
Jack sudah pulang ke rumah sedangkan Ailda langsung masuk kedalam kamarnya bersiap karena akan masuk ke kantor walau pun sudah siang hari tapi Ailda harus tetap masuk karena banyak sekali pekerjaanya.
Ailda sudah bersiap dengan memakai pakaian kerjanya, dan Ailda sengaja menguraikan rambutnya hal itu menambah kecantikan yang Ailda miliki.
"Kau akan kerja" tanya tuan David dari ruang tamu dan di sana ada Elive dan Jack juga.
"Ya Dad, pekerjaan aku sangat menumpuk sekarang" ucap Ailda.
"Baiklah kamu hati hati di jalan ya, jangan pulang larut malam Alice" ucap Elive.
"Yes mom" ucap Ailda.
Ailda pun pergi dari sana Elive menatap Ailda yang sekarang sudah menghilang di balik pintu.
"Alice sekarang sangat rajin ya Dad beda dengan Alice dahulu" ucap Elive.
"Sudah Mom, Alice sekarang ya sekarang yang dulu ya dulu" ucap tuan David.
"Kasihan dia, gagal dalam percintaan semoga saja hidupnya bahagia, Dad kalau saja ada laki laki yang dia cintai mungkin Mom akan langsung menikahkannya" ucap Elive.
"Mom Alice masih trauma dengan pernikahan jadi jangan paksa dia menikah".
"Ya Dad".
Jack menatap pada Tuan David dan Elive,
"Al aku harap aku bisa membahagiakan mu, Tuhan kenapa takdir mempermainkan kisah cinta aku ini" batin Jack.
"Jack apa kau mau ke kamar" tanya Elive.
"Ya Mom aku akan ke kamar, aku ingin istirahat" ucap Jack.
"Apa mau anak buah membantumu" ucap tuan David.
"Tak apa Dad aku bisa sendiri ke kamar aku sudah baik kok" ucap Jack.
Kondisi rumah sangat berantakan akibat dekorasi terhenti karena Jack masuk rumah sakit, jadi begitulah rumah tuan David masih banyak bunga yang menumpuk di sudut ruangan rumah tuan David.
"Dad kapan pernikahan Jack akan di langsungkan" tanya Elive.
"Minggu depan saja Mom, Jack masih sangat lemas" ucap tuan David.
"Ya Dad tapi kalau gak di segerakan kasihan Claudia" ucap Elive.
"Dad akan beri tau kabar ini pada Daddy nya Claudia".
Elive berjalan kearah kamar Nenek Mathilda karena akhir akhir ini kesehatannya mulai menurun, dan hal itu membuat Elive menjadi sangat khawatir.
"Mom kau sudah merasa baikan" tanya Elive pada Nenek Mathilda yang terbaring lemah di atas ranjang kamarnya.
"Begini saja" jawab Nenek Mathida.
__ADS_1
Elive memegang tangan Nenek,
"Cepat sembuh Mom, aku tak mau melihat Mom begini" ucap Elive.
"Kau sayang padaku" tanya Nenek.
"Tentu sayang Mom mana ada anak yang tak sayang pada Momnya".
" jaga Alice untukku aku sangat sayang padanya, kau tau Elive Alice sangat mencintai pada Jack aku harap mereka bisa menyatu" ucap Nenek.
"Mom bicara apa mereka kakak adik mana mungkin bisa menyatu, mom ada ada saja" ucap Elive.
"Kau hanya tak tau saja" ucap Nenek.
"Baiklah Mom istirahat saja".
"Elive jaga alice jangan biarkan dia bersedih" ucap Nenek.
"Mom aku ibunya, aku pasti menyayanginya".
"Dia tak akan punya siapa siapa lagi kalau aku sudah tiada nanti" ucap Nenek Mathilda.
"Sudah Mom kau harus istirahat karena bicaramu sejak tadi melantur saja" ucap Elive yang langsung pergi dari sana.
Di luar kamar Nenek Mathilda ada tuan David yang menunggu istrinya.
"Mom kau kenapa" tanya tuan David.
"Dad, Momy bicara melantur" ucap Elive.
"Dad masuk saja sendiri, aku akan menemui Dokter untuk menanyakan masalah ini" ucap Elive langsung pergi dari sana.
Tuan David masuk kedalam kamar Nenek.
"Mom apa kau sudah makan" tanya tuan David.
"Tuan, bisakah kau jaga Ailda untukku aku tak akan bisa membayangkan kalau aku pergi dia tak punya saudara lagi di sini" ucap Nenek sambil menangis.
"Mom bicara apa, kau akan sembuh kau akan baik baik saja".
" aku sudah tua, lebih baik aku pergi dari pada harus menyusahkan kalian".
"Jangan bicara begitu aku senang kau ada di sini berkat kau dan Ailda, Istriku bisa sembuh" ucap tuan David.
"Janji kau akan menjaga Ailda, memberinya kasih sayang layaknya orang tua pada anak nya".
"Aku janji" ucap Tuan David.
"Terima kasih" ucap Nenek yang mulai tenang dan langsung tidur.
**
__ADS_1
Sedangkan di sisi lain Claudia sedang menyekap salah satu anak buah tuan David.
Claudia memakai jaket hitam dan masker yang menutupi wajah dan badannya.
"Katakan rahasia apa yang sedang keluarga Delmar sembunyikan" tanya Claudia pada anak buah tuan David itu.
"Tak ada, lepaskan saya" ucap anak buah itu berontak namun sayang karena tangan dan kakinya di ikat jadi dia tak bisa berbuat apa apa.
"Oh kau menutupinya" ucap Claudia.
"Mau apa kalian".
" lihat ini keluarga kamu bukan, kalau kau tak memberi tauku maka keluarga mu akan mati" ucap Claudia jahat sambil memperlihatkan satu Foto pada anak buah itu.
"Jangan apa apa kan mereka, kau hanya berurusan denganku" ucap anak buah itu.
"Baiklah jawab pertanyaan aku dengan jujur" ucap Claudia.
"apa" tanya anak buah itu.
"Siapa Alice yang ada di rumah tuan David itu" tanya Claudia.
"Tentu saja putri tuan David" jawab anak buah itu.
"Bohong, kau bohong aku sangat tau sikap Alice yang dahulu dia sombong angkuh dan anak yang membangkang" ucap Claudia.
"Lalu Alice sekarang dia sangat baik dan nurut pada tuan David" ucap Claudia lagi.
"Dia berubah" ucap anak buah itu.
"Ck kau pikir aku Bod*h tak ada orang yang bisa berubah dalam waktu satu malam saja" ucap Claudia.
"Mau apa kau bertanya tentang itu" tanya anak buah itu.
"Aku ingin tau saja kebenarannya" ucap Claudia yang tak menampakan wajahnya.
"Dia putri tuan David dan semua orang pun tau itu" ucap anak buah itu.
"Bawa masuk mereka" titah Claudia pada anak buahnya.
Masuk lah keluarga anak buah tuan David kesana.
"Kau beraninya membawa keluargaku" ucap anak buah itu marah.
Claudia membawa cambuk dan menyuruh keluarga anak buah tuan David itu untuk bersujud di kakinya.
"Kau masih tak mau jujur" tanya Claudia yang hendak mencambuk anak dan istri anak buah itu.
"Jangan aku akan jujur" ucap anak buah itu pasrah.
**Bersambung..
__ADS_1
Jangan lupa mampir ke Novel Author yang satu ini ya,, di jamin bikin penasaran**