
Jack dan Ailda serta Alenzo naik taksi yang sudah Jack pesan itu, mereka turun di sebuah perumahan yang cukup elit di kawasan itu bahkan mungkin keadaan rumahnya sama seperti rumah tuan David cuman masih lebih mewah punya tuan David.
"Jack rumah siapa ini" tanya Ailda menatap heran pada Jack dan juga kagum pada rumah yang ada di hadapan mereka itu.
"Ini rumah ku Ailda, dan sekarang menjadi rumah mu juga" ucap Jack.
"Wah benarkah" tanya Ailda.
"Benar".
"Tapi kamu punya uang dari mana Jack, kamu gak minta sama tuan David kan" tanya Ailda karena tak mau Elive salah paham lagi.
"Tidak, ini hasil kerja keras ku selama dengan tuan David" ucap Jack.
"Oh ya".
"Ayo kita masuk" ucap Jack.
Ailda menuntun Alenzo masuk kedalam rumah itu, Alenzo sangat senang karena di dalam rumah itu sangat banyak mainan apa lagi banyak sekali mobil mobilan yang berjajar di lemari sudut rumah itu.
"Lihat Al itu semua untuk mu" ucap Jack pada Alenzo sambil menunjuk lemari kaca yang dalamnya banyak sekali mainan.
"Asikkk terima kasih Dad kau baik" ucap Alenzo.
"Aku memang baik" ucap Jack.
"Baiklah orang baik dimana kamar kita" tanya Ailda.
"Kau mau kamar yang mana" tanya Jack.
"Yang mana saja yang penting aku bisa istirahat" ucap Ailda.
"Baiklah aku akan antar" ucap Jack.
"Pelayan ajak main Alenzo jangan biarkan dia main sendirian" sahut Jack pada para pelayannya.
"Baik tuan" serempak.
"Al kau main ya sampai puas Dad dan Mom ada di kamar atas ya" ucap Jack.
"Ya Dad".
Kamar itu berlantai dua, lantai bawah tempat dapur dan ruang tengah sedangkan kamar semuanya berada di atas, ada empat kamar di atas yang mungkin saja kamar itu kamar tamu.
__ADS_1
Sedangkan para pelayan, Jack membuatkan mes di belakang rumahnya jadi para pelayan Jack menginap disana tanpa meninggalkan rumah Jack.
Jack membawa Ailda masuk kedalam kamar kedua yang sangat mewah dan megah dengan hiasan dinding yang sangat bagus membuat semua mata kagum melihatnya.
" kamarnya bagus Jack" ucap Ailda.
"Oh ya tak salah para arsirek itu mengerjakannya" ucap Jack.
"Lalu dimana Alenzo tidur" tanya Ailda karena melihat ranjang yang hanya ada dua batal dan satu selimut saja.
"Kamu tenang saja Alenzo akan tidur di kamar sebelah, aku juga sudah mencari pengasuh untuk Alenzo" ucap Jack.
"Jack kau sangat baik terima kasih" ucap Ailda mendekat kearah Jack yang sedang berdiri dengan gagah.
"Tak apa asalkan kamu bahagia aku juga bahagia" ucap Jack.
Ailda membaringkan tubuhnya di ranjang itu, bahkan otaknya sempat berfikir kalau mereka akan tinggal di rumah biasa dan sederhana tapi realitanya Ailda malah di berikan istana oleh Jack.
Betapa bahagianya Ailda saat melihat ini semua, padahal Ailda pun tak akan keberatan jika mereka tinggal di rumah sederhana karena sejak kecil pun Ailda sudah hidup dalam kesusahan.
Jack mendekat kearah Ailda.
"Ailda betapa bahagianya aku bisa menikah denganmu, apa kau sebahagia aku" tanya Jack.
"Jangan membahas masalah itu lagi, bukan nya Nyonya Elive itu bukan siapa siapa kita dia hanya menganggapku anak nya dan aku menganggapnya Momy tapi sekarang dia tak mau kan punya anak sepertiku, jadi yasudah pernikahan kita Sah kan" ucap Jack.
