Pengganti Putri Yang Hilang

Pengganti Putri Yang Hilang
bab 8: Ailda bar bar


__ADS_3

Sisi mendekat kearah Ailda yang masih duduk, Sisi menjambak rambut Ailda sehingga membuat Ailda kesakitan karena Sisi menariknya dengan kuat.


"Aawuu" ucap Ailda kesakitan sambil berusaha melepaskan cengkaraman tangan Sisi pada rambutnya.


Jack langsung menarik tangan Sisi pada rambut Ailda, dengan sekuat tenaganya Jack menjauhkan Sisi dari Ailda.


Akhirnya Jack bisa memisahkan kedua wanita itu,


"Sudah Sisi kau pergi dari sini" ucap Jack sambil mendorong tubuh Sisi.


"Ada hubungan apa kalian hah" tanya Sisi dengan suara tinggi.


"Diam kau jal*ng pergi dari sini, aku pacar Jack jauhi pacarku dan hiduplah seperti apa yang kamu mau, jangan ganggu aku dan Jackku" bentak Ailda pada Sisi.


Jack melongo mendengar ucapan Ailda yang mengaku kalau dirinya adalah pacar Ailda, rasa senang terpancar dari wajah Jack.


"Honey kau tega" ucap Sisi sambil memukul dada bidang Jack.


Saat akan pergi pun Sisi mendorong Ailda sehingga membuat Ailda terhuyung kebelakang dan mengenai meja sehingga membuat pahanya sakit karena terpentok ke meja.


"Huuuh dasar wanita agresif" gerutu Ailda.


Sedangkan Jack hanya menatap Ailda dengan senyuman, Ailda terlihat sangat kesal pada Jack yang tak membelanya tadi.


Ailda langsung melangkah pergi meninggalkan Jack yang masih berdiri senang karena merasa di bela oleh Ailda.


"Dasar bodoh kau Ailda kenapa harus bicara kalau kau pacar tuan Jack, jadi dia merasa kepedean kan sekarang" gumam Ailda yang sudah masuk ke dalam mobil.


Jack mengikuti Ailda masuk kedalam mobil, dia berniat untuk meminta maaf tentang mantan pacarnya itu yang sudah berbuat kasar pada Ailda.


"Maafkan Mantan saya Nona" ucap Jack sambil terus tersenyum karena senang.


"Mantanmu gila tuan dia menjambak rambutku dengan kasar" ucap Ailda sambil memoyongkan bibirnya karena marah dan kesal.


"Iya maaf Nona jangan marah" ucap Jack.


"Jangan anggap benar ucapanku tadi, aku hanya kesal dengan mantanmu itu" ucap Ailda.

__ADS_1


"Jika benar pun gak papa" ucap Jack.


"Euhh diam kau tuan mesum" ucap Ailda kesal.


"Kenapa moodnya bisa rubah rubah apa dia sedang datang buan" batin Jack bertanya tanya.


"Nona kenapa kau gampang berubah tadi kau baik sekarang kau marah marah, bahkan aku baru melihat sifatmu yang bar bar tadi" ucap Jack sedikit meledek.


Ailda langsung tersentak kaget mendengar ucapan Jack dalam hatinya dia bertanya tanya apa benar kalau dirinya suka marah marah dan menjadi bar bar.


"Maafkan aku tuan aku sedang datang bulan" gumam Ailda malu tapi masih bisa di dengar oleh Jack.


"Sudahku duga kau memang sedang datang bulan" ucap Jack yang langsung melajukan mobilnya untuk pulang ke kediaman rumah tuan David.


"apa kau tau Nona dulu saat aku masih sering mengantar Nona Alice kuliah, aku sering di perlakukan begitu oleh Nona Alice" ucap Jack.


"Maksud mu" tanya Ailda heran.


"Dulu usia Nona Alice sekitar 18 tahun dia berkuliah disini dan aku sering mengantarkannya ke kampus, saat dia sedang datang bulan dia sering sekali menyuruhku untuk membeli Jamu karena setiap kali dia datang bulan perutnya suka sakit" ucap Jack.


Ailda hanya menganggukan kepalanya mendengar cerita dari Jack.


"Apa segitunya" tanya Ailda.


Jack menganggukan kepalanya.


"Dia merasa kesakitan saat datang bulan aku kasihan melihatnya" ucap Jack.


FLASH BACK ON.. (2 tahun yang lalu)


Alice si gadis sombong itu memakai gaun berwarna hitam ke kampusnya, karena dia sedang datang bulan dia takut jika sampai darahnya tembus ke baju.


Plakk..


Satu tamparan mendarat di pipi Jack, siapa lagi pelakunya kalau bukan Alice sang majikannya yang sombong dan ingin menang sendiri.


"Kau menamparku kenapa Nona" tanya Jack heran pasalnya dia tak punya salah pada Alice tapi kenapa Alice menamparnya.

__ADS_1


"aku benci mereka Jack, mereka menghinaku karena bajuku penuh Darah hikss" ucap Alice sambil menangis di dalam mobil mewahnya.


"Jangan menangis Nona biarkan mereka" ucap Jack menenangkan.


Namun Alice malah semakin marah dengan Jack bukannya membelanya dia malah menyuruhnya untuk tenang dan jangan menangis.


"Kau sama saja Jack" ucap Alice.


"Bukan begitu aku hanya tak mau kau gegabah" ucap Jack.


"Apa kau tau hah, bahkan mereka mentertawaiku karena aku memakai gaun hitam, dan apa kau tau apa yang mereka katakan? Hah? Mereka menghinaku katanya aku harus pergi kepemakaman karena memkai baju seperti ini hiks" ucap Alice panjang lebar.


Jack tak bicara lagi dia hanya menatap Alice yang tengah sedih itu, pasalnya Alice memang seperti anak kecil jika dia merasa sedih dan menangis.


Tetapi saat dia sudah tak sedih lagi dia akan kembali sombong dan angkuh pada semua orang yang ada di kampus itu.


FLASBACK Off..


Ailda hanya mangut magut pada ucapan Jack yang sedang menceritakan kejadiannya dahulu bersama Nona Alice.


"Jika dia dulu berusia 18 tahun lalu sekarang usianya berapa" tanya Ailda.


"Hampir 21 tahun" ucap Jack.


"Apa? Bahkan aku baru saja masuk 18 tahun" ucap Ailda.


"Apa kau masih kecil" ledek Jack.


"Diamlah walau pun kecil aku juga sudah mengerti tentang dunia tuan Jack" ucap Ailda.


bersambung...


***jangan lupa like comen dan votenya ya...


salam manis Nurleni***..


__ADS_1


mampir juga yuk ke karya pertama Author..


__ADS_2