
Malam harinya kira kira pukul sebelas malam tepat para mafia di rumah Sam sudah bersiap dengan senjatanya karena malam ini mereka akan menyerang rumah kediaman tuan David.
"Kita akan dengan mudah melawan musuh tuan karena yang aku dengar dari anak buahku yang memantau disana, keluarga tuan David sudah tidur pulas" ucap anggota mafia itu.
"Bagus sekarang kita serang rumah David Delmar" ucap Vincent.
Semua anak buah dan anggota mafia lainnya sudah menaiki mobil dan akan melaju ke sana sedangkan tuan Vincent, Sam dan Naga masih berada di sana memastikan kalau Ailda dan Priska di bawa ke tempat markas mereka.
Dengan di tutupi kain mata Priska dan Ailda tak bisa melihat apa apa dengan lakban yang menempel rapat jadi mereka tak bisa bicara sepatah kata pun.
"Bawa mereka sekarang jaga dengan ketat, kami akan kesana" ucap Naga.
"Baik tuan".
Mobil Sam sudah melaju meninggalkan kediamannya menuju kediaman tuan David Delmar, dan sekarang waktunya anak buah tuan David yang sedari tadi memantau mereka dari kejauhan mengikuti mobil yang membawa Ailda dan Priska.
📨📨
" tuan kami sudah dapat, aku akan kirim lokasinya kalau sudah bertemu dengan Nona Alice" pesan anak buah itu apa Jack.
"Ikuti mereka jangan sampai mereka menyakiti Alice sedikit pun" balas Jack.
"Baik tuan kalian berjaga jaga lah di sana".
📨📨
Dengan cepat anak buah itu memasukan ponselnya kedalam saku celananya dan pergi mengikuti mobil itu, dengan kecepatan tinggi mobil itu melaju dengan sangat sempurna karena jalanan sedang sepi karena sudah malam.
Sedangkan di dalam mobil yang membawa Ailda dan Priska, seorang anak buah Sam sedang menatap mobil anak buah Jack dengan sangat teliti.
"Aku rasa mobil itu mengikuti kita" ucapnya.
"Mana mungkin tak akan ada yang tau kan kita membawa kedua wanita ini".
Di dalam mobil anak buah Jack menggerutu karena dia bisa dengan jelas melihat kalau salah satu anak buah Sam mencurigainya apa lagi tatapannya sangat jelas terlihat mengintimidasi.
"Sial kenapa mereka melihat mobil ini dengan tatapan begitu, aku harus atur rencana" gumam anak buah Jack yang hanya sendirian.
Anak buah Jack membelokan mobilnya ke jalan yang lain jadi sekarang posisi mereka tak lagi berdekatan karena terhalang trotoar jalanan.
Namun dengan cepat dan tepat anak buah Jack mengikuti mobil anak buah Sam, sampai sampai anak buah Sam tak lagi mencurigai mobil itu.
"Tuh kan aku bilang apa tak ada yang akan tau kalau kita membawa wanita ini" ucap anak buah Sam.
"Ya aku hanya merasa curiga saja".
Sedangkan di kediaman tuan David Delmar, tuan David dan Jack sedang mengevakuasi para pelayan rumahnya untuk bersembunyi di ruang bawah tanah yang tak banyak orang tau.
Bahkan Elive dan Nenek Mathilda pun sudah di bawa kesana karena tak mau sampai mereka celaka karena penyerangan ini.
"Dad ada apa ini kenapa kalian membawa semua pelayan kesini" tanya Elive bingung.
"Mom sekarang akan ada orang yang menyerang rumah kita makannya kalian sembunyi di sini, Daddy dan Jack sudah membawa makanan dan minuman di sini kalau kalian semua lapar kalian bisa makan" ucap tuan David.
"Baik tuan" serempak.
"Baiklah Mom aku dan Jack harus berjaga jaga lagi karena musuhnya mungkin sedang dalam perjalanan" ucap Tuan David.
"Dad hati hati ya jangan sampai ada yang celaka" ucap Elive.
__ADS_1
"Daddy tak bisa janji Mom".
Setelah memastikan semuanya aman, Tuan David dan Jack kembali lagi ke ruang tengah memastikan kalau anak buahnya sudah siap.
" jangan sampai ada yang tau pergerakan kita, aku tau di luar ada yang sedang memantau kita, biarkan saja pak Satpam ada di depan dan berjaga seperti biasanya".
"Tapi Dad kalau tidak di amankan pak Satpam itu pasti akan mati" ucap Jack.
"Percaya pada Daddy kalau kita panggil dia pasti anak buah Vincent akan curiga".
" baik Dad".
Sedangkan anak buah Naga sudah mengepung kediaman tuan David, tetapi karena belum mendapat arahan dari tuanya mereka tak berani masuk walau selangkah pun.
