
Hari demi hari telah berlalu Jack semakin tak suka dengan acara pernikahan yang akan dia laksanakan besok bersama dengan Claudia.
Siang ini Jack sedang berada di ruangan bawah tanah sendirian, dia sedang meminum minuman beralkohol bahkan Jack sudah menghabiskan begitu banyak minuman dalam botol itu.
Matanya merah, mulutnya sejak tadi meracau tak jelas karena baru sekarang Jack mabuk sampai separah ini, kalau hari hari biasa dia hanya minum satu botol saja itu pun di larang oleh Ailda.
Sedangkan Ailda sejak tadi mencari cari Jack karena sekarang Jack harus mencoba pakaiannya karena kemarin kemarin Jack dan Claudia tak melakukan fiting gaun pengantin.
"Apa kau melihat Jack" tanya Ailda pada anak buahnya.
"Tidak Nona" jawab anak buahnya.
"Alice bagaimana apa Jack sudah ketemu" tanya Elive yang ikut mencari Jack juga.
"Tidak Mom, aku sudah mencarinya di kamarnya di kamar Nenek di kamar tamu bahkan di kamar aku pun tak ada Mom" ucap Ailda.
"Mom akan cari ke ruangan Daddy kamu siapa tau saja Jack ada di sana" ucap Elive.
"Ya mom".
"Nona apa mungkin tuan Jack sedang gugup karena akan menikah" ucap anak buahnya.
"Hey kau mana ada tuan gugup, dia itu sangat kuat dan tegas masa sama pernikahan takut" ucap anak buah yang lainnya.
"Hey bukan kah dulu juga kau sembunyi di kamar mandi saat pernikahan mu akan berlangsung" ucap anak buah yang lain.
"Sudah kalian ini kenapa jadi berantem, kita cari saja Jack bicarakan hal itu nanti saja" ucap Ailda tertawa karena mendengar hal itu.
"Baik Nona" ucap anak buah itu.
Ailda berjalan kearah dapur disana banyak sekali orang orang yang sedang memasak, tapi Ailda tak berhasil menemukan Jack di sana.
"Nona ada yang bisa saya bantu" tanya anak buah tuan David yang melihat Ailda kebingungan mencari cari sesuatu.
"Aku mencari Jack, kau tau dia dimana" tanya Ailda.
"Oh tuan, dia berada di ruang bawah tanah Nona" jawabnya.
"Apa ruang bawah tanah" tanya Ailda terkejut karena Ailda berfikir untuk apa Jack masuk ke ruangan bawah tanah.
"Bisa antar aku kesana" tanya Ailda.
__ADS_1
"Mari Nona" ucap anak buah itu mempersilahkan Ailda untuk berjalan mengikutinya.
"Oh ya apa saat kamu menikah kau sangat gugup" tanya Ailda penasaran pada ucapan anak buah yang tadi.
"Tidak Nona biasa saja" jawabnya.
"Lalu apa kau percaya kalau Jack merasa gugup karena akan menikah" tanya Ailda lagi.
"Aku gak percaya Nona, Tuan tak akan merasa gugup hanya karena pernikahan namun tuan sedang sedih Nona karena dia menikah dengan orang yang bahkan tak ada dalam hatinya".
" kau tau dari mana" tanya Ailda.
"Nona semua orang tau kalau tuan itu suka pada anda, namun karena kalian saudara jadi orang lain menepisnya, maafkan saya Nona karena lancang bicara seperti ini" ucap Anak buah itu.
"Tak apa, aku mau masuk" ucap Ailda langsung masuk kedalam pintu bawah tanah.
"Hati hati Nona tangganya licin" ucap anak buah itu.
Dan benar saja tangga itu sangat licin bahkan membuat Ailda terpeleset namun dengan cepat Ailda berpegangan pada tembok sekitar tangga itu.
Ailda berhasil menuruni tangga satu persatu dan sampai di ruangan bawah tanah, keadaan di sekeliling sangat sepi bahkan cukup gelap karena hanya ada satu lampu saja yang menyala.
Ailda menekan tombolnya dan tiba tiba lampunya hidup semua dan ruangan itu jadi terang.
Ailda mencari kesekeliling tak ada Jack namun telinga Ailda mendengar racauan seseorang yang tak jauh dari tempatnya berdiri.
"Jack apa itu kau" sahut Ailda memanggil Jack.
Tak ada jawaban karena sekarang Jack sudah terkapar lemah namun mata nya masih melihat walau blur dan mulutnya meracau tak jelas.
Ailda menemuka Jack di balik tumpukan dus yang berisi kertas kertas yang tak terpakai.
"Ya ampun Jack kau kenapa" tanya Ailda panik karena Jack berbaring lemah.
Ailda menepuk nepuk pipi Jack untuk menyadarkannya namun tetap saja tak ada jawaban.
"Kau jahat Al"
"Kau Munafik"
"I love Al".
__ADS_1
" aku hanya ingin kau bukan wanita jal*ng itu Al" begitulah kira kira racauan Jack yang terdengar oleh Ailda.
Ailda membantu membangunkan Jack dan memapahnya menuju tangga untuk keluar dari sana, walau pun dengan susah payah Ailda tetap memapah Jack meskipun sesekali tubuhnya terjatuh bersama dengan Jack.
Karena Jack sangat berat bahkan Ailda pun dengan sekuat tenaga membangunkan lagi Jack yang terjatuh karena sempoyongan.
"Hey kau turunlah" teriak Ailda pada anak buah yang sejak tadi masih ada di sana.
"Siap Nona saya akan turun" ucap anak buah itu turun karena di perintahkan oleh sang Nona.
"Nona tuan Jack kenapa" tanya anak buah itu.
"Jangan berisik aku mau kau membantuku membawa Jack keluar dari sini tapi jangan sampai ada orang yang tau, karena akan terdengar memamalu kan kalau seorang pengantin laki laki mabuk berat saat akan menikah" ucap ailda.
"Siap Nona tapi bagaimana caranya" tanya anak buah itu.
Mereka berfikir sangat keras.
"Bagaimana caranya supaya orang lain tak melihat Jack" gumam ailda sambil berpikir.
"Aku punya ide, kita masukan Jack pada dorongan itu bilang saja pada semua orang kalau itu barang bukan Jack" ucap Ailda.
"Baik Nona akan saya coba" ucap anak buah itu.
Mereka berdua mengangkat tubuh Jack dan memasukannya pada Dorongan mirip troli itu namun yang ini seperti gerobak tertutup.
Akhirnya Jack bisa masuk juga dengan cepat Ailda menutupi tubuh Jack dengan banyak kain yang akan di pakai untuk mendekor rumah itu.
"Ayo kita ke atas" ucap Ailda.
Sedangkan anak buah itu hanya menatap tak percaya pada Ailda karena, yang tangga yang akan mereka lewati itu sangat panjang dan terlebih lagi sangat licin.
"Nona bagaimana" tanya anak buah itu.
"Ayo dorong kita sama sama mendorong Troli ini sampai atas.
" ya ampun bagaimana ini, apa Nona tak sadar kalau tangga itu sangat panjang bahkan mustahil aku bisa mendorongnya sampai atas" batin anak buah itu.
Bersambung..
Pantengin like dan komennya ya...
__ADS_1