
Mereka bertiga sudah sampai di kediaman tuan David Delmar, bahkan tuan David sesekali mengusap air matanya yang selalu saja keluar karena masih ingat pada Alice putrinya yang sudah tiada.
Flash back onn..
"Alice Daddy mau kau menikah dengan Sam putra tunggal tuan Vincen" pinta tuan David pada Alice yang sangat menolak pernikahan itu.
"Aku gak suka sama Sam Dad" bantah Alice.
"Pokoknya kamu harus Nikah Alice Daddy yakin kalau kamu menikah dengan Sam hidup kamu akan lebih baik" ucap tuan David tegas.
"No Daddy" ucap Alice.
"Come on Alice, I only want the best for you" ucap tuan David.
"No daddy, you re mean" ucap Alice yang membuat tuan David semakin marah.
"Daddy sangat berharap padamu Alice, namun Daddy salah kau memang bukan orang yang pantas untuk di harapkan" ucap tuan David kecewa pada putrinya.
"Terserah Daddy aku tak mau, bahkan aku melihat kalau Sam kemarin dengan seorang wanita" ucap Alice.
"Kau pasti salah lihat Alice bahkan kau belum pernah bertemu dengan Sam, kalau memang kau tak mau terserahlah aku gak peduli" ucap tuan David yang sudah terlanjur marah.
"Aku akan pergi dari sini jangan cari aku" ucap Alice marah sambil berjalan keluar dari rumahnya.
Tuan David hanya berdiri mematung melihat kepergian putrinya itu, dia sangat marah untuk kali ini putrinya yang sedari kecil dia manja manja sekarang malah menjadi melunjak padanya.
Apa lagi tuan David harus di hadapkan dengan istrinya yang sering mengamuk karena merasa kehilangan putranya yang sudah meninggal.
Flash back off..
Mobil sudah sampai di halaman luas kediaman tuan David, sedangkan tuan David masih menangis dan melamun.
"Tuan sudah sampai" ucap Jack menyadarkan tuan David dari lamunannya.
Tuan David segera mengusap air matanya yang sedari tadi menetes, tuan David melihat sosok Ailda yang sedang duduk di sampingnya.
"Ailda aku mohon padamu, jadilah Alice dan aku akan menganggapmu sebagai putriku sendiri aku tak mau penyakit Eliv kambuh lagi kalau harus memberitau kan kabar duka ini sekarang" ucap tuan David memohon pada Ailda.
"Tuan tenang saja aku akan menjadi nona Alice untuk membuat Nyonya Eliv sembuh" ucap Ailda menenangkan tuan David.
"Untuk perjodohannya terserah kau saja aku tak akan memaksa Ailda" ucap tuan David.
Ailda tak menjawab dia hanya menunduk dan sikap Ailda itu bisa tuan David maklumi karena dia juga tak bisa memaksa Ailda untuk menikah dengan lelaki yang dia tak cinta.
__ADS_1
Tuan David pun sadar akan batasannya, Ailda yang sudah setuju membantunya untuk menjadi Alice pun sudah membuat tuan David bersyukur, jadi tuan David tak mau melibatkan lagi Ailda dengan urusan bisnis dan perjodohan itu jika Ailda menolaknya.
-
Ailda mundar mandir di dalam kamar nona Alice yang baru saja meninggal, Ailda tak paham kenapa Nona Alice bisa menjadi korban pembunuhan yang kejam seperti itu.
Ailda merasa sangat bersalah jika harus menolak perjodohan ini, Bahkan nyonya Eliv merasa sangat bahagia saat mendengar tentang perjodohan ini.
"Aku harus apa? Aku harus bagaimana?" gumam Ailda binggung.
Ailda sudah memikirkan hal itu matang matang, dia akan menerima perjodohan itu dia tak mau kalau Tuan David merasa kecewa padanya, sedangkan jika perjodohannya batal maka akan membuat tuan David merasa malu.
"Baiklah aku akan mencoba membicarakan ini pada tuan David" ucap Ailda.
Ailda berjalan keruangan tuan David, Ailda masih berpikir kalau tuan David pasti masih sangat merasa kehilangan Nona Alice apa lagi Nona Alice adalah putri satu satunya.
