Pengganti Putri Yang Hilang

Pengganti Putri Yang Hilang
bab 42 : Ailda dan Priska di sekap


__ADS_3

Di rumah Samoel Vincent.


Ailda tadinya akan keluar dari kamarnya tapi dia di kejutkan dengan kehadiran dua orang laki laki yang menjaga di pintu kamarnya.


"Ada yang bisa kami bantu Nona" tanya laki laki itu saat melihat Ailda membuka pintu kamarnya.


Ailda hanya menggeleng gelengkan kepalanya.


"Aku hanya memastikan kalau Sam sudah pulang" ucap Ailda mencoba mencari alasan agar kedua anak buahnya Sam tak curiga.


"Baik Nona kalau anda butuh sesuatu bilang saja".


" ya terima kasih kalian sangat baik" ucap Ailda dan langsung menutup lagi pintu kamarnya.


Niat Ailda yang akan menemui Priska pun harus gagal karena adanya dua anak buah yang menjaganya dengan ketat itu.


"Ada apa ini kenapa Sam memerintahkan anak buahnya untuk menjaga ku, apa Sam tau kalau tuan David sudah tau kejahatan keluarganya" gumam Ailda.


Karena masih merasa penasaran Ailda pun mencoba membuka lagi pintu kamarnya dan hendak pergi ke dapur untuk mengambil minum.


Ceklek.


"Ada yang bisa kami bantu Nona" tanya anak buah Sam yang masih stay di depan pintu kamar Ailda.


"Ehhh aku hanya mau mengambil minum" ucap Ailda terbata bata.


"Biar kami yang ambilkan, kau tunggu saja di dalam" ucap anak buah itu.


Terpaksa Ailda masuk lagi kedalam kamarnya dan menunggu salah satu anak buahnya yang mengambilkan minum dan anak buah yang satunya lagi masih menunggu di sana.


Sedangkan di kamar atas Priska sedang bicara dengan Zian di telpon, Priska menceritakan kalau sekarang dia sudah memberi taukan kebenarannya pada keluarga tuan David dan ternyata Zian mendukung rencana Priska.


"Baiklah aku harus tidur dulu, karena besok aku harus mengambil alih kekayaan Sam" gumam Priska.


Namun saat hendak berbaring di ranjang Priska ingat kalau tadinya dia akan menemui dulu Ailda dan akan membicarakan kalau besok Ailda harus membantunya.


"Ck aku lupa, baiklah aku akan ke kamar Alice sekarang" gumam Priska sambil keluar dari kamarnya.


Tapi Priska melihat kedua anak buah Sam sedang berjaga di depan kamar Ailda, bahkan Priska diam diam mendengar perbincangan mereka.


"Bagaimana apa senjata sudah siap" tanya anak buah yang satu pada anak buah Sam yang satunya lagi.


"Sudah, tapi kita masih kurang padahal tuan Naga sudah menambah anak buahnya".


" tak apa kita punya senjata api kalau sampai kita kalah di sana kita tembakkan saja pada rumah si David itu".


"Hahahah, aku yakin kita akan menang dengan mudah karena si David itu hanyalah seorang pengusaha bukan seorang mafia".


Hahahahah..


Mereka tertawa bersama mentertawakan kelemahan tuan David, padahal mereka belum tau saja kalau tuan David bahkan adalah ketua dari Mafia yang namanya sangat ramai di bicarakan orang orang.


Priska yang mendengar kabar itu langsung terkejut karena senekad itu keluarga Sam ingin menghancurkan tuan David.


" kapan mereka akan menyerang rumah Daddynya Alice" batin Priska bertanya tanya.


Saat Priska hendak keluar dari persembunyiannya, dia tak sengaja menyenggol pas bunga yang besar yang ada di sana.


Prakk..


Kedua anak buah itu memergoki Priska yang sedang berada di dekat pecahan pas bunga itu, mau kabur pun percuma karena mereka sudah menangkap basah Priska.


"Nona anda tak apa apa" tanya Anak buah Sam itu.


"Tidak, aku tak sengaja menyenggolnya tolong bereskan ini" titah Priska.


"Baik Nona".


" kamu bereskan ini aku akan jaga kamar Nona Alice" ucap anak buah yang satunya lagi.


"Ya baik".


Priska dengan cepat masuk kedalam kamar Ailda namun anak buah Sam menghentikannya.

__ADS_1


" anda mau kemana Nona" tanya nya.


"Aku akan ke kamar Alice" ucap Priska berusaha tak gugup.


"Untuk apa".


"Aku hanya ingin memberitaukan padanya kalau malam ini Sam tak akan pulang" ucap Priska semakin salah tingkah karena takut dengan tatapan dari anak buahnya Sam itu.


"Biar saya yang akan memberi taukannya" ucap anak buahnya itu.


"Oh ayolah aku hanya ingin bicara sebentar, tak akan lama" ucap Priska.


"Lima menit".


" ya ampun ini rumahku kenapa kau mengatur".


"Ini perintah dari tuan Sam Nona".


" terserah" ucap Priska sambil masuk kedalam kamar Ailda.


"Hanya lima menit Nona" ucap anak buah Sam lagi.


"Diam bawel" gertak Priska.


Brughh..


Priska menutup kamar Ailda dengan keras, Ailda yang sedang menatap jalanan dari jendelanya pun langsung melihat siapa yang datang ternyata Priska yang datang.


"Syukurlah kau datang Pris, aku ingin bicara denganmu" ucap Ailda senang melihat Priska ada di kamarnya.


"Shutt pelankan suara mu ada anak buah Sam di depan" ucap Priska setengah berbisik.


"Apa mereka masih disana, Pris mereka mengawasi aku" ucap Ailda.


"Ya I know, tapi Alice ada hal penting yang mau aku bicarakan padamu".


