Pengganti Putri Yang Hilang

Pengganti Putri Yang Hilang
bab 66


__ADS_3

Ailda, Rio, dan Jeni sudah sampai di apartemen keluarga Rio, Ailda di jamu dengan sangat ramah oleh Mommynya Rio karena jarang jarang Alice Delmar mau mampir ke rumah seseorang.


"Makanlah Alice, ini semua untukmu" ucap Mommynya Rio ramah pada Ailda.


"Terima kasih Bibi" ucap Ailda.


"Mom ada hal yang ingin aku bicarakan" ucap Rio memulai pembicaraan sedangkan Jeni sejak tadi hanya diam saja dan menunduk.


"Apa bicarakan saja Rio" ucap Momnya.


Rio memberi kode pada Ailda namun belum Ailda bicara dia langsung menatap pada seorang laki laki yang datang bersama tuan Ayal Daddynya Rio.


"Sam" gumam Ailda.


Ya, laki laki yang bersama tuan Ayal itu adalah Samoel mantan suaminya dahulu.


"Ak - aku" ucap Ailda terbata bata tapi matanya tetap menatap pada Sam dan tuan Ayal yang sedang masuk kedalam apartemen itu.


"Alice kau kenapa" tanya Rio yang melihat kalau Ailda sangat ketakutan bahkan tangannya saja sampai bergetar.


"Hah aku tak apa" ucap Ailda, ingin sekali rasanya dia pergi dari sana namun dia tak mungkin meninggalkan Jeni dan Rio begitu saja.


"Tenang Ailda tenang, kau kuat kau bisa melewati ini, itu hanya Sam dan kau sudah melupakannya" batin Ailda menyemangati dirinya sendiri supaya luka lama itu tak datang lagi.


"Apa kau baik baik saja Alice" tanya Momynya Rio.


"Ya aku baik" ucap Ailda yang sudah mulai tenang.


"Dad kau sudah pulang, syukurlah lihat ada alice datang kesini" ucap Momynya Rio pada tuan Ayal suaminya.


"Wah Alice kapan kau datang" tanya tuan Ayal ikut bergabung di sana sedangkan Sam duduk di samping tuan Ayal dan tersenyum manis pada mantan istrinya itu.


"Tadi sore tuan" jawab Ailda.


"Dad katanya Rio mau bicara, mau bicara apa Rio bicaralah mumpung sekarang banyak orang" ucap Momnya Rio.


"Mom dad aku mau menikah" ucap Rio.


"Bagus Rio, tuh kan Mom Daddy sudah bilang kalau Rio dan Alice itu akan serasi" ucap tuan Ayal senang.


"Ya Dad akhirnya Rio akan menikah juga" ucap Momnya Rio.


"Bukan tuan, bukan dengan aku" bantah Ailda pada tuan Ayal yang masih merasa senang.

__ADS_1


"Lalu dengan siapa" tanya tuan Ayal bingung.


"Dengan dia tuan dia Jeni pacarnya Rio, bahkan kami tak punya hubungan apa apa tuan aku dan Rio hanya teman kerja saja" ucap Ailda menjelaskan.


Tuan Ayal hanya diam saja terlihat kekecewaan di wajahnya, sedangkan Mommy nya Rio hanya menatap pada Jeni yang sekarang masih menunduk.


Brakk..


Tuan Ayal menggebrak meja membuat semua makanan dan minuman tumpah ke bawah dan berserakan di lantai, semua orang terkejut melihat tuan Ayal marah.


"Bisa bisanya kau pacaran dengan wanita yang tak tau asal usulnya Rio" ucap tuan Ayal marah.


"Dad tapi aku dan Jeni saling mencintai" ucap Rio.


"Cinta? Kau bilang cinta bahkan cintamu itu hanyalah cinta monyet Rio" ucap tuan Ayal.


"Tapi Dad" ucap Rio terpotong karena tuan Ayal menatapnya dengan tajam.


Sam berdiri dari duduknya dia berpamitan dengan tuan Ayal karena ini adalah masalah keluarga tuan Ayal, Sam merasa tak enak kalau dirinya masih ada di sana.


