Pengganti Putri Yang Hilang

Pengganti Putri Yang Hilang
bab 14: di tinggal di malam pertama


__ADS_3

Sedangkan Jack sedang kebingungan karena harus memakai baju yang sudah di berikan Ailda dan Claudia secara bersamaan.


"Kenapa aku tak menolak saja pada Claudia kemarin" gumam Jack.


Jack membuka jas yang di berikan oleh Ailda warna hitam dengan kemeja putih layaknya seorang pengantin lakilaki, pikir Jack.


Sedangkan pemberian dari Claudia hanya jas saja berwarna Navy Blue kesukaan Jack sedari dulu.


"Bingung aku".


Jack mengambil jas dari Claudia dia memakainya namun badannya terasa sesak karena jas itu terlalu kecil untuk butuh Jack yang kekar.


" bagaimana ini tak cukup" gumam Jack.


Jack melepaskan jas itu, dan mulai mencoba Jas dari Ailda dan ternyata jasnya pas di tubuh Jack.


"aku pakai yang ini saja, soal Claudia biar nanti aku bicarakan".


Jack memakai kemeja putih dengan jas hitam pemberian Ailda dan celana bahan berwarna Hitam sehingga membuat Jack seperti seorang pengantin Lakilaki.


Setelah di rasa sudah siap Jack langsung keluar dan berjalan dengan gagahnya menghampiri tuan David dan Eliv yang sudah berada di dekat pelaminan.


Jack menjadi pusat perhatian para tamu yang sudah datang kesana, karena wajahnya yang tampan dan gagah membuat Jack di kagumi banyak wanita cantik.


"Jack kau sangat tampan" ucap Eliv memuju Jack.


"Terima kasih Nyonya" ucap Jack.


"Tak salah aku menjadikanmu Putra Jack kau sangat tampan sama sepertiku" ucap tuan David menggoda.


Jack langsung tersenyum mendengar ucapan tuan David barusan, sedangkan Eliv langsung menyenggol lengan suaminya itu.


"Kau terlalu pede Honey" ucap Eliv.


"Jelas aku kan tampan" ucap tuan David dengan percaya diri.


"Baiklah kau memang tampan, Honey aku akan jemput Alice di kamarnya" ucap Eliv.


"Yes Honey".


Eliv langsung berjalan ke kamar Alice putrinya untuk membawanya segera turun ke pelaminan.


"Honey sudah siap" tanya Eliv saat sudah sampai di kamar Ailda.


"Sudah Mom" sahut Ailda.


"Ayo ke bawah Honey, gak baik membiarkan para tamu menunggu" ucap Eliv.


Tak lama setelah itu rombongan keluarga Vincen sudah datang ke rumah kediaman tuan David, para pelayan menyambut keluarga Vincen dengan penuh hormat.


"Cepat Honey" sahut Eliv.


"Ayo Mom" ucap Ailda.


Mereka berdua langsung berjalan kearah pelaminan di lantai bawah, yang sudah di hias dengan megah bahkan jamuan untuk para tamu pun sudah berjajar rapih di pojok pojok rumah itu.


Tuan David tersenyum karena melihat Ailda yang sangat mirip dengan Alice putrinya, dengan balutan gaun pengantin yang sangat indah membuat Ailda menjadi sangat memukau.


Ailda langsung naik ke pelaminan bersama dengan Sam, pernikahan mereka berjalan dengan lancar hingga pernikahan mereka sampai di pengujung acara yaitu bertukar cincin.


Ailda memasangkan cincin putih yang sangat mahal di jari Sam, dan Sam memasangkan cincin berlian di tangan Ailda yang sangat putih mulus itu.


Prokkk


Prokkk


Prokk..


Semua tamu undangan bertepuk tangan untuk pasangan yang baru saja resmi menikah itu, Eliv merasa sangat terharu karena Putrinya sudah menikah dan akan segera pergi dari kehidupannya.


"Putri kita cepat besar ya Honey" ucap Eliv sambil meneteskan air matanya.


"Iya aku tak sangka kalau Alice kita akan menikah" ucap tuan David.

__ADS_1


"Andai saja tak secepat ini Alice pergi" ucap Eliv.


Degghh..


Hati tuan David seakan perih lagi, bagai menaburkan cuka di luka hatinya.


Tuan David merasa amat teramat sakit mendengar hal itu, tetap saja dia merasa kehilangan Alice walau pun sudah ada sosok Ailda yang sudah menggantikan putrinya.


Air mata tuan David menetes tanpa henti dia tak bisa lagi membendung kesedihannya, bagaimana tidak? Tuan David sudah di tinggalkan Daniel putranya yang meninggal karena kecelakaan sekarang dia di tinggalkan Alice putrinya yang menjadi korban orang orang jahat.


"Honey aku tak percaya kalau kau secengeng ini" bisik Eliv.


Tuan David langsung tersadar dan segera menghapus air matanya.


"No Honey no".


Sedangkan Hati Jack merasa tak ikhlas melihat Ailda yang bersanding dengan Sam di atas pelaminan, rasanya Jack ingin berteriak dan mengatakan kalau dirinya jatuh cinta pada Ailda.


"Hy Jack" sapa Clau yang sudah berada disana.


"Jack kau berbohong padaku" ucap Claudia dengan pura pura sedih karena Jack tak memakai jas pemberiannya.


"Maaf Clau jas darimu kekecilan" jelas Jack.


"Benarkah apa kau semakin besar sekarang" tanya Claudia heran.


"Beneran Clau tak muat di badanku".


"Kalau begitu maaf ya aku gak tau ukuran bajumu sekarang".


" iya gak papa".