"Ya Jack tapi tetap saja" ucap Ailda.
Jack mendekat kearah Ailda kini wajah Ailda dan Jack saling dekat karena posisi Jack sekarang tengkurab dan Ailda terlentang.
Jujur saja kedekatan ini membuat Jantung Ailda berdetak cukup kencang karena baru kali ini mereka sedekat ini apa lagi sekarang status mereka adalah suami istri.
Ailda langsung bangkit dari rebahannya.
"Aku mau mandi dulu" ucap Ailda mengalihkan tatapan Jack padanya.
"Silahkan handuknya ada di dalam Ail" ucap Jack.
Ailda mandi dia berendam di dalam bathub rasanya jantungnya mau copot jika sedekat itu dengan Jack, Ailda takut Jack berbuat macam macam apa lagi ini pertama kali bagi Ailda.
Ailda sengaja berlama lama di kamar mandi karena tak mau melakukan itu dengan Jack jujur saja Ailda belum siap melakukan itu malam ini apa lagi Alenzo juga belum tidur.
Setelah selesai Ailda langsung memakai handuk dan membelit tubuhnya itu dengan handuk yang seperti baju, Ailda keluar dari kamar mandi dia melihat kalau Jack sedang mengajak Alenzo bermain.
__ADS_1
"Al apa kau sudah makan" tanya Ailda.
"Belum Mom" bocah lima tahun itu menatap pada Momy sambungnya.
"Yasudah Mom akan masak kita akan makan" ucap Ailda.
"Kenapa masak ada pelayan di bawah mungkin mereka sudah masak" ucap Jack.
"Ya tak masalah kalau belum masak biar aku yang masak" ucap Ailda.
"Yaudah ayo kita ke bawah" ucap Jack.
"Ayo" ucap Alenzo senang karena di gendong oleh Jack.
Mereka bertiga makan malam dengan sangat lahap apa lagi Alenzo dia sangat suka dengan pasakan pelayan Jack itu.
Sedangkan di sisi lain tuan David dan Elive sedang makan malam di meja makan, tak ada pembicaraan sejak kejadian siang tadi karena Elive yang bungkam pada tuan David.
Bahkan tuan David pun masih sangat marah pada istrinya itu.
Tuan David hanya memakan tiga sendok nasi saja lalu kemudian dia pergi dari sana menuju ruangan kerjanya.
Tuan David memilih tidur di ruangan kerjanya dari pada dengan istrinya yang sekarang sedang marah padanya itu.
Elive hanya menatap malas pada suaminya itu karena bisa bisanya suaminya itu tak minta maaf karena sudah menamparnya tadi siang.
"Kau sangat membela mereka Dad, padahal mereka sudah membodohimu" gumam Elive.
Tuan David membuka laptopnya yang sudah satu minggu ini tak dia pegang karena sibuk mengurus acara pernikahan Jack dan Claudia tapi yang menikah dengan Jack adalah Ailda.
"Ya ampun banyak sekali kerjaan yang harus aku kerjakan" gumam tuan David.
Tuan David menarik nafasnya dalam dalam.
"Apa Jack akan kerja bersama ku lagi, apa lagi sekarang Jack jauh dariku" gumam tuan David.
"Andai saja ada Jack mungkin pekerjaan ini sangat mudah untuknya" gumam tuan David lagi.
tuan David berusaha mengerjakannya walau pun sudah sangat malam, karena tuan David ingin supaya besok pagi tinggal sedikit karena malam ini dia mengerjakan setengahnya.
Namun karena kecapean tuan David malah ketiduran di meja kerjanya, tuan David pasti sangat lelah karena setelah kepergian Jack dan Ailda tuan David membantu anak buahnya membersihkan Dekorasi di rumahnya itu, karena sejak tadi Elive selalu saja bicara kalau rumahnya harus bersih tak mau berantakan lagi.
Bersambung...
__ADS_1