Pengganti Putri Yang Hilang

Pengganti Putri Yang Hilang
bab 74


__ADS_3

Claudia di seret keluar oleh Jack dan tuan David sedangkan Ailda dan alenzo masih berada di kamar Nenek karena Alenzo sangat ketakutan.


Saat Claudia sudah di ruang tengah, anak buah tuan David datang dengan menyeret beberapa orang yang asing bagi tuan David.


"Tuan orang ini yang membunuh Glend dan istrinya" ucap anak buah itu.


Claudia ketakutan karena kalau saja anak buahnya itu bicara tentang Claudia maka sudah di pastikan kalau Claudia tak akan selamat dari amarah tuan David.


"Siapa yang menyuruh kalian" tanya tuan David.


Tak ada yang menjawab mereka hanya diam saja seolah membungkam mulut.


"Jawab pertanyaan ku atau kalian akan mendapat hukuman gantung sekarang juga" ucap tuan David.


"Ampun tuan" ucap salah satu dari mereka.


"Baiklah jawab Jujur pertanyaan aku" ucap tuan David.


"Dia yang menyuruh kami tuan" ucap salah satu orang itu menunjuk Claudia.


"Hey aku tak melakukan apa apa" sahut Claudia yang membantah tuduhan itu.


"Benar tuan Demi Tuhan wanita itu yang menyuruh kita, jangan membantah Nona Clau kau yang membayar kami melakukan itu bahkan dia belum membayar kami".


" jangan ngada ngada kau berbohong aku tak mengenal kalian" ucap Claudia masih membantah.


"Benar tuan, Nona Clau mengorek masalah Nona Alice pada anak buah mu bahkan semua masalah keluargamu, dan setelah tau semua Nona Clau memerintahkan kami untuk membunuhnya" ucapnya lagi.


"Benar itu Clau" tanya tuan David yang sudah naik pitam.


"Bohong" ucap Claudia.


"Mungkin benar Dad karena Alenzo juga berkata kalau Claudia pembunuh, mungkin bocah itu juga ingin bicara seperti ini" ucap Jack.


"Bawa mereka semua ke penjara" titah tuan David.


"Tuan maafkan aku, aku tak salah" ucap Claudia yang tak di dengar oleh tuan David.


"Jack kau calon suamiku kan" ucap Claudia namun tak di gubris oleh Jack.


"Lepaskan aku brengs*k bdeb*h si*l" umpatan demi umpatan terdengar di sepanjang jalan karena Claudia tak bisa diam sepanjang perjalanan ke kantor polisi.


Sedangkan Ailda yang sedang berada di kamar Nenek dia berusaha mendekati Elive yang sekarang sedang memegang kepalanya bahkan air matanya tak mau berhenti menetes.


Namun Elive menolak di pegang oleh Ailda, dia malah mendorong Ailda sampai jatuh dan saat itu hanya Alenzo saja yang bisa menguatkan hati Ailda.


Tuan David datang kesana dan membangunkan Ailda yang terduduk di lantai dan sedang di peluk oleh Alenzo.

__ADS_1


Elive bangkit dan mendekati Tuan David.


"Dad ada rahasia apa yang kalian sembunyikan" tanya Elive.


"Tak ada Mom, jangan percaya dengan Claudia dia berbohong" ucap tuan David.


"Kau yang bohong Dad, aku ingat sekarang kalau wanita tua itu memang bukan ibu siapa mereka Dad, lalu apa yang terjadi pada Alice kita" tanya Elive.


"Mom dengarkan Dady dulu" ucap tuan David mencekal bahu Elive.


Namun Elive seakan tak mau mendengar penjelasan dia langsung menarik Ailda dan membawanya keluar dari dalam kamar, tetapi langkah mereka di hentikan oleh suara Nenek Mathilda yang terlihat seperti kejang kejang.


"Nenek" sahut Ailda yang langsung mendekati Nenek yang sedang kejang itu.


"Panggilkan Dokter" sahut tuan David.


Namun seketika tubuh Nenek lemah dan dia tak bernafas lagi, Ailda langsung mengecek denyut nadinya dari tangan namun tak ada, Ailda mengecek hidungnya namun Nenek sudah tak bernafas.


"Nenek" ucap Ailda yang langsung menangis sesegukan karena saat ini hanya Nenek lah yang Ailda punya tapi Nenek pun pergi untuk selamanya.


