
Pagi ini Ailda sudah mendapat rencana dari Jack untuk permulaannya, mereka berencana akan menjebak Sam supaya Sam dapat mengakui sedikitnya tentang pembunuhan berencana itu.
Ailda tau kalau pagi ini Sam tak akan pergi ke mana mana jadi dia akan mengajak Sam untuk pergi keluar dan melancarkan aksinya untuk mendapatkan bukti.
Tokk..
Tokk.
Ailda mengetuk pintu kamar Sam karena untung saja hari ini Priska sedang tidak ada di rumah dia pergi belanja bersama dengan teman temannya, jadi memudahkan Ailda untuk segera menjebak Sam.
"Masuk" sahut Sam dari dalam kamarnya.
Ailda masuk kedalam kamar Sam, tentu saja hal itu membuat Sam terkejut karena tumben sekali Ailda menemuinya di kamar.
"Ada apa" tanya Sam ketus.
"Boleh aku duduk di ranjangmu" tanya Ailda memberanikan diri padahal dia merasa sangat gugup dan takut.
"Duduk saja".
" tujuan aku kesini aku mau bicara penting Sam" ucap Ailda.
"Apa".
"Aku ingin jalan jalan tapi di temani kamu mau kan" tanya Ailda.
"Jangan manja Alice aku sedang banyak pekerjaan" ucap Sam meninggikan suaranya.
Mata Ailda seketika berubah berembun dan hendak menangis, hanya inilah senjata terakhir Ailda karena kalau saja Sam tak luluh maka rencananya akan gagal total.
"Kamu menangis" tanya Sam.
"Tidak".
" oke baiklah kita akan pergi tapi ingat jangan lama lama" ucap Sam.
"Bernarkah, terima kasih" ucap Ailda antusias.
Mereka pergi dengan menggunakan mobil Sam dan Sam lah yang mengendarai mobilnya tanpa bantuan pak supir, tempat yang akan di datangi Ailda adalah cafe tempat dimana dirinya sering ketemuan dengan Jack.
Bahkan Jack pun sudah berada di sana menunggu kedatangan Sam dan Ailda, Jack sudah mempersiapkan semuanya dengan teliti.
"Kita akan makan" tanya Sam.
"Iya aku mau makan disini, bolehkan sudah lama aku tak kesini" ucap Ailda berbohong.
"Baiklah ayo cepat" ucap Sam sambil berjalan masuk kedalam cafe itu.
Mereka duduk di meja paling pojok.
"Saya pesan cofee satu" ucap Sam pada pelayan cafe itu.
__ADS_1
"aku mau spagheti satu minumnya juss orange" ucap Ailda.
"Mohon di tunggu" ucap Pelayan.
"Kau datang kesini hanya untuk makan spagheti kenapa gak di rumah saja" tanya Sam mulai kesal.
"Tapi beda kalau makan disini kita bisa lihat orang orang kan" ucap Ailda.
"Siapa yang akan kau lihat" tanya Sam.
"Tentu saja kau" ucap Ailda mulai memancing Sam agar masuk kedalam jebakannya.
"aku? Kita setiap hari bertemu di rumah apa kau tak bosan" ucap Sam.
"Beda Sam di rumah kau selalu dengan Priska dan aku tak bisa berbuat apa apa selain mengobrol dengan adikmu yang mesum itu" ucap Ailda.
"apa Nick berbuat macam macam padamu".
" tidak cuman dia sedikit keterlaluan saja".
"Keterlaluan seperti apa"
"Kemarin dia memberiku lingrie hitam yang transparan, bahkan dia juga bilang kalau aku tak menarik makannya kau tak suka padaku" ucap Ailda.
"Nick berkata begitu".
" iya, Sam kita menikah sudah hampir 2 bulan tapi kenapa kau tak mau menyentuhku" tanya Ailda menjebak Sam lebih jauh lagi.
Sam menelan salivanya dengan susah payah saat Ailda bertanya begitu, bukannya Sam tak mau bahkan kalau Sam merasa ingin melampiaskan hasratnya karena melihat Ailda, Sam lebih memilih melampiaskannya pada Priska karena tak berani meminta pada Ailda.
"Sam jawab aku" ucap Ailda.
"Kau mau kan" tanya Sam.
"Tentu".
" ayo kita pulang sekarang".
