
Ailda membawa Jack kedalam kamarnya dia hanya berfikir kalau Jack yang sekarang akan membantu masalahnya.
"Bukankah kita akan ke kamarku karena kau mau pinjam laptop" tanya Jack bingung bahkan Jack semakin bingung saat Ailda mengunci pintu kamarnya.
"Jangan macam macam padaku Al, aku bukan seperti yang kau kira" ucap Jack.
"Memangnya kamu kira aku akan apa" tanya Ailda mendekat pada Jack.
"Aku wanita baik baik Jack" kesal Ailda memanyunkan bibirnya.
"Lalu kau mau apa mengunci pintu" tanya Jack.
"Jack mau kan kau membantu aku" rengek Ailda pada Jack.
"Bantu apa" tanya Jack.
"Gagalkan perjodohan aku dengan Rio".
" apa bukannya kau mau menikah dengan Rio, kalau kau tak segera menikah bagaimana nasib bayi itu" ucap Jack.
"Bayi siapa" tanya Ailda heran dengan ucapan Jack yang menurutnya tak jelas.
"Bayi kamu dengan Rio" ucap Jack menatap ada perut datar Ailda.
"Hahahahahaha" Ailda menertawai Jack karena menurutnya sangat lucu.
"Siapa yang punya bayi Jack, aku masih seorang diri" ucap Ailda masih dengan tertawa.
"Tapi yang anak buah aku bilang, kau sedang mengandung, pernikahan dan minta restu" ucap Jack.
"Jack kau salah info, hahaha kau mengira aku sedang mengandung lucu kau Jack" ucap Ailda sambil menghapus air matanya karena saking lucunya dia tertawa.
"aku akan jelaskan, jadi begini Jack Rio punya pacar dan pacarnya sedang mengandung dia minta saran padaku supaya keluarganya bisa menerima wanita itu" jelas Ailda.
"Jadi bukan kau yang hamil" tanya Jack senang karena ternyata Ailda dan Rio tak ada hubungan.
"Bukan" ucap Ailda.
"Bagaimana bisa hamil" tanya Jack.
"Apa aku harus menceritakan bagaimana Rio menghamilinya Jack" tanya Ailda.
"Ck kau ini, bukan yang itu tapi kenapa Rio bisa punya hubungan".
"Entah aku gak tau, sekarang yang paling penting bantu aku menolak pernikahan ini" ucap Ailda.
"Coba aku pikirkan" ucap Jack sambil berfikir namun harinya sangat bahagia karena mendengar Aild ternyata tak jadi hamil.
"Bagaimana kalau kamu cari laki laki lain dan kamu bilang kalau kamu sudah punya pacar" ucap Jack.
"Gak mungkin tuan David sangat pintar Jack dia tak akan percaya" ucap Ailda.
"Lalu bagaimana" tanya Jack.
Pagi harinya Ailda sudah bersiap dan akan pergi ke kantor walau pun semalaman dia tak bisa tidur karena memikirkan masalah bagaimana caranya dia akan menolak pernikahan itu.
"Apa aku hubungi saja Rio" gumam Ailda.
📞📞
__ADS_1
"Rio aku mau bicara" tanya Ailda di telpon saat sambungan telpon sudah tersambung.
"Apa" tanya Rio.
"Apa kau tau Rio orang tua mu datang kesini dan ingin melamar aku untuk menjadi istrimu".
" apa" pekik Rio terkejut.
"Bagaimana bisa" tanya Rio.
"Ya aku gak tau pokoknya secepatnya kau harus beritaukan kebenarannya pada orang tuamu".
"Baik aku akan bicarakan ini dengan mereka tapi kamu harus ikut juga" ucap Rio.
"Aku".
"Ya bantu aku Alice sekarang juga aku akan ****** pacarku" ucap Rio.
"Ya baiklah" pasrah Ailda.
📞📞📞
Ailda duduk di bibir ranjang, kepalanya sangat pusing memikirkan ini semua,
"Kapan aku akan bahagia tuhan" gumam Ailda menatap pada cermin yang memantulkan bayangannya sendiri.
Ailda keluar dari kamarnya dia melihat Jack yang sedang berjalan menuju ke lantai bawah.
"Kenapa kau belum bersiap Jack" tanya Ailda.
"Al, aku kurang enak badan" jawab Jack.
"Oh ya mana biar aku lihat" ucap Ailda sambil menempelkan tangannya pada kening Jack.
"Kau diam lah di kamar aku akan ambilkan kompres dan bubur untukmu" ucap Ailda yang langsung turun ke lantai bawah.
"Ck Al semakin hari aku semakin tak bisa melupakanmu" gumam Jack.