Elive menatap nanar pada Ailda yang menangis itu jauh dari dalam lubuk hatinya dia sangat kasihan pada Ailda bahkan sebagai seorang ibu Elive sudah menganggap Ailda sebagai anaknya tapi penghianatan ini seolah membuat Elive kecewa pada Ailda.


Dokter segera datang kesana dan melakukan pemeriksaan dan benar saja ternyata Nenek sudah tiada, Dokter menutupi wajah Nenek dengan kain putih.


Elive merasa sangat hancur apa lagi selama ini Nenek sudah dia anggap sebagai ibu sendiri, sedangkan tuan David dia sudah meneteskan air matanya karena sedih kehilangan orang yang pernah dia anggap sebagai seorang ibu.


Suasana rumah pun ikut berduka tetapi tidak dengan Elive dia sudah merasa kecewa karena telah di bohongi, dia berjalan mendekati Ailda yang sedang duduk di sofa.


Saat itu keadaan rumah hanya ada Elive dan seluruh pelayan saja karena tuan David dan Jack sedang berada di pemakaman.


"Kemasi pakaian mu, aku tak mau melihat mu ada di sini" ucap Elive ketus.


"Mom" ucap Ailda terkejut.


"Jangan panggil aku Mom aku bukan Mommy mu lagi" ucap Elive.


"Pergi lah dari sini kau pembohong" ucap Elive.


Karena Ailda hanya diam saja Elive pun menarik tangan Ailda dan membawanya ke kamar milik Alice, Elive tak perduli pada Alenzo yang sekarang sedang menangis histeris.


"Kemasi pakaian mu, ingat jangan sampai kau membawa barang milik putriku" ucap Elive.


Ailda pun hanya menurut saja karena memang benar dia pembohong dan penipu tapi itu juga bukan kesalahan Ailda tapi tuan David juga yang meminta Ailda menjadi Alice.


Ailda memasukan berkas berkas yang ada di lemari Alice yang isinya sudah setengah menjadi milik Ailda, Elive terus melihat gerak gerik Ailda karena takutnya Ailda akan membawa barang milik Alice.


Setelah selesai mengkemas barang, Elive membawa Ailda ke depan pintu keluar.

__ADS_1


"Pergilah aku tak mau kau datang kesini lagi" ucap Elive mengusir Ailda.


Dengan cepat Ailda membawa Alenzo dan menyeret koper untuk pergi dari sana, bahkan Elive tak mau mendengar penjelasan dari Ailda dahulu.


"Nyonya kasihan Nona Alice" ucap pelayan pada Elive.


"Dia bukan Alice dia penipu" teriak Elive pada wajah pelayan itu.


Tak ada yang berani bicara pada Elive lagi karena takut kena marah dan berimbas pada pekerjaanya.


Akhirnya tuan David, dan Jack kembali juga kesana, namun Tuan David dan Jack merasa aneh pada semua pelayan yang hanya menunduk di hadapan tuan David.


"Ada apa ini" tanya tuan David pada seluruh pelayan itu.


"Tuan, Nyonya mengusir Nona Alice" ucap salah satu pelayan.


"Apa" ucap tuan David kaget.


"Dimana Nyonya" tanya tuan David.


"Ada di kamarnya tuan" ucap Pelayan.


"Dad aku akan mencari Alice" ucap Jack yang langsung pergi dari sana mengendarai mobilnya untuk mencari Ailda.


Tuan David masuk kedalam kamarnya dia mendapati Elive yang sedang duduk di ranjang kamarnya.


"Mom apa apaan ini kenapa kau mengusir Alice" sahut tuan David.


"Dia bukan Alice kita Dad, dia orang lain" ucap Elive.


"Dengar kan aku, aku akan jelaskan semuanya" ucap tuan David.


"Tak perlu Dad aku tau semuanya, alice sudah tiada kan karena ulah keluarga Sam aku tau semuanya, malang sekali nasib putri ku" ucap Elive yang langsung menangis.


"Mom, aku tau kau hancur bahkan aku pun sangat hancur saat mendengar kabar itu tapi Ailda datang sebagai Alice itu sudah cukup membuat aku tak merasa kehilangan Alice" ucap tuan David.


"Tapi Dad tetap saja dia bukan alice kita".


" tapi Mom dari pada Memilih Alice kita, Aku lebih baik menjadikan Ailda sebagai anakku" ucap tuan David.


"Tega sekali kau Dad berkata begitu" ucap Elive.


"Kalau kau mau dengannya ikut saja dengannya" ucap Elive.


Tuan David tersentak kaget mendengar hal itu.


bersambung..

__ADS_1


__ADS_2