjadi rumor yang hangat di bicarakan
Jika semua ini pasti ulah Kultivator Aliran Hitam
Karna bagaimana pun Aliran Hitam di Benua Awan tidak lah banyak
Bahkan yang ada pun tak besar,Sehingga tak mungkin jika mereka melakukanya
Tiba lah dimana semua dugaan pembunuhan ini kepada Bangsa Iblis dan Bangsa Siluman yang keberadaanya sudah berbaur dengan orang biasa di Benua Awan ini
Kali ini Perdana Mentri Agung tak menampiknya,Malah sebaliknya,Ia memerintahkan Para Kuktivator istana untuk menangkap pelakunya untuk di introgasi
#O
Di pagi hari yang cerah
Terlihat sebuah rombongan pasukan berzirah merah darah berjalan dengan cara beriringan
Mereka berjumlah sekitar 50 orang,Sehingga mereka membentuk sebuah pasukan kecil
Keseluruhanya menunggangi kuda perang yang gagah
Di depan mereka semua terlihat sesok Anak Remaja yang sangat tampan,Usianya kira-kira 15 tahun
Anak remaja itu tak menggunakan Zirah seperti yang lainya
__ADS_1
Ia hanya menggunakan Jubah berwarna Merah dengan campuran Hitam bercorak Naga berwarna perak
Rambutnya Hitam panjang di biarkan terurai,Matanya selalu menatap tajam ke depan,Bibirnya terlihat selalu tersenyum
"Jendral Bai,Kita langsung ke Istana Tanah Surga saja"Kata Anak Remaja itu
"Siapa Yang Mulia Pangeran"Jawab seorang laki-laki paruh baya yang terlihat masih gagah yang di panggil Jendral Bai
Yang menunjukan jika mereka berasal dari Satu Kekaisaran,Dan yang pasti semua orang sudah mengetahui dari Kekaisaran mana mereka berasal
Zirah berwarna merah darah,Yang membuat siapapun yang melihatnya pasti gentar itu tak lain adalah perajurit dari kekaisaran Bulan Darah dari Benua Bulan
Sedangkan Anak Remaja berjubah hitam itu tak lain dan tak bukan adalah Pangeran Sun Long
Yang kini sudah di resmikan Menjadi Putra Mahkota di Kekaisaran Bulan Darah,Karna sang paman yang kini menjadi kaisar di ponis oleh dokter tak akan memiliki keturunan
Sehingga Sun Long yang menjadi keponakanya,Putra dari adiknya yaitu Putri Kin Rong dan Kaisar Feng An di nobatkan Sebagai Putra Mahkota yang akan meneruskan tahta Kaisar
Kini Pangeran Sun Long sedang dalam perjalanan menuju ke Kekaisaran Tanah Surga,Lebih tepatnya ke Istana Tanah Surga
Karna dalam waktu hampir 3 tahun ia belum melihat kembali tanah kelahiranya itu juga ia sedang memendam rindu kepada Adik tercintanya yaitu Feng Yin
Setelah hari menjelang sore,Baru lah pasukan Sun Long tiba di Ibu Kota kekaisaran
Perdana Mentri Agung yang mendengar tentang kedatangan Sun Long
Langsung memerintahkan pasukanya untu segera menjemputnya di Ibu Kota kekaisaran dan secepatnya membawanya menemui dirinya
Setelah beberapa lama,Akhirnya Sun Long dan rombonganya tiba di Gerbang Istana
Mereka di sambut dengan meriah oleh pihak Istana Tanah Surga
Bahkan Perdana Mentri Agung sendiri yang menyambutnya di depan Gerbang Istana
"Selamat Datang Yang Mulia Pangeran"Kata Perdana Mentri Agung sambil menundukan badanya di hadapan Sun Long
"Bibi,Jangan bersikap seperti itu kepadaku"Kata Sun Long kepada Perdana Mentri Agung yang berwajah Cantik itu
"Terimakasi Pangeran"Kata Perdana Mentri Agung atau Huang Mei
"Kita masuk saja Bibi"Kata Sun Long
"Mari Pangeran"Kata Huang Mei sambil mempersilahkan Sun Long berjalan terlebih dahulu
Lalu mereka semua berjalan menuju Aula Istana Agung yang ada di tengah-tengah istana dan dimana tempat Kursi Tahta Kaisar berada
__ADS_1