
Setelah lama Jack menunggu karena macet akhirnya Jack bisa sampai juga di kediaman tuan David Delmar.
Jack memarkirkan mobilnya di garasi rumah tuan David.
Jack menatap Ailda yang sedang tertidur pulas di kursi belakangnya, Jack membayangkan kembali adegan saat Ailda mencumbuinya tadi.
"Dasar gadis so polos" gumam Jack.
Jack mengangkat tubuh Ailda yang masih tertidur, Jack ingin memindahkan Ailda ke kamarnya supaya dia merasa nyaman.
Saat Jack hendak masuk rumah ternyata Eliv ibundanya Alice sudah berdiri tak jauh dari pintu utama rumah itu.
"Alice kenapa Jack" tanya Eliv khawatir.
"Tidak Nyonya dia hanya kecapean saja jadi tertidur di mobil" jawab Jack.
"Baiklah tolong bawa ke kamarnya Jack" titah Eliv pada Jack.
Jack segera membawa Ailda ke kamar Nona Alice untuk segera menidurkanya supaya pikiran Jack tidak berubah jadi kotor.
Jack mebaringkan badan Ailda di ranjangnya yang ukuran big size, Jack membuka sepatu hak tinggi yang berada di kaki Ailda.
Namun Jack terkejut saat melihat kalau kaki Ailda lecet karena sepatu itu yang terlalu ngepas di kaki Ailda sehingga membuat kakinya lecet dan memerah.
"Apa dia tetap memaksa memakai sepatu yang ngepas sehingga membuat kakinya lecet begini" guman Jack.
Jack tak berani untuk mengobati lukanya, Jack menutup tubuh Ailda dengan selimut tebal yang sering Alice pakai dahulu.
"Nona Alice kau dimana, bisakah kau pulang sekarang" gumam Jack sambil meneteskan air matanya.
Jack sudah menganggap Alice sebagai adiknya sendiri karena kedekatan mereka yang seperti adik kakak membuat Tuan David percaya kalau Jack akan tepat jika di jadikan anaknya sendiri.
Sejak saat itu Jack di anggap keluarga oleh tuan David, Jack di beri pasilitas yang sama dengan mereka, namun tetap saja jika di kantor Jack adalah asistenya tuan David.
Jack melangkah pergi dari kamar Ailda tujuan Jack saat ini adalah mengecek tuan David yang sempat meminta anak buahnya yang lain untuk mencari informasi tentang Alice.
Tookkk tokkk..
Jack mengetuk pintu kamar tuan David, tak menunggu lama pintu itu langsung di buka dari dalam dan tentu saja oleh anak buah tuan David.
"Tuan maaf saya pulang malam" sahut Jack sambil melangkah kearah tuan David sedang duduk.
"Tidak Jack kau tak terlambat" ucap Tuan David.
Tuan David merasa terkejut saat mendapati leher Jack penuh dengan tanda merah, tuan David yang sudah berpengalaman pun hanya tersenyum kecut pada Jack.
"Jack nyamuk mana yang sudah menggigitmu" sahut Tuan David meledek.
__ADS_1
"Ck tuan ini semua karena kelakuan dia.. " ucap Jack terhenti karena ada Eliv istrinya tuan David disana.
"Syukurlah Jack akhirnya kau punya pacar juga, aku tak menyangka di balik tubuh dan raut wajahmu yang sangat dingin ada juga wanita yang bisa meluluhkanmu" ucap Eliv terkekeh.
Jack hanya tersipu malu mendengar ucapan Eliv barusan.
"Tidak Nyonya kau terlalu berlebihan aku tak sedingin balok es" ucap Jack.
"Baiklah kalau begitu aku akan pergi dari sini Dad, aku akan tidur aku sudah ngantuk" ucap Eliv sambil berjalan keluar dari ruangan kerja tuan David.
"Hati hati sayang" ucap tuan David.
Jack duduk di kursi yang berada dekat dengan tuan David.
"Oh ayolah Jack jangan sampai kau mendekati gadis itu" ucap tuan David paham betul kalau Jack berpacaran dengan Ailda.
