Pengganti Putri Yang Hilang

Pengganti Putri Yang Hilang
bab 73


__ADS_3

Ailda membawa Alenzo bermain di halaman rumah tuan David, hari ini Ailda cuti karena acara pernikahan Jack akan berlangsung satu minggu lagi.


"Bibi lihat pesawatnya terbang" ucap Alenzo yang membuyarkan lamunan Ailda tentang Jack.


"Hah Ya Al, pesawatnya terbang" ucap Ailda tersenyum.


Kemarin Ailda sudah memberitaukan pada tuan David kalau Ailda akan mengadopsi Alenzo sebagai putranya, dan dengan cepat anak buah tuan David mengurusnya.


Ailda sangat kasihan dengan Alenzo karena masih sangat kecil dia tak punya orang tua bahkan tak ada saudaranya juga yang mau mengurusnya.


"Bibi apa aku tak punya Mommy lagi" tanya Alenzo mendekati Ailda.


"Kata siapa" tanya Ailda.


"Mom aku sudah meninggal Bi, dan aku tak akan punya Mom dan Dad lagi" ucap alenzo sendu.


"Jangan bilang begitu ya, Anggap saja Bibi ini Mom kamu" ucap Ailda.


"Kau yakin Bi" tanya alenzo.


"Ya jadi sekarang panggil aku Mommy, dan sekarang kau jadi punya Mommy kan" ucap Ailda.


"Yeayy" ucap alenzo yang langsung memeluk Ailda.


"Tapi Mom dimana Daddy" tanya Alenzo.


"Daddy di sini" sahut Jack yang tak jauh dari sana.


"Daddy" serempak.


"Panggil aku Daddy Al, kau punya Mom dan punya Dad kan" ucap Jack yang ikut duduk di sana.


"Yeayyy" ucap bocah kecil itu sambil tertawa girang.


Satu minggu kemudian.


Acara pernikahan Jack dan Claudia akan di langsungkan besok, semua orang orang mengatur acara dengan sangat baik bahkan sekarang tak ada acara pingit bagi Claudia dan Jack.


Bahkan saat ini pun Claudia ada di rumah Tuan David, dia tersenyum kecut pada Ailda yang sekarang menjadi Alice karena ingin sekali Claudia membongkar semua yang dia tau itu.


Saat ini mereka tengah ada di kamar Nenek mathilda karena sejak tadi Nenek Mathilda mengeluh kesakitan, bahkan Claudia pun membantu mengobati Nenek Mathilda bersama dengan Dokter Pribadinya.


Elive menangis karena tak mampu melihat Nenek Mathilda yang sekarang sedang kesakitan, Ailda mencoba menenangkan Elive supaya tenang dan tak menangis lagi.


"Tenang Mom" ucap Ailda.

__ADS_1


"Alice Nenek" ucap Elive yang langsung memeluk gadis yang mirip dengan putrinya itu.


Akhirnya setelah di periksa Nenek Mathilda cukup baikkan, Dokter di antar oleh Ailda keluar dan di kamar itu hanya ada Elive dan Claudia serta Nenek Mathilda yang terbaring lemah.


"Mom sudah jangan menangis" ucap Claudia.


"Tapi Clau apa Nenek akan baik baik saja" tanya Elive.


"Tentu" ucap Claudia.


"Apa sekarang waktu yang tepat untuk membongkar rahasia itu" gumam Claudia.


Setelah mendengar kebenaran itu Claudia semakin benci dengan Ailda apa lagi Ailda sering dekat dengan Jack, padahal ailda dan Jack dekat pun hanya untuk menanyakan pekerjaan saja.


"Bagaimana kondisi nya sekarang" tanya Elive pada Claudia.


"Mom apa kau masih belum sadar kalau Nenek ini bukan Mommy mu" ucap Claudia.


Elive tersentak kaget bisa bisanya Claudia bicara begitu padanya.


"Bicara apa kamu Clau" tanya Elive.


Claudia memutar bola matanya malas.


"Kau selama ini di bodohi oleh keluargamu Nyonya Elive Delmar" ucap Claudia.


"Lihat ini" ucap Claudia sambil menunjukan Foto kebersamaan Elive dengan ibu kandungnya yang sudah tiada.


