
Elive dan tuan David datang ke rumah yang sekarang Jack dan Ailda tempati, walau pun kemarin tuan David merasa kesusahan untuk mencari alamat Jack yang baru tapi karena anak buahnya banyak akhirnya mereka menemukan alamat rumah Jack juga.
Mata tuan David dan Elive seolah di manjakan oleh mewah dan megahnya rumah Jack yang baru itu mereka tak menyangka kalau Jack akan punya rumah sebagus itu.
Bahkan Elive merasa kagum pada Jack karena saat itu Jack hanya bekerja sebagai asisten tuan David tapi kekayaan nya melebihi atasannya.
Gajih yang Jack dapatkan dari tuan David sangat lah banyak jadi Jack bisa membuat Rumah dan membeli mobil, bahkan selama ini uang makan Jack dari tuan David.
Karena tuan David yang maksa jadi Jack belum pernah mengeluarkan uang gajihnya untuk kebutuhan perutnya, tapi kalau untuk pakaian dan kebutuhan yang lain Jack menggunakan uang gajihnya.
"Dad lihat benarkah ini rumah Jack" tanya Elive.
"Ya mungkin benar Mom karena anak buah Daddy tak mungkin salah kan" ucap tuan David.
Elive tersenyum senang, karena melihat Jack keluar dari rumahnya itu karena saat itu Jack akan memberi taukan pada satpam yang ada di rumahnya tentang masalah pemasangan cctv.
"Tuan Nyonya" ucap Jack yang terkejut karena melihat ada tuan David di sana.
"Kalian datang" tanya Jack lagi.
"Jack sudah dua hari kau tak masuk kerja, jadi kami datang" ucap Tuan David.
"Kalau begitu silahkan masuk tuan, Nyonya" ucap Jack mempersilahkan mereka masuk.
"Pak" sahut Jack memanggil pak satpam.
"Ya tuan" tanya pak satpam.
"Aku ingin kau mengantar Alenzo ke sekolahnya sekarang" ucap Jack.
"Baik tuan" ucap pak satpam itu.
Jack kemudian masuk kedalam membawa tuan David dan Elive masuk kedalam juga, betapa mewahnya rumah Jack yang membuat semua mata betah melihatnya.
"Aku bangga padamu Jack" ucap Elive.
"Biasa saja Nyonya" ucap Jack.
"Silahkan duduk aku akan panggilkan pelayan untuk membuatkan cemilan" ucap Jack.
__ADS_1
"Tak perlu repot repot Jack" ucap tuan David.
Ailda turun dari lantai dua bersama dengan Alenzo karena hari ini adalah hari pertama Alenzo masuk sekolah taman kanak kanak dan Alenzo akan di antar oleh pengasuhnya.
Mata Ailda menatap pada dua orang yang baru saja datang itu, dengan cepat Ailda menundukan kepalanya.
"Al berangkatlah dengan Nani" ucap Ailda pada Alenzo dan pada Nani (pengasuhnya Alenzo).
"Baik Mom" ucap Alenzo.
"Dad aku berangkat" ucap Alenzo pada Jack.
Jack berjongkok dan menjajarkan tubuhnya dengan tubuh Alenzo,
"Kau tak akan mencium Dady" tanya Jack pada Alenzo.
Cup
Alenzo mengecup pipi Jack, Alenzo sangat sayang pada Jack apa lagi sekarang Alenzo sudah menganggap Jack sebagai Daddy nya sendiri.
Apa lagi kasih sayang Jack yang membuat Alenzo bisa dengan cepat melupakan Daddy kandungnya yang sudah meninggal sekarang.
"Jangan nakal ya" ucap Jack.
Elive berjalan mendekat pada Ailda yang masih berdiri mematung di tangga rumahnya itu, Ailda sangat takut bukan takut pada Elive tapi takut pada kemarahan Elive.
Namun tak Ailda sangka Elive memeluknya dengan sangat erat, Ailda hanya merasa bingung saja tanpa mau bertanya.
"Ailda maafkan aku karena waktu itu aku menghina mu sungguh aku sangat menyesal Ailda maafkan aku" ucap Elive.
"Tak apa Nyonya maafkan saya juga karena sudah berbohong" ucap Ailda.
"Dady sudah menceritakan semuanya, terima kasih karena kau sudah mau membantu aku sembuh" ucap Elive.
"Tak apa Nyonya selama dengan mu aku merasa punya ibu kandung, terima kasih Nyonya" ucap Ailda.
Hari demi hari minggu demi minggu sudah berlalu, Elive dan Ailda semakin dekat bahkan hampir tiap hari Elive akan mampir ke rumah Jack hanya untuk melihat Ailda.
Elive sudah merelakan kepergian putrinya dan dia pun sudah menerima Ailda sebagai menantunya, walau pun muka Ailda dan Alice sama tapi tetap saja Ailda ya Ailda, Alice ya Alice itu pikir Elive.
__ADS_1
Dan Jack sekarang dia bekerja lagi bersama tuan David karena sama sama membutuhkan jadi mereka sama sama bekerja sama lagi.
Alenzo dia anak baik bahkan dia sekarang sedang fokus mengejar pendidikannya, karena kasih sayang dari Ailda dan Jack, Alenzo bisa tersenyum dan berbahagia layaknya anak pada umumnya.
Hari ini Ailda akan di periksa oleh Dokter karena beberapa hari yang lalu Ailda sering sekali mengalami pusing mual bahkan sampai muntah.
Ada rasa senang di wajah Elive karena dia berfikir kalau Ailda sedang mengandung makannya dengan cepat dia menghubungi dokter untuk segera datang ke alamat rumah Jack.
Dan benar saja setelah di periksa Ailda sedang mengandung, suasana haru bahagia terlihat dari raut wajah semua orang yang ada di sana.
9 bulan berlalu
Akhirnya Ailda akan melahirkan bayinya itu sekarang dengan cara secar karena Ailda sedang mengandung anak kembar berjenis kelamin perempuan.
Oekk oekk..
Suara bayi menggema di ruangan persalinan Ailda, Jack yang mendengarnya pun hanya bisa menangis terharu karena mendengar kedua putrinya yang menangis.
Jack tak henti hentinya bersyukur karena sudah di karuniai anak kembar secepat itu, ini benar benar suatu kebahagiaan bagi Jack.
Jack menatap pada kedua putrinya, mereka sangat berbeda bahkan tak ada kemiripan dari keduanya tapi Jack tak mempermasalahkan nya karena mereka tetap anak mereka.
"Alona, Aluna" gumam Jack melihat haru pada kedua putrinya itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
**TAMAT**
**Alhamdulilah akhirnya tamat juga.
Terima kasih pada kalian yang sudah setia membaca cerita ini..
Mohon maaf kalau ada kesalahan dalam kata atau pun penulisan.
cerita ini murni karangan dari Author jika ada persamaan nama, tempat dan alur cerita.
author mengucapkan mohon Maaf yang sebesar besarnya..
Terima kasih atas dukungan kalian pada novel ini.
__ADS_1
Saya Author Leni nurleni mengucap kan "terima kasih"..
Semoga kita bertemu lagi di Novel Author yang lain**...