"Jack kita bertemu Nona Alice yu, aku punya hadiah untuknya".


Jack hanya menganggukan kepalanya, dia mengikuti langkah kaki Claudia yang akan menemui Ailda.


"Selamat Nona Alice atas pernikahannya" ucap Claudia pada Ailda.


"Terima kasih Dokter" jawab Ailda.


Sedangkan Ailda dan Sam hanya tersenyum mendengarnya, namun berbeda dengan Jack ada rasa sakit di lubuk hatinya saat mendengar Claudia mendoakan Ailda menua bersama dengan Sam.


"Jack mana hadiahmu" tanya Clau.


"Oh ya aku lupa".


Jack langsung mendekat kearah Ailda, Jack mengambil hadiahnya dari saku celananya, sebuah kotak kecil berwarna merah.


Jack membuka kotak itu dan isinya adalah kalung emas dengan inisial A, cocok sekali dengan Ailda.


"Boleh kau pakaikan" tanya Jack meminta ijin pada Sam.


Sam menganggukan kepalanya.


"Silahkan tuan".


Jack memasangkan kalung emas itu di leher Ailda ada rasa nyaman saat berada dengan Ailda bahkan nafas keduanya saling beradu karena mereka sangat dekat sekali.


Namun Jack tak kuat jika harus lama lama dekat dengan Ailda, dia langsung memasangkannya dan langsung pergi dari hadapan Ailda.


Rasanya tak kuat merelakan Ailda dengan lakilaki lain, pikir Jack.


**


Malam harinya Ailda sudah menunggu Sam di dalam kamarnya, Tadinya Sam meminta ijin pada Ailda untuk menelpon seseorang di kamar mandi, Ailda tak menaruh curiga pada Sam karena Ailda memang sangat polos di dalam pikirannya hanya ada hal hal baik saja.


Sam keluar dari kamar mandi.


"Maaf Alice, aku harus pergi ada pekerjaan mendadak" ucap Sam sambil meraih kunci mobilnya yang berada di atas nakas.


"Tapi Sam bukankah kau sudah ambil cuti" tanya Ailda.


"Iya tapi ini darurat sekali" ucap Sam.

__ADS_1


"Baiklah hati hati dijalan".


"Iya Alice".


Ailda menatap kepergian Sam di malam pertamanya, seharusnya mereka melakukan layaknya seorang suami istri namun karena Sam pergi Ailda hanya tidur sendirian.


"Baiklah kalau tidak sekarang besok saja" gumam Ailda.


Ailda berjalan kearah dapur dia ingin minum jus malam ini, Ailda menemui Nenek mathilda terlebih dahulu.


"Nenek" sahut Ailda.


Di kamar Nenek Mathilda ada Eliv juga disana yang sedang memberikan obat padanya, Ailda langsung masuk dan duduk di samping Eliv.


"Honey kenapa keluar, jangan begini sayang, suami kamu pasti sedang mencarimu" ucap Eliv.


"Tidak Mom, Sam pergi katanya ada hal yang penting" jawab Ailda.


"What? Kau ijinkan".


"Yes Mom" ucap Ailda polos.


"Honey tak ada seorang lakilaki yang pergi di malam pertama pernikahannya" ucap Eliv.


"Sudahlah Mom Sam sedang menangani hal darurat" ucap Ailda.


"Kau memang anak yang polos" gerutu Nenek Mathilda.


"Baiklah kalau begitu Aku mau ke dapur aku mau minum jus malam ini" ucap Ailda antusias.


"Minumlah yang banyak sampai kau tertidur pulas" ledek Nenek Mathilda.


"Iya iya nenek" ucap Ailda.


Ailda berjalan kearah dapur dia hendak mengambil jus kesukaannya, namun Ailda terkejut karena melihat Jack yang sedang duduk disana dan meminum minuman yang mengandung Alkohol.


Ailda mendekati Jack.


"Tuan kau minum" tanya Ailda.


"Iya memangnya kenapa, apa masalah buat kamu" ketus Jack padahal Jack barusaja meminum setengah gelas dan itu tak cukup baginya.


Tetapi Ailda mengambil botol minumannya dan membuangnya kedalam tong sampah yang berada di dapur itu.


"Nona kembalikan minumanku" ucap Jack kesal.


"Kau gak boleh minum tuan itu merusak badanmu".


"Aku gak peduli".


" tapi aku peduli tuan, aku gak mau kau sakit".


"Benarkah kalau begitu kenapa kau tak menikah denganku" ucap Jack yang masih dalam keadaan sadar.


Ailda tak menjawab ucapan Jack benar juga katanya, kenapa dia harus memperdulikan Jack yang justru tak mau di perdulikan oleh orang lain, pikir Ailda.


Ailda tak menggubris ucapan Jack barusan dia langsung meraih gelas dan menuangkan jus kemasan dari kulkas ke dalam gelasnya, Ailda langsung meminum jus itu hingga habis.


"Dimana suami kamu" tanya Jack ketus.


"Dia keluar ada pekerjaan mendadak" timbal Ailda.


"Kau polos Nona hati hati jangan buat polosmu itu menjadi boomerang untukmu nantinya" ucap Jack.


Ailda langsung pergi meninggalkan Jack yang masih duduk disana tanpa bergerak sedikit pun.


Ailda masuk kekamarnya dia mencoba menutup matanya dan tidur.


**Ailda polos banget ya dia tak mencoba melarang Sam pergi padahal itu adalah malam pertamanya...


kenapa ya Sam pergi?


apa ada Rahasia yang di sembunyikan oleh Sam?

__ADS_1


lihat jawabannya di bab selanjutnya ya**..


__ADS_2