"Dia Momy Mu, namanya Emeli dan dia sudah tiada sekarang bahkan kau lah yang melihatnya melepaskan nyawa karena serangan jantung" ucap Claudia.


"Tidak kau bohong" ucap Elive.


"Ck kau masih tak percaya pada ku padahal yang berbohong itu suami mu putri mu yang kau sayangi itu, buka matamu lebar lebar Nyonya lihat wanita tua ini bahkan tak ada yang mirip denganmu karena dia bukan ibumu dia hanya seorang wanita biasa yang duduk di atas kursi roda dan kau menganggapnya sebagai ibu mu karena kau sedang sakit Nyonya Elive Delmar" ucap Claudia.


Elive memegang kepalanya, kepalanya terasa sangat pusing dan sangat sakit.


"Kau tau Alice Delmar dia sudah meninggal, putri semata wayang mu sudah meninggal dan orang yang ada di sini adalah orang lain yang kebetulan mirip dengan putrimu".


"Diam kau, kau terlalu banyak bicara" ucap Elive.


"Ck kau seharusnya berfikir Nyonya tidak ada manusia yang akan berubah secepat itu, kau sangat paham betul Sifak anakmu dia sombong, angkuh bahkan dia tak mau punya ibu sepertimu dan Alice yang sekarang ada di rumah ini dia sangat baik dan sangat penurut karena dia bukan alice mu dia orang lain dan suami mu yang membayarnya".


"Arrrggghh" Elive mengerang kesakitan karena mendengar kebenaran itu.


Tubuhnya lemas dia terduduk di lantai sedangkan Claudia hanya melipat tangan di dada bahkan tak mau membantu Elive yang sekarang sedang kesakitan.

__ADS_1


Ailda, Alenzo, tuan David, dan Jack sedang berjalan kearah kamar Nenek Mathilda, namun betapa terkejutnya mereka saat melihat Elive sedang terduduk di lantai sedangkan Claudia hanya memandanginya.


"Mom" sahut Ailda yang langsung mendekat.


Ailda memegang bahu Elive namun Elive mendorong Ailda dan membuat Ailda terjatuh ke belakang.


"Aggghhhh Mom Dia pembunuh" teriak Alenzo yang melihat Claudia ada di sana.


Bocah itu sangat ketakutan bahkan tubuhnya bergetar hebat karena takut sekali melihat Claudia.


Ailda dengan cepat memeluk tubuh kecil itu membawanya pada pelukannya.


"Kau kenapa Al, tenang ya ada Mom disini" ucap Ailda.


Tuan David membantu Elive untuk bangun dan mendudukannya di ranjang sebelah Nenek Mathilda yang sedang berbaring lemah.


"Mom Al takut ada pembunuh" teriak alenzo yang semakin ketakutan melihat Claudia.


"Apa yang kau lakukan pada Mom Elive, Claudia" tanya Jack menatap tajam pada Claudia.


"Tak ada aku hanya bicara tentang kebenaran Alice dan wanita ini saja" ucap Claudia.


"Apa yang kau bicarakan" tanya Jack mencekal kuat tangan Claudia.


"Sakit Lepas Jack" ucap Claudia.


"Bilang padaku apa yang kau bicarakan" ancam Jack.


"Aku bilang kalau Alice sudah meninggal dan Nenek itu bukan Ibunya dia Nenek wanita itu, benar kan kalian menyembunyikan masalah ini dari Nyonya Elive" ucap Claudia.


"Brengs*k" umpat Tuan David marah.


Plakkk..


Tuan David menampar Claudia dengan sangat keras.


Sehingga membuat suaranya bergema di ruangan itu.


"Beraninya kau ikut campur pada keluargaku" ucap Tuan David.


"Aku berhak karena aku akan segera menjadi keluarga kalian" ucap Claudia.


"Baiklah aku membatalkan perjodohan ini, dan kau sekarang bukan siapa siapa lagi" ucap tuan David.


"Tidak, tidak bisa begitu kita sudah melakukan persiapan bahkan pernikahannya akan di lakukan besok" ucap Claudia.

__ADS_1


"Aku tak sudi menikah dengan wanita seperti mu" ucap Jack.


__ADS_2