
Ailda keluar dari kamarnya karena sudah siap untuk pergi namun Ailda terkejut saat melihat Priska yang sedang berdiri di ambang pintu kamarnya.
"Mau kemana" tanya Priska ketus dan tak suka.
"Pergi, Mommy menyuruh ku untuk datang kesana".
" tak boleh" jawab Priska dengan cepat.
"Terserah tapi kau tak bisa melarangku".
"Tapi Sam bisa kan".
" adukan saja padanya aku gak peduli".
"Awas kau Alice Delmar" umpat Priska sambil menatap kepergian Ailda yang meninggalkannya.
Dengan cepat Priska menelpon Sam dan menceritakan bahwa Alice akan pergi ke rumah nya atas undangan dari Mommy dan Daddy nya.
Sam yang sedang duduk di ruangannya pun langsung memutuskan untuk pergi karena tak mau kalau Ailda pulang ke rumah tuan David sendirian karena bisa saja Ailda memberi taukan tentang perlakuan kejam keluarga Sam pada tuan David.
"Lim selesaikan tugasku" ucap Sam saat akan pergi dari kantornya padahal saat dia ada satu lagi klien penting yang harus di hadiri oleh Sam tapi karena Priska bicara begitu jadi Sam merasa takut jika Ailda membuka mulutnya.
"Kenapa tak bilang dari awal sih" gerutu Sam karena secara mendadak begini keluarga tuan David membawa Ailda pergi.
-
Sedangkan Jack, Ailda, dan Claudia sudah berada di mobil sejak tadi namun mereka tak mengeluarkan suara sedikit pun membuat suasana mobil itu menjadi sangat dingin.
Dengan memberanikan diri Claudia bertanya pada Jack.
"Jack kapan pernikahan kita berlangsung" tanya Claudia yang sekarang duduk di kursi belakang dengan Ailda.
"Pernikahan" gumam Jack bingung.
Sedangkan Ailda hanya semakin kesal karena dengan jelas jelas Jack membawa Claudia untuk menjemputnya karena waktu saat begini lah yang bisa membuat mereka punya waktu untuk berdua tapi Jack sudah mengecewakan Ailda karena mengajak Claudia.
__ADS_1
"aku belum tau" jawab Jack masih bingung karena Jack belum menyetujui pernikahan itu.
"Aku akan tanya Nyonya Elive supaya secepatnya menentukan tanggal yang bagus" ucap Claudia.
"Nona Alice apa kau mau membantuku nanti jika aku menikah dengan Jack, kau kan Adiknya jadi aku mau kau ikut adil dalam pernikahan kakak mu ini" ucap Claudia pada Ailda.
"What" pekik Ailda, tanpa sadar dia menatap Claudia dengan tatapan tak suka.
"Aku akan membantu kau Dokter, upss maksudnya calon kakak iparku" ucap Ailda mencoba mengontrol emosinya.
"Terima kasih aku tau selera mu pasti bagus" ucap Claudia.
"Ya tapi aku tak bisa janji karena aku sibuk" ucap Ailda dengan senyum terpaksa.
"Pokoknya kau harus datang aku tak mau sampai kau tak datang".
" aku pasti datang tapi aku tak janji akan membantumu" ucap Ailda menatap tajam Jack yang sempat melihat ke kursi belakang.
"Alice apa sepupunya Sam masih tinggal di rumahmu" tanya Jack mencoba mengalihkan pembicaraan supaya Claudia tak membahas tentang pernikahannya.
"Masih" ketus Ailda.
"Ada" ketus Ailda.
Jack tak bertanya lagi karena tau Ailda akan menjawabnya dengan ketus dan datar, Jack cukup paham karena Ailda sudah di pastikan cemburu karena Claudia membicarakan terus tentang pernikahan.
Mobil yang mereka tumpangi sudah masuk ke halaman rumah tuan David Delmar, Ailda turun dengan cepat karena sudah tak sabar melihat Nenek Mathilda yang sangat dia rindukan sejak beberapa bulan ini.
Namun Ailda di kejutkan dengan kedatangan mobil yang tak asing baginya, siapa lagi kalau bukan Sam yang datang kesana karena takut Ailda membocorkan semua perlakuannya.
"Alice" teriak Sam dan langsung memeluk Ailda dengan erat.
Ailda pun tak membalas pelukan Sam karena tak percaya kalau Sam sekarang ada di sini bersamanya.
"Kamu gak ngabarin akan kesini Alice, kalau kamu ngabarin dulu aku akan pulang dan membawa kamu kesini" ucap Sam.
__ADS_1
"Ya maafkan aku" ucap Ailda.
Ailda dengan cepat lari ke dalam hanya untuk menemui Nenek Mathilda,
"Nenek" teriak Ailda dari ruang tengah karena melihat kalau Neneknya sedang duduk di sofa.
"Alice" serempak.
Dengan cepat Ailda memeluk Nenek Mathilda rasanya Ailda sangat ingin pulang ke kampung halamannya karena merasa kalau di sini itu bukan orang orang mereka.
"Bagai mana keadaanmu Nak baik kan" tanya Nenek Mathilda.
"Baik Nek".
Elive mendekati Ailda dan memeluknya dengan erat walau pun bukan anak kandungnya sendiri tapi hubungan mereka terasa sangat kuat apa lagi wajah Alice dan Ailda sangat lah mirip.
" akhirnya kau pulang nak, Sam ayo masuk" ucap Elive yang melihat Sam di ambang pintu.
Mata Elive memicing saat melihat Claudia ada di samping Jack dan berjalan masuk kedalam rumah.
"Clau kau disini, kapan kamu kesini Clau" tanya Elive.
"Tadi Nyonya aku ikut Jack menjemput Non Alice ke rumahnya" jawab Claudia.
"Baiklah karena semuanya sudah berkumpul di sini bagaimana kalau kita makan saja" ucap Elive.
"Boleh" ucap tuan David.
Semua orang langsung berjalan ke meja makan dimana semua makanannya sudah tersaji dengan sangat lengkap dan berpreasi karena permintaan Elive pada pelayan kalau makanan kesukaan Alice dan Jack harus tersedia di meja makan.
Namun saat Ailda hendak berjalan mengikuti semua orang dengan cepat Sam memegang tangannya dengan erat.
"Jangan sampai kau berani membicarakan masalah kita pada tuan David, kalau tidak aku tak akan segan segan menghukummu" bisik Sam.
"Kau takut" tanya Ailda dengan berbisik.
__ADS_1
"Takut untuk apa?" tanya Sam.
"Oh aku kira kau takut sampai kau datang kemari menyusulku" ucap Ailda langsung melepaskan cengkraman tangan Sam pada tangannya.