Namun saat Ailda hendak masuk kedalam ruangan itu, tangan besar dan kekar menariknya sehingga membuat tubuh ramping Ailda terpentok ke tembok.
"Awwuu" ringis Ailda.
"Mau apa ke ruangan tuan David" tanya Jack yang sudah mengunci tubuh Ailda dengan kakinya supaya tak kabur.
"Tuan kau kenapa? Lepaskan aku" berontak Ailda.
"Mau membicarakan tentang perjodohan itu" ucap Ailda.
Jack beringsut mundur dia memberikan ruang pada Ailda untuk Ailda masuk kedalam, namun Jack semakin senang menjahili Ailda dia mencoba menarik tangan Ailda yang hendak masuk kedalam.
Brughh..
Tubuh Ailda terjatuh dan menghantam tubuh Jack yang berdiri di belakangnya, sehingga membuat keduanya berpelukan dan tubuh Jack terbentur ke tembok.
Kepala Ailda tepat berada di dada bidang Jack, sehingga Ailda dapat mendengar detak jantung Jack yang tak beraturan.
Sedangkan Jack dia merasa nyaman karena bisa dekat dengan Ailda.
"Ehemmkk" tuan David berdehem melihat kedua insan itu sedang bermesraan.
Ailda langsung tersadar dari lamunanya dia langsung melepaskan dirinya dari pelukan Jack yang bisa menghipnotisnya.
"Jack apa aku harus menjodohkan kalian" ucap tuan David sambil tersenyum.
"Maaf tuan saya gak tertarik dengan wanita ini" ucap Jack ketus.
__ADS_1
"Apalagi aku" ucap Ailda.
Ailda langsung mendekat kearah tuan David.
"Tuan ada hal yang mau aku bicarakan" ucap Ailda.
"Baiklah masuk kedalam ruanganku" titah tuan David.
"Tapi tuan jangan ajak Tuan Jack" ucap Ailda.
"Siapa yang mau ikut Nona Ailda Rajacenna" ucap Jack meledek.
"Wlee" Ailda mengeluarkan lidahnya meledek Jack yang masih berdiri bersandar di dinding tempat tadi mereka jatuh.
Ailda dan tuan David masuk kedalam tak lupa pintu pun di kunci supaya tak ada yang mendengarkan percakapan mereka.
"Ada apa Ailda silahkan duduk" ucap tuan David mempersilahkan Ailda duduk di Sofa.
"Begini tuan, aku mau menerima perjodohan itu aku sudah pikirkan dengan matang aku juga suka pada Sam namun karena kemarin kemarin ada Nona Alice aku gak bisa tapi sekarang aku mau tuan" ucap Ailda.
"Benarkah kau tak akan menyesal" tanya tuan David.
"Benar tuan".
"Kau melakukan ini karena aku" tanya tuan David.
"Tidak tuan, aku memang suka pada Sam" ucap Ailda berbohong.
"Jujur saja Ailda".
" iya tuan, aku merasa gak enak hati dengan anda malu rasanya jika harus menolak permintaan anda, Anda dan Nyonya Eliv sudah memberikan saya dan Nenek saya segalanya bahkan tuan juga membelikan obat nenek yang sangat mahal supaya nenek saya bisa sembuh lagi" jujur Ailda.
"Sudahku duga Ailda kau memang melakukan itu karena kebaikan aku" ucap tuan David tenang.
"Bukan itu saja tuan tapi benar aku melakukan ini karena aku juga suka sama Sam" ucap Ailda.
"Benarkah, aku janji Ailda aku akan membuatmu bahagia karena mau menikah dengan Sam, kau bukan cuma menjadi Alice tapi kau juga sudah membebaskanku dari malu karena akan membatalkan perjodohan" ucap tuan David sungguh sungguh.
"Tuan bahkan kebaikanmu pun tak akan cukup dengan hanya aku menikahi Sam saja" ucap Ailda.
bersambung...
***jangan lupa like comen dan Votenya ya..
__ADS_1
salam manis Nurleni Bandung***