Pengganti Putri Yang Hilang

Pengganti Putri Yang Hilang
bab 51


__ADS_3

Tuan David menatap nanar wajah putrinya karena Alice tak mengerti kondisi keuangannya sekarang, bahkan harga obat yang harus di keluarkan untuk Elive istrinya pun tak main main.


"Mengertilah Alice, Daddy sedang tak punya uang" ucap tuan David.


"Dad ayolah jual saja perhiasan Mommy kan banyak".


" tapi itu untuk masa depan kamu Alice, kalau sekarang di jual kamu nantinya bagaimana".


"I dont Care".


"Alice awas ya kau keterlaluan pasa Daddy".


" pliss Dad kau yang tak pernah mengerti keadaan aku".


Tuan David pergi dari sana karena percuma saja bicara dengan Alice karena tak akan pernah ada selesainya, bahkan kalau tuan David belum memberikan uang Alice tak akan diam.


"Dad dengarkan aku dulu Dad, Ck dasar menyesal aku punya Daddy sepertimu" teriak Alice dari dalam kamarnya karena tuan David pergi dari kamarnya.


"Aku harap kau berubah Alice" gumam Tuan David.


Flashback off.


Tuan David masih berada di ambang pintu kamar Hotel sambil melamun meratapi nasib Alice yang harus berakhir tragis karena di bunuh oleh musuh Daddynya.


Sedangkan Daniel putra keduanya harus meninggal dalam kecelakaan yang menewaskan nyawanya dan satu orang supir pribadinya.


Tuan David tak sadar kalau di sana ada istrinya yang menatapnya dengan bingung karena tuan David hanya melamun di ambang pintu karena tadi tuan David minta ijin untuk menemui Ailda dan akan memberitaukan kalau siang ini mereka akan ke pantai.


"Dad are you okey" tanya Elive.


Tuan David tersadar dari lamunannya.


"Hah aku baik Mom, kau bilang saja pada Alice Daddy baru ingat kalau hari ini Daddy harus mengirimkan file pada klien" ucap tuan David berusaha menghindar karena air matanya hampir jatuh.


"Ya tapi jangan lama ya Dad" ucap Elive.


"Ya mom" tuan David pergi dari sana menuju kamarnya karena tak mau menangis di hadapan Elive istrinya.


Elive masuk ke kamar Ailda dan Nenek Mathilda.


"Mom, Alice siang ini kita akan ke pantai apa kalian akan ikut" tanya Elive.


"Aku ikut mom" ucap Ailda dengan antusias.

__ADS_1


"Aku gak ikut, kakiku sakit apa lagi di pantai sangat panas, lebih baik aku di sini saja dengan pelayan" ucap Nenek mathilda.


"Baiklah ayo Alice kita bersiap sekarang karena kita akan segera berangkat" ucap Elive.


"Ya Mom".


" oh ya apa kamu sudah makan Alice" tanya Elive.


"Sudah mom makan Ramen".


"Ramen untuk sarapan" tanya Elive.


"Yes".


" kamu harus makan lagi Alice mie saja tak baik untuk sarapan jadi kamu harus makan nasi" ucap Elive.


"Mom nanti saja aku masih kenyang".


" yaudah kalau kenyang tapi ingat ya kamu harus makan lagi nanti".


"Yes Mom" ucap Ailda.


Siang harinya tuan David dan semuanya sudah bersiap di loby hotel itu dengan memakai baju pantai yang pendek Ailda berdiri di samping Elive dan membuat Jack sering melihat ke sekitar karena takutnya ada orang lain yang memperhatikan tubuh Ailda.


"Ayo kita berangkat" ucap Elive.


Semua orang masuk kedalam mobil dan kali ini mereka masuk kedalam satu mobil Jack yang mengendarai dan tuan David berada di sampingnya sedangkan para wanita duduk di kursi belakang.


"Oh ya Dokter Clau rencananya kita akan datang ke rumah kamu saat kita sudah pulang ke kota" ucap Elive.


"Wah benarkah, aku sekeluarga saat menunggu Mom" ucap Claudia.


"Ya aku harap Jack segera menikah karena aku yakin Jack sekarang sangat membutuhkan sosok istri apa lagi di usainya yang sudah tak muda lagi".


"Mom ayolah aku tak setua itu kan" ucap Jack.


Tuan David hanya tersenyum saja melihat keduanya.


"Sudah jangan debat lagi tua atau muda kita itu sama bukan".


" betul Dad".


Di pantai.

__ADS_1


Ailda sudah berada di pinggir pantai bermain air yang terbawa ombak, bahkan Ailda merasa sangat bahagia karena baru kali ini dia berada di pantai karena sejak kecil Ailda belum pernah pergi ke pantai.


Jack menatap pada sekitar karena takutnya ada laki laki hidung belang yang melihat tubuh Ailda karena tak rela saja rasanya kalau ada orang lain yang melihat tubuh Ailda padahal Jack pun belum melihatnya.


"Jack kita kesana yu" ajak Claudia pada Jack yang hanya duduk saja.


"Tidak aku di sini saja kalau kau mau kau saja" ketus Jack.


Dengan kesal Claudia kesana dan duduk di atas pasir pantai dengan Ailda.


"Hy Alice kau bahagia bisa ada di sini" tanya Claudia.


"Tentu saja" jawab Ailda.


"Kau tau Alice kau adalah wanita yang paling menyusahkan, kau tau aku dan Jack harus terpaksa cuti kerja karena hanya ingin membuatmu bahagia, ck dasar kau manja" ucap Claudia yang hanya bisa dia ungkapkan dalam hatinya.


"Oh ya Alice siapa laki laki yang tadi bersamamu di cafe, aku belum pernah melihatnya" tanya Claudia pura pura baik.


"Oh dia Rio aku juga baru bertemu tadi karena tadi ada insiden sedikit yang membuat mataku sakit dan dia yang menolong aku".


"Aku kira kalian sepasang kekasih" ucap Claudia.


Ailda menatap pada Claudia dengan tatapan tajam karena Ailda tak sangka kalau Claudia akan bicara begitu.


"Maksud kamu apa, aku bukan wanita begitu ya, karena perceraian aku dan Sam belum selesai jadi aku tak bisa punya kekasih dulu".


"Alice maafkan aku, aku tak bermaksud" ucap Claudia pura pura merasa bersalah.


"Tak masalah" ucap Ailda dengan tersenyum tipis.


Saat ini air ombang sedang besar besarnya.


"Alice ayo kita ke sana lihat orang lain sangat bahagia di sana" ucap Claudia.


"Tidak Clau aku takut" ucap Ailda menolak.


"Ayo tak akan apa apa kan ada aku" ucap Claudia.


Mau tak mau Ailda pun ikut berjalan ke dalam air yang bahkan cukup dalam bahkan airnya pun sampai se perut Ailda, jujur saja Ailda sangat takut.


Mata Jack memicing melihat ailda dan Claudia berada di dalam air.


Sedangkan Ailda yang mulai tegang mencengkram kuat tangan Claudia, dan jahatnya Claudia dia melepas cengkraman tangan Ailda dan...

__ADS_1


Busshhh..


__ADS_2