"Lihat Naga, bahkan David itu sangat ceroboh dia hanya menaruh satu satpam saja di depan gerbangnya" ucap Vincent.
"Biar aku yang tangani dia" ucap Naga yang langsung berjalan untuk bertemu dengan satpam itu.
"Permisi pak" ucap Naga.
"Ya tuan ada yang bisa saya bantu" tanya pak Satpam.
"Apa tuan David Delmar dan keluarganya ada di dalam rumahnya" tanya Naga.
"Ada tuan apa anda mau bertemu dengannya, biar saya panggilkan" ucap pak Satpam itu.
"Ahh tidak usah biar saya sendiri yang masuk bolehkan" ucap Naga.
"Tapi apa anda sudah buat Janji terlebih dahulu" tanya pak Satpam.
Namun Naga tak menjawab dia langsung menonjok pak satpam itu dan membuat pak Satpam itu pingsan.
Karena merasa di perintahkan semua anak buah langsung masuk ke halaman rumah tuan David, tapi dengan pelan sehingga tak menimbulkan suara sedikit pun.
"Kita tunggu saja di sini" ucap Naga.
"Tidak aku mau melihat detik detik David mati" ucap Vincent.
"Baiklah kita lihat di dalam" ucap Naga.
Sedangkan Sam langsung pergi dari sana karena ingin melihat keadaan Ailda dan Priska yang sedang di sekap.
"Serang" teriak Naga pada anak buahnya.
Dorr.
Dari dalam rumah terdengar ada suara tembakan padahal anak buahnya belum ada yang meloloskan peluru satu pun, semuanya langsung berhenti di tempat.
Dan sekarang adalah waktu yang tepat untuk anak buah tuan David keluar dari tempat dan benar saja semua orang yang ada di sana terkejut karena lawan mereka ternyata sangat banyak di banding anggotanya.
"Lawan kita bukan orang sembarangan Kak" ucap Naga pada Vincent.
"Aku tak sangka kalau David juga punya anak buah" ucap Vincent.
"Kita lawan saja, tanggung kita sudah kesini" ucap Naga.
"Serang" teriak Jack memerintahkan anak buahnya.
Semuanya melakukan penyerangan hingga ada yang memakai senjatanya bahkan salah satu anak buah Tuan David ada yang memakai samurai bahkan memakai pistol.
__ADS_1
Hiya..
Slahh..
Dorrr
Dorr
Bum.
Bumm
Suara perkelahian terdengar jelas di halaman rumah tuan David, bahkan banyak sekali anak buah Naga dan anak buah tuan David yang terkena peluru.
Setelah beberapa jam mereka bertarung bahkan tuan David, Vincent dan Naga pun harus turun tangan di perkelahian ini hingga akhirnya tuan David berhasil menyandra Vincent.
"Simpan senjata kalian atau peluru ini akan bersarang pada kepala dia" sahut tuan David.
Hening...
Semua anak buah Naga menaruh semua senjatanya di tanah begitu juga dengan Naga yang tak punya pilihan lain lagi.
"Bawa senjata mereka" titah tuan David.
Anak buah Jack membawa semua senjata yang berserakan di tanah bahkan Naga pun hanya diam saja karena mau berontak pun tak guna karena pasti dia akan kalah.
"Ikat mereka semua" titah Tuan David.
Saat akan di ikat Naga memukul anak buah tuan David dan dia lari dari sana melangkahi tembok yang sangat besar dan menjulang tinggi itu.
"Tangkap dia jangan biarkan lolos" sahut Jack.
"Sudah Jack biarkan saja, kita kan sudah dapat biang keroknya" sahut tuan David.
📨📨
Tuan Jack kami berada di lokasi ini segera lah kemari.
📨📨
Jack mendapatkan pesan lokasi dari anak buahnya, dengan cepat Jack memberi taukan pada tuan David.
"Dad aku harus pergi menyelamatkan Alice" sahut Jack.
"Pergilah".
Jack di temani oleh dua anak buannya karena yang lain harus tetap di sana karena harus berjaga jaga supaya tak ada yang kabur lagi.
Jack dengan memakai motor dia langsung menuju ke lokasi tersebut bahkan kedua anak buahnya itu setia mengikuti Jack.
Sedangkan di markas besar milik Naga, Sam sudah berada di sana dan sedang memandang kedua istrinya yang sudah berani menghianatinya.
"Kau kemana kan berkas berkas penting milikku Priska" tanya Sam sambil membukakan lakban yang menutupi mulutnya.
"Aku gak tau Sam, dan apa kau yakin itu semua milikmu bukannya kau juga merebutnya dari orang lain" ucap Priska memancing emosi Sam.
Sam mendekat ke arah Priska dan..
Plakkk..
__ADS_1