"Tuan bukan aku yang mendekatinya tapi dia yang mabuk dan langsung menciumku" ucap Jack mencoba menjelaskan.
"Mabuk? Kenapa dia bisa mabuk Jack" tanya tuan David terkejut.
"Aku gak tau tuan tapi benar saat aku masuk ke ruangan itu Ailda sudah mabuk dan menari nari di tengah tengah temannya" jelas Jack.
Tuan David menepuk keningnya pelan.
"Apa dia tak bersikap keluar dari norma norma Alice" tanya tuan David.
"Hahahaha aku tau Jack kau juga menyukainya kan" ucap tuan David sambil tersenyum mengejek.
"Tuan" ucap Jack ketus.
**
Pagi hari.
Ailda sudah bangun dari tidurnya, dia merasa heran karena semalam dia masih berada di pesta itu tetapi sekarang dia sudah berada di kamarnya.
"Aww kepalaku pusing" ucap Ailda sambil memegang kepalanya.
Ailda bangun dan memastikan kalau dia masih memakai baju yang sama seperti semalam dia pergi ke pesta itu.
Ailda menyimbakan selimut, dia merasa lega karena pakaiannya masih utuh tak ada yang kurang sedikit pun.
Ailda bangun dan mandi karena tubuhnya merasa lengket karena keringat, Ailda menelisir semua kulit tubuhnya tak ada yang berubah dan berbeda.
"Semoga saja aku tak di apa apakan oleh Jack si otak mesum itu" gumam Ailda.
Setelah selesai mandi dan berpakaian, Ailda turun dari kamarnya untuk melihat kondisi sang Nenek takutnya nenek Mathilda lupa meminum obatnya.
__ADS_1
Ailda berjalan kearah kamar neneknya, namun Ailda malah bertemu dengan Jack yang akan bertemu dengan tuan David di kamarnya.
Tatapan mereka saling beradu, pikiran Jack kembali mengingat tentang sikap Ailda semalam padanya.
Namun dengan cepat Jack menepisnya.
"Mau kemana Nona" tanya Jack mencairkan suasana.
"Ke kamar Nenek, mau apa kau tanya tanya tuan" ucap ketus Ailda.
"Tidak Nona, kau sangat sombong sekarang, padahal saat malam kau sangat lengket padaku" goda Jack.
"Apa? Memangnya apa yang aku lakukan padamu selama tuan, jangan ngada ngada tuan Jack" ucap Ailda.
"Lihat ini" ucap Jack sambil membuka jaket hoddie yang menutupi tubuh beserta lehernya.
"Ini akibat ulahmu Nona sombong" ucap Jack sambil menunjukan bekas merah yang di hasilkan Ailda semalam.
"Apa? Kenapa aku" ucap Ailda merasa tak terima.
"Kau tak percaya Nona, apa aku harus menunjukan buktinya padamu Nona" ucap Jack tak terima.
"Kau pasti bohong tuan Jack" ucap Ailda.
Jack mengambil ponselnya dan membuka rekaman cctv yang sudah terhubung di ponselnya.
"Lihat ini Nona" ucap Jack sambil memberikan ponselnya pada Ailda.
Ailda terkejut melihat rekaman itu, jelas jelas di rekaman itu kalau memang benar Ailda yang menggoda Jack.
"Tidak? Kau menjebakku tuan Jack" bentak Ailda.
"Menjebakmu? Untuk apa? Kau mabuk nona Ailda jangan menyalahkan aku" ucap Jack.
"Hapus video ini atau aku tak akan memaafkanmu tuan Jack" bentak Ailda.
"Tenang Nona aku tak akan menyebarkannya" ucap Jack.
"Kau benar benar gila tuan Jack" ucap Ailda sambil menangis dan berlari kearah kamarnya untuk menenangkan diri.
Jack yang melihat itu langsung merasa bersalah pada Ailda karena Jack sudah menyalahkanya.
Jack berniat untuk melihat Ailda namun dia sudah ada janji dengan tuan David untuk membicarakan tentang pencarian Nona Alice.
bersambung...
***jangan lupa like comen dan votenya ya
__ADS_1
salam manis Nurleni***