Pengganti Putri Yang Hilang

Pengganti Putri Yang Hilang
bab 17: kebenaran keluarga Vincen


__ADS_3

Plakk..


Priska menampar Ailda dengan tangannya, Pipi Ailda berdenyut karena tamparan dari Priska yang sangat keras pada pipinya.


Ailda langsung memegang Pipinya itu.


Sakit? Perih? Itu yang sekarang sedang Ailda rasakan.


"Siapa dia Sam? Apa kamu bisa jelaskan" tanya Ailda lagi.


"Alice Alice aku kira kau pintar ternyata kau sangat sangat bodoh, harta saja yang banyak tapi otakmu kecil Alice" ucap Priska.


Priska menatap wajah Ailda yang sudah berdiri lagi, Ailda tak mengerti pada masalah yang sedang dia hadapi sekarang.


"Aku istri Sam dan kau hanya istri keduanya jadi jangan sok belagu bahkan Sam pun tak menginginkan kau Alice" ucap Priska lagi.


"Apa? Tega kau Sam berbuat begitu padaku lihat saja aku akan membalas semua perbuatanmu padaku, aku mau cerai denganmu Sam" bentak Ailda dan langsung pergi.


Namun Sam menghentikannya Sam takut jika penyamarannya akan terbongkar sekarang karena Ailda yang akan memberi taukannya pada tuan David.


"Jangan berani lari dari sini atau aku akan membunuhmu sekarang" ancam Sam.


"Bunuh? Silahkan bunuh aku Sam aku tak takut" ucap Ailda meninggikan suaranya.


"Beraninya kau Alice, bukan hanya kau aku akan bunuh semua keluarga David Delmar termasuk Jack sekali pun" ucap Sam.


Ailda terkejut dia merasa bingung pada Sam kenapa dia sampai ingin sekali membunuhnya padahal dia baru saja kenal dengan tuan David.


Sebuah mobil hitam datang ke halaman rumah yang luas itu, mobil itu terparkir tepat di belakang mobil Sam.


Turunlah seorang lakilaki paruh baya yang memakai jas rapih serta seorang wanita cantik dengan riasan yang tebal.


"Hallo Honey" ucap wanita yang di duga ibunya Sam.


"Mommy kesini juga" ucap Sam.


Priska langsung memeluk ibunya Sam dengan gayanya yang manja, sedangkan Ailda hanya berdiri mematung dia tak bisa bicara apa apa lagi.


"Bawa masuk Alice Sam" ucap tuan Vincen ayahnya Samoel.


Semua orang masuk kecuali Sam dan Ailda yang masih berada di halaman,


"Terimalah semua ini Alice, kalau tidak keluargamu akan aku bunuh satu persatu" ucap Sam.

__ADS_1


Tangan Ailda di cengkram kuat oleh Sam, Ailda di seret masuk kedalam rumah mewah Sam, Mau berontak pun percuma karena Ailda sudah berada di dalam kandang musuh tuan David.


"Lepaskan aku Sam tangan aku sakit" ucap Ailda berharap ada belas kasih dari Sam padanya.


Namun semakin Ailda berontak maka akan semakin membuat Sam menyiksa Ailda dengan sangat jahat.


Brugh..


Tubuh Ailda di dorong oleh Sam sehingga membuat Ailda jatuh di bawah kaki keluarga Vincen, kaki Ailda terkilir dan merasa sakit sekali.


"Awwss" Ailda meringis kesakitan.


"Selamat datang di keluarga Vincen Alice, aku harap kau akan terbiasa dengan semua kemewahan ini" ucap tuan Vincen.


Ailda menatap wajah Ayahnya Sam, telunjuk Ailda menunjuk tepat di wajah tuan Vincen yang sekarang berada di hadapannya itu.


"Kau monster tuan" bentak Ailda.


Plakk..


Tangan besar tuan Vincen menampar Ailda, darah segar mengalir dari sudut bibir Ailda ingin rasanya Ailda menangis sesegukan di hadapan mereka namun Ailda menahannya karena tak mau di bilang cengeng oleh mereka.


"Beraninya kau Alice" geram tuan Vincen.


"Tapi Mom, Daddy sudah benar dengan menampar Alice dia sudah keterlaluan pada Daddy" ucap Sam.


