Pengganti Putri Yang Hilang

Pengganti Putri Yang Hilang
bab 28: Hamil?


__ADS_3

Plakk..


Ailda menampar Jack dengan sangat keras dia tak menyangka kalau Jack akan sebejad itu padanya, sedangkan status Ailda sekarang adalah seorang istri walau pun Sam menikahi Ailda hanya karena balas dendam namun Ailda menganggap ikatan pernikahan itu ikatan yang suci dan dia tak bisa seenaknya tidur dengan pria lain.


"Aku mau pulang" ucap Ailda kesal.


"Dengarkan aku Ail, aku sayang kamu maaf aku tadi terlambat dan maaf juga untuk ciuman tadi" ucap Jack sungguh sungguh.


"Apa?" tanya Ailda yang merasa luluh pada ucapan Jack.


"Aku sangat mencintaimu Ail maukan kau jadi istriku" tanya Jack.


"Tapi tuan Jack aku gak bisa aku sudah punya suami, kau tau itu kan" ucap Ailda.


"aku akan bantu kamu bebas dari Sam dan aku akan segera menikahimu" ucap Jack.


"Tapi bagaimana dengan Dokter Clau nantinya apa kau akan menolak permintaan Nyonya Elive" ucap Ailda.


"aku akan coba untuk bicara pada Nyonya Elive jika aku tak mau menikah dengan Clau" ucap Jack.


"T-tapi.. " ucap Ailda terpotong karena jari tangan Jack menempelkannya pada bibir Ailda, mengusap usap bibir Ailda dengan lembut.


"Tuan Jack aku belum siap" ucap Ailda.


"Aku tak terburu buru Ail" ucap Jack.


"Aku harus pulang sekarang, bolehkan" tanya Ailda.


Jack menganggukkan kepalanya.


"Aku hanya ingin menciummu sekali saja bolehkan" tanya Jack.


Ailda mengangguk mereka berdua berciuman mesra namun dengan cepat Jack melepaskannya karena tak mau hasratnya yang selama ini dia tahan kembali muncul lagi.


"Aku akan antar" ucap Jack salah tingkah karena di tatap oleh Ailda.


Begitu juga Ailda dia merasa canggung dekat dengan Jack apa lagi baru beberapa menit yang lalu Jack mengutarakan perasaannya pada Ailda.


"Aku" ucap keduanya barengan.


Mereka langsung melirik satu sama lain karena sudah bicara barengan.


"Bicaralah" ucapnya barengan lagi.


Hal itu membuat keduanya menjadi canggung dan salah tingkah padaha saat Jack pernah pacaran dengan Claudia dulu dia tak pernah merasakan canggung begini.

__ADS_1


"Baiklah kau duluan saja Ailda" ucap Jack.


"Aku akan mengabarimu nanti untuk membicarakan masalah ini, aku harap kejadian ini tak pernah terjadi lagi" ucap Ailda.


"aku akan selalu membawa ponsel milikku kemana pun aku pergi" ucap Jack.


"Baiklah".


Begitu pun di dalam perjalanan mereka sibuk dengan pikirannya masing masing hingga membuat suasana mobil menjadi dingin dan terasa semakin canggung.


Ailda tak berani memulai percakapan karena untuk saat ini dia sudah merasa kehabisan kata kata untuk mengajak ngobrol Jack yang sekarang sudah menghangat padanya.


"Kabari aku jika mereka melakukan hal jahat padamu" ucap Jack saat mobil sudah terparkir di jalan dekat rumah Sam.


"Baiklah terima kasih" ucap Ailda.


Namun saat Ailda hendak turun dari mobil Jack menghentikan langkahnya.


"Tunggu Ailda".


" ada apa tuan Jack" tanya Ailda.


"Good Night" ucap Jack.


Jam sudah menunjukan pukul delapan malam, Ailda belum juga keluar dari dalam kamarnya membuat Nick dan Sam merasa cemas dengan keadaan Ailda yang tak kunjung keluar.


Sam berniat untuk menanyakan Ailda pada pelayannya, namun Nick yang melihat hal itu langsung mengikuti kemana kakaknya pergi bahkan Nick pun membuntuti kakaknya sampai masuk dapur.


"Kau mau apa Nick menguntit saja" tanya Sam bingung melihat tingkah adiknya itu yang sangat aneh baginya.


"Aku mau ambil minum" ucap Nick berbohong karena tak mau Sam curiga kalau Nick sedang mengikutinya untuk mencari informasi tentang Ailda.


Sam tak memperdulikan lagi Nick dia langsung bertanya pada Pelayan dimana Alice nya berada karena sejak siang tadi Ailda tak kunjung keluar.


"Dimana Alice" tanya Sam pada pelayan sedangkan Nick sedang berdiri tak jauh dari tempat Sam.


"Ada di kamarnya tuan, mungkin Nona sedang kurang sehat jadi dia tak keluar kamar sejak tadi" jawab Pelayan.


"Apa sakit" tanya Sam.


"Mungkin tuan".


"Aku akan melihatnya" ucap Sam sambil berjalan mendekati kamar Ailda.


"Alice apa kau ada di dalam" tanya Sam sambil berteriak dari luar kamar.

__ADS_1


Sedangkan Ailda yang sekarang sudah berganti baju pun langsung mendekati pintu dan membukanya, bahkan Nick yang penasaran pun ada disana mendampingi Sam hanya untuk melihat Ailda.


Ceklek.


"Ada apa Sam" tanya Ailda lesu.


"Kau sakit Alice biar aku antar kau ke dokter" ucap Sam khawatir.


"Tidak usah aku hanya pusing saja" ucap Ailda namun tiba tiba perutnya terasa sakit dan rasanya Ailda hendak muntah.


Ueeekkk..


Ailda mendekap mulutnya karena terasa ingin sekali muntah, Ailda kemudian berlari kearah Wastafle dan hendak muntah tapi tetap saja tak ada yang keluar.


"Alice kau kenapa" tanya Sam.


"Tuan, Non Alice kenapa" tanya pelayan yang sudah menjadi temannya Ailda.


"Aku gak tau" jawab Sam.


"apa Non Alice sedang hamil" ucap pelayan itu.


Semua orang terkejut termasuk Priska yang baru saja datang kesana untuk melihat ada keributan apa di dapurnya.


"Apa Alice hamil jangan bilang kalau kau yang menghamilinya" sahut Priska pada Sam.


"Diam kau" ucap Sam mengabaikan pertanyaan Priska.


"Alice aku akan mengantarmu ke Dokter ya" ucap Sam pada Ailda.


"Tidak Sam aku hanya ingin istirahat saja" ucap Ailda semakin lemas.


"Aku akan antar kamu ke kamar Alice" ucap Sam namun dengan cepat Priska mencengkal tangan Sam.


"Biar pelayan saja yang antar kau ikutlah bersamaku" ucap Priska sambil menarik tangan Sam untuk menjauh dari tempat itu.


Sedangkan Ailda di antar pelayan dan Nick untuk masuk kedalam kamarnya, Ailda di tidurkan di ranjangnya yang tipis Nick terus saja memperhatikan Ailda.


"aku harap kau tak hamil Alice" ucap Nick.


"Kau harap juga begitu" ucap Ailda karena dalam hatinya dia memang tak percaya kalau dia sedang hamil karena baru kemarin dia selesai datang bulan.


Bahkan tak ada alasan kuat untuk Ailda hamil karena dia belum pernah melakukan apa pun dengan siapa pun yang Ailda lakukan hanyalah ciuman dengan Jack dan itu tak akan membuatnya hamil.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2