Saat ini di kediaman tuan David sedang sibuk bahkan semua anak buah tuan David di gerakan untuk mendekor rumah karena pernikahan Jack sebentar lagi.
Karena kedua belah pihak sudah memutuskan kalau acaranya akan di laksanakan di kediaman pempelai laki laki jadi nantinya rombongan Claudia lah yang datang ke kediaman Jack.
Ailda membawa semangkuk bubur dan air untuk mengompres Jack.
Ailda masuk kekamar Jack dan Jack sedang berbaring lemah di ranjang kamarnya.
"Jack ayo makanlah, kau jangan sakit terlalu lama pernikahan mu semakin dekat Jack" ucap Ailda sambil menyuapi Jack.
Setelah selesai menyuapi Jack Ailda mengompres kening Jack supaya panasnya segera turun.
"Jangan sakit lagi, aku harus ke kantor sekarang aku akan bilang pada Daddy kalau kau tak bisa masuk kerja karena kau sakit" ucap Ailda.
"Al makasih atas perhatiannya, aku semakin kagum padamu Al andai saja kita tak terjebak dalam sandiwara ini mungkin aku lebih memilih menikah dengan mu dari pada harus dengan Claudia" ucap Jack.
"Cukup Jack! aku gak mau membahas ini lagi" ucap Ailda.
"Al tolong dengarkan aku" ucap Jack menahan Ailda supaya tak pergi dari sana.
Jujur saja hati Ailda masih sangat menginginkan Jack apa lagi semakin hari mereka semakin dekat sangat susah sekali bagi Ailda melupakan Jack.
__ADS_1
"Aku harus bekerja, kau istirahatlah" ucap Ailda langsung pergi dari sana tanpa menatap Jack lagi.
Ailda menghapus air matanya, dia sangat tak bisa kalau harus tanpa Jack tapi mau bagaimana lagi sekarang mereka adalah adik kakak jadi Ailda harus segera melupakan Jack walau pun sangat mustahil Ailda lakukan.
Sore harinya Rio menjemput Ailda dengan di temani kekasihnya yang bernama Jeni yang sekarang sedang mengandung anaknya Rio.
"Dimana teman kamu itu" tanya Jeni pada Rio.
"Bentar lagi dia pulang" jawab Rio.
"Aku takut" ucap Jeni.
"Takut kenapa? Kamu tenang saja ada aku di sini bahkan Alice juga pasti akan membantu kita" ucap Rio.
"Benar ya kau tak akan meninggalkan aku apa lagi kandungan aku sekarang sudah mulai membesar Rio" ucap Jeni.
"Tuh Alice" ucap Rio menunjuk gadis muda dan cantik yang tak lain adalah Ailda Rajacenna yang sekarang sedang menjadi Alice Delmar.
Alice berjalan mendekat kearah mobil Rio, Rio pun membukakan pintu mobilnya untuk Ailda.
"Maaf kalian menunggu lama" ucap Ailda.
"Tak apa, Alice kenalkan dia Jeni kekasih aku" ucap Rio.
"Hy Alice" sapa Ailda.
"Jeni".
Mobil Rio berjalan menuju ke apartemen yang sekarang sedang di tempati oleh kedua orang tuanya.
" Jen berapa bulan kandunganmu" tanya Ailda memberanikan diri untuk dekat dengan Jeni.
Karena Ailda bisa melihat jelas kalau sekarang Jeni sangat tegang, mungkin saja dengan sedikit mengobrol bisa membuat Jeni merasa sedikit tenang, pikir Ailda.
"Maju 10 minggu" jawab Jeni.
"Oh sejak kapan kalian pacaran" tanya Ailda lagi.
"Satu tahun yang lalu".
"Wah sudah lama ya" ucap ailda.
"Oh ya Nona apa kamu sudah menikah" tanya Jeni.
Ailda menatap nanar pada Jeni, karena jujur saja Ailda sangat trauma dengan pernikahan nya dulu bersama Sam.
"Sudah tapi cuman bertahan dua bulan" jawab ailda.
"Kenapa kau bisa pisah Alice" tanya Rio.
"Ri masalah aku itu bukan aib lagi bahkan sampai masuk ke berita, kamu gak tau" tanya Ailda.
Rio menggelengkan kepalanya.
"Aku bahkan tak pernah mendengar kalau kau pernah menikah" ucap Rio.
"Aku pernah mengalami kekerasan dalam rumah tangga aku, ya begitulah kami menikah karena di jodohkan tapi laki laki yang menikah denganku tak lain adalah musuh Daddy".
"Benarkah maaf aku gak tau".
__ADS_1
" tak masalah" ucap Ailda berusaha baik baik saja padahal hatinya bekecambuk.
jangan lupa like comen dan votenya ya