"Tapi Honey kasihan dia" ucap Sara.


"Cukup Mom kamu gak akan tau bagaimana penghianatan David pada perusahaan kita dulu" ucap Tuan Vincen.


"Tapi itu dulu Dad, kita lupakan saja masalalu dan kita buka lembaran baru" ucap Sara.


"Mom kita harus balas mereka dengan setimpal" ucap Priska yang sedari tadi hanya diam.


"Diamlah aku tak meminta bantuanmu" ketus Sara.


Sara sangat tak suka pada Priska bahkan dia tak menyetujui pernikahan Priska dengan Sam namun karena Sam yang memaksa mau tak mau Sara harus mengijinkan.


Priska cemberut karena ucapan mertuanya itu bahkan mertuanya itu menjelekaanya di hadapan Ailda yang sudah sangat siap untuk mentertawainya, pikir Priska.


Sara mendekati Ailda dan merangkulnya.


"Alice pergilah ke kamarmu, istirahat ya kamu pasti cape" ucap Sara.

__ADS_1


"Aku mau pulang" lirih Ailda.


"Alice masuklah dulu ke kamarmu, dan kamarmu ada di sebelah sana" ucap Sara lembut pada Ailda.


"Terima kasih Nyonya".


Ailda berjalan kearah kamarnya yang berada di lantai bawah dan kamarnya cukup luas untuk Ailda, walau pun kamar itu tak memiliki kasur tapi Ailda menerimanya.


Tubuh Ailda terjatuh ke lantai, Ailda menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya Ailda menangis sesegukan, Ailda tak bisa lagi membendung air matanya.


Jujur saja Ailda sangat sakit di perlakukan seperti itu, dalam pikirannya Ailda terus saja memikirkan penghianatan apa yang sudah tuan David lakukan pada tuan Vincen sehingga keluarga Vincen sangat membencinya dan ingin sekali membunuh keluarga Tuan David.


"Nek aku mau pulang hidup kaya tak seindah pikiran ku dulu Hikss hikss" gumam Ailda menangis sesegukan.


Sepanjang hari Ailda hanya mengurung diri saja di kamar barunya, dia sangat malas untuk bertemu dengan Sam apa lagi sakit hati yang belum sembuh akibat sikap Sam padanya membuat Ailda semakin membenci Sam.


Seseorang membuka pintu kamar yang di tempati Ailda, Ailda hanya menatap orang itu sekilas karena tak mau ribut dengan orang sepertinya.


"Alice kamu jangan besar kepala hanya karena Mommy Sara sudah membelamu bukan berarti kamu sudah di terima di keluarga ini" ucap Priska yang baru saja datang ke kamar Ailda.


Ailda tak menggubrisnya dia hanya diam saja mendengar semua ocehan dari mulut Priska yang selalu saja menghinanya.


"Alice aku tau kau orang kaya dan hidupmu penuh dengan kekayaan, dan aku dengar dari orang lain kau itu sombong tapi aku tak melihat sombongmu itu kau sembunyikan dimana sombongmu itu Alice" ucap Priska.


"Atau jangan jangan sombongmu itu pergi ya saat kamu di perlakukan begini oleh Sam hahahaha" ucap Priska lagi sambil tertawa.


Hari ini Sam sedang tak ada di rumah karena harus menyelesaikan pekerjaan di perusahaannya, jadi Priska bebas menyiksa Ailda sepuasnya.


"Alice aku mau kau belikan aku minuman dingin di Mall yang besar itu, jangan menolak aku tak suka dengan penolakkan" titah Priska.


Priska mengambil dompet dari sakunya dia mengambil beberapa lembar uang dan melemparkannya pada Ailda sehingga membuat uang itu berceceran di lantai.


"Ambil dan pergi sekarang aku ingin minuman itu sekarang" bentak Priska sambil mendorong tubuh Ailda.


Ailda hanya menurut saja karena dia takut keluarga tuan David celaka karena ulahnya yang tak mau menuruti permintaan keluarga Vincen.


bersambung..


***kasihan Ailda awas saja ya Sam nanti Author buat kamu menyesal karena sudah memperlakukan Ailda begitu..


jangan lupa like comen dan votenya ya..


salam manis Author***

__ADS_1


__ADS_2