"Apa" tanya Ailda.


" apa" pekik ailda.


"Shutt pelankan suaramu" ucap Priska menaruh jari telunjuknya di mulutnya.


"Benarkah" tanya Ailda lagi.


Priska menganggukan kepalanya.


"aku tak tau kapan tapi yang aku dengar tadi mereka akan menyerang rumah Daddy mu".


" ya ampun bagaimana ini" ucap Ailda memikirkan rencana.


"Wait, wait, sekarang kau hubungi Daddy mu sampaikan kabar ini padanya" ucap Priska.


"Aku akan coba" ucap Ailda mengambil ponsel yang selama ini dia sembunyikan dari semua orang.


"Kau hubungi Daddy mu aku akan mengerjakan hal penting, nanti aku akan kesini lagi" ucap Priska sambil pergi dari sana.


"Kau mau kemana Pris, tunggu aku" ucap Ailda namun tak di gubris oleh Priska.


"Ayolah tuan angkat telponnya" gumam Ailda sambil mencoba menghubungi tuan David.


Namun tak ada jawaban dari tuan David.


"Apa aku kirim pesan saja pada Jack" gumam Ailda.


Dengan cepat Ailda menuliskan pesan pada Jack.


📨📨


Jack aku mohon beri taukan ini pada tuan David, keluarga Sam ingin menyerang rumah tapi aku gak tau kapan yang penting kalian harus berjaga jaga.


📨📨


"Terkirim" gumam Ailda.

__ADS_1


Namun ke takutan Ailda semakin besar saat melihat anak buah Sam yang sudah berada di sana dan menatap Ailda dengan penuh kemarahan, Ailda mencoba menyembunyikan ponselnya.


Tapi dengan cepat anak buah Sam mengambil ponsel itu dan melemparnya ke lantai hingga ponsel itu hancur dan sudah di pastikan kalau ponsel itu tak bisa nyala lagi.


"Beraninya kau" geram anak buah Sam.


"Apa? Kau tak suka dasar kalian manusia jahat" ucap Ailda.


"Bro kita ikat wanita ini" titah anak buah Sam.


"Lepaskan aku brengs*k" teriak Ailda.


Namun kedua anak buah Sam yang tak punya hati itu tak menggubris ucapan Ailda, seberontak apa pun Ailda tetap akan kalah karena kekuatan dari kedua anak buah Sam itu sangat kuat.


"Lakban mulutnya supaya tak banyak bicara".


Umpatan demi umpatan keluar dari mulut Ailda, sedari tadi dia berteriak agar Priska datang kesana dan menolongnya tapi entah sedang apa Priska sampai dia tak datang saat Ailda sudah berteriak.


"Selesai kita tinggalkan wanita ini" ucap anak buah Sam yang langsung mengunci pintu kamarnya Ailda.


Sedangkan Priska dia sekarang sedang sibuk mencari berkas di dalam kamarnya, berkas itu yang tak lain adalah berkas yang berisikan surat kepemilikan rumah, Mobil dan perusahaan yang di miliki Sam karena rencana awalnya Priska menikahi Sam hanya untuk mengambil alih perusahaan itu.


"Sekarang aku harus hubungi Zian supaya dia datang kesini dan mengambil ini semua" gumam Priska.


📞📞


"Aku mohon datang sekarang ke rumah Sam dan ambil berkas ini, aku akan melempar berkas itu ke halaman belakang kau datanglah dan ambil berkas ini" ucap Priska dengan nafas yang menggebu gebu.


"Apa kau Gila, mana mungkin aku bisa masuk kedalam rumah itu" tanya Zian.


"Masuklah aku pastikan tak akan ada satpam yang menjaga".


" baiklah aku akan kesana, aku akan coba mengambilnya" ucap Zian.


"Ya aku tak punya banyak waktu aku tadi mendengar kalau Alice teriak mungkin anak buah itu sudah tau".


" ya aku kesana jaga diri kamu" ucap Zian.


📞📞


Dengan cepat Priska membuka jendela kamarnya dan melempar berkas yang sudah dia masukan ke dalam plastik hitam, jaga jaga saja supaya tak ada yang menemukannya.


Setelah melempar itu Priska memastikan kalau pak Satpam tak ada di tempatnya karena akan susah jika pak Satpam itu datang dan melihat Zian.


Tetapi di lantai bawah Anak buah Sam sedang membicarakan berita itu pada Sam dan Sam marah besar karena selama ini ternyata Ailda membohongi nya.


Karena yang Sam tau Ailda tak punya ponsel dan sekarang anak buahnya memergoki Ailda sedang memegang Ponsel.


Makian terus terdengar di sambungan telpon, dengan cepat anak buahnya itu mematikan sambungan telponnya karena tak mau mendengar tuannya marah marah begitu.


"Bro, apa kita akan membiarkan Nona Priska bebas".


" memangnya kenapa".


"Bisa saja Nona Priska dan Nona Alice bersekongkol kan".


" baiklah kita ikat juga wanita itu".


Kedua anak buah Sam masuk kedalam kamar Sam dan disana sudah ada Priska yang sedang melihat kearah jendela menunggu Zian yang akan datang kesana.


"Sedang menunggu seseorang Nona" tanya anak buah Sam.


"Aaaaa sedang apa kalian di sini" teriak Priska.


"Ikat dia sekarang" titahnya.


"Lepaskan bed*bah aku akan melaporkan kalian pada Sam" teriak Priska.


Mulut Priska di lakban dan mereka berdua menyeret tubuh ramping Priska untuk masuk ke kamar Ailda.


Dengan cepat Priska di masukan kesana dan pintunya di kunci dari luar.


"Tugas kita selesai" ucap anak buah Sam.

__ADS_1


__ADS_2