"Tuan saya permisi, besok aku akan datang lagi" ucap Sam.


"Maaf tuan Sam semuanya menjadi kacaw" ucap tuan Ayal.


Tuan Ayal hendak masuk kedalam kamarnya, niatnya ingin menenangkan amarahnya.


"Dad Jeni sedang mengandung anakku" sahut Rio lagi dan mampu menghentikan langkah tuan Ayal bahkan membuat tuan Ayal semakin marah.


"Oh my god Rio kau gila" sahut mommynya Rio terkejut karena tak menyangka kalau anaknya berbuat begitu pada wanita yang bahkan orang tua nya tak tau asal usulnya.


"Aku tak akan pernah memberikan kau restu Rio, dan ingat satu hal ini jangan panggil aku Daddy lagi" ucap tuan Ayal datar dan langsung masuk kedalam kamarnya.


"Aku gak peduli Dad" teriak Rio.


"Rio kau sungguh gila" ucap Mommynya Rio terduduk di sofa karena tak percaya.


Ailda mendekat kearah Momnya Rio, Ailda mencoba menenangkan Momnya Rio.


Rio membawa Jeni keluar dari apartemen itu meninggalkan Ailda yang masih duduk menenangkan Momnya.


"Rio Momy Mu menangis" ucap Jeni saat Rio membawanya untuk keluar.


"Biarkan saja" ucap Rio.

__ADS_1


"Ya ampun salah apa aku sampai anakku melakukan ini" ucap Momnya menangis sesegukan.


"Bibi aku pamit, maaf aku tak bisa lama lama di sini, Bibi maafkan aku tapi aku tak mau memisahkan mereka kasihan anak dalam kandungannya" ucap Ailda.


"Tak masalah kau tak salah" ucap Momnya Rio.


"Aku pergi, tapi Bibi saran aku terima lah sebentar lagi kau akan punya cucu" ucap Ailda yang tak di tanggapi oleh Momynya Rio.


Ailda keluar dari apartemen itu dan di basemen ada Rio dan Jeni yang menunggunya.


"Alice terima kasih sudah membantuku" ucap Rio berterima kasih pada Ailda.


"Tak masalah" ucap Ailda.


"Nona kau sangat baik, maaf karena kami kau harus ada dalam situasi ini" ucap Jeni memeluk Ailda.


"Ah tak apa aku senang karena kalian bersama tapi maaf aku tak bisa meyakinkan Momy kamu Rio" ucap Ailda.


"Biarlah aku tak mau menjadi robot mereka lagi" ucap Rio.


"Oh ya Alice mau aku antar pulang" tanya Rio.


"Tak apa Rio aku bisa naik taksi".


" tapi ini sudah malam biar aku antar saja".


"Tak usah lagian kalian juga harus mencari tempat tinggalkan" ucap Ailda.


"Ya tapi".


" aku bisa pulang sendiri, kalian jangan cemas" ucap Ailda kekeuh.


Ailda pulang ke rumahnya dengan naik taksi, di kediaman tuan David orang orang masih sibuk mempersiapkan acara pernikahan Jack dan Claudia yang akan di adakan sepuluh hari lagi.


Ailda merebahkan dirinya di ranjang kamarnya, matanya menatap pada langit langit kamarnya.


"tuhan aku harap mereka akan hidup bahagia, tapi tuhan kapan aku akan bahagia aku lelah harus seperti ini terus selama ini aku menyembunyikan rasa cinta aku ini di hadapan Jack tapi tetap saja aku tak bisa, apa lagi Jack dan Claudia mereka akan menikah lalu aku bagaimana" gumam Ailda tak terasa air matanya menetes.


Ailda melihat kalung yang waktu itu di berikan oleh Jack saat pernikahannya, Ailda selalu memakai kalung itu karena dia tak pernah bisa melepasnya, bahkan Ailda hanya bisa menyembunyikan liontin pada kalungnya yang berinisial A itu ke belakang lehernya.


"aku lelah tuhan" gumam Ailda tanpa terasa matanya mulai berat dan Ailda pun tertidur dengan sangat lelap karena siang tadi dia sangat kecapean.


Bersambung..

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya ya..


__ADS_2