"Aku gak mau di rumah ada Priska yang akan mengganggu semuanya" ucap Ailda.
"Kita ke hotel sekarang" ucap Sam.
Ailda tak menjawab dia hanya mengikuti Sam yang sekarang hendak membawanya ke Hotel dan tentu saja Jack yang melihat itu semua langsung mengerti kalau Ailda berhasil menjebak Sam.
Jack langsung mengendarai mobilnya dengan cepat menuju Hotel yang sudah mereka rencanakan bahkan Jack juga sudah meminta pada resepsionis hotel itu untuk memberikan dua kunci yang pertama untuknya dan yang kedua untuk Ailda.
Bahkan Jack bilang kalau dia hendak membuntuti istrinya yang sekarang sedang bersama laki laki lain.
Mobil Sam sudah berada di basemen Hotel itu Jack yang sekarang sedang bersembunyi di balik mobil yang lain langsung memberikan kode pada Ailda agar Jack lah yang lebih dulu masuk kedalam.
Sam sudah cek in ke bagian resepsionis, tetapi saat hendak pergi Ailda tiba tiba ingin pergi ke toilet dan Sam terpaksa menunggu, dan kesempatan itu di gunakan oleh Jack untuk masuk terlebih dahulu ke kamar yang sudah di cek in oleh Sam.
__ADS_1
"Maaf lama aku sakit perut" ucap Ailda.
Sam menarik tangan Ailda untuk segera masuk kedalam kamar Hotel namun Ailda sengaja mengambil dulu minuman untuk Sam dan mencampurkan obat yang di berikan Jack pada minuman Sam.
"Minumlah dulu Sam" ucap Ailda sambil menyodorkan gelas minum pada Sam.
"Kau selalu mengulur waktu Alice" ucap Sam.
"Aku hanya ambil minum saja" ucap Ailda.
Sam dengan cepat meminum minuman itu hingga tandas tak tersisa,
"Ayo masuk".
" ayo".
Setelah masuk kedalam kamar Hotel Jack sudah bersembunyi di dalam kamar mandi dan dia pun sudah menaruh kamera yang banyak di setiap sudut kamar hotel itu.
Reaksi obat yang di minum Sam rupanya sudah mulai bereaksi karena terlihat kalau Sam sudah kelimpungan dan tepar di atas ranjang.
Dan ini adalah kesempatan bagi Ailda untuk membongkar semua kejahatan yang sudah di lakukan oleh Ayahnya Sam pada keluarga tuan David Delmar.
"Sam kamu kenapa" tanya Ailda pura pura peduli.
"Alice aku merasa pusing" ucap Sam yang sudah teler.
"Pusing kau kenapa Sam" tanya Ailda.
"Jangan pegang pegang wanita murahan aku tak suka padamu" ucap Sam sambil mendorong Ailda.
"Akhirnya obatnya sudah mulai bekerja" batin Ailda.
"Kau menjijikan Alice aku tak suka padamu" ucap Sam.
"Tapi Sam apa yang membuat mu jijik padaku" tanya Ailda dengan memegang tangan Sam.
"Lepas kau sudah di sentuh orang lain Alice aku tak mau di sentuh dengan tubuh kotor mu itu" ucap Sam yang sekarang sudah bicara tak jelas.
"Tapi aku bersih Sam".
" kau bohong anak buah Daddy ku sudah menyentuhmu Alice bahkan mereka sudah membunuhmu tetapi tuhan masih baik padamu dan kau masih hidup sampai sekarang" ucap Sam dengan nada yang tak jelas.
"Apa" ailda dan Jack terkejut mendengar hal itu, ternyata benar kalau Daddy nya Sam lah dalang di balik kasus ini.
Brughh..
Sam terjatuh dan tak sadarkan diri, dengan cepat Jack keluar dari tempat persembunyiannya dan membantu membaringkan Sam ke atas ranjang Hotel yang emput itu.
"Dugaan mu benar Ailda" ucap Jack sambil memunguti kameranya yang tadi dia taruh di beberapa tempat.
"Tuan Jack bantu aku mencari bukti yang lain" ucap Ailda masih tak percaya kalau ternyata Alice Delmar di bunuh oleh keluarga Vincen.
__ADS_1
Hal yang paling membuat Ailda heran adalah masalah apa yang sudah di lakukan oleh tuan David sehingga keluarga Vincen sangat ingin menghancurkannya.