Pengganti Putri Yang Hilang

Pengganti Putri Yang Hilang
bab 75


__ADS_3

"Apa maksud mu Mom" tanya tuan David.


Elive tak membalas lagi ucapan Tuan David, dia tak mau menatap pada suaminya itu bahkan Elive hanya memandangi bantal yang ada di pelukannya saja.


"Ceritakan padaku bagaimana Alice bisa menjadi korban pembunuhan" tanya Elive yang sudah lama mendiamkan tuan David.


"Dengar kan aku" ucap tuan David duduk di samping Elive.


"Kau tau Alice putri kita dia sombong dan angkuh bahkan dia tak mau menerima kamu sebagai Mom nya, terakhir kali aku dan dia berdebat dia ingin menjual semua perhiasan mu, dan alasannya hanya satu aku hanya memberikan uang setengah saja dari uang jajan nya karena mahal nya obat untuk kesembuhan kamu, kita berdebat sampai sampai dia pergi dan tak pulang lagi" ucap tuan David.


Tuan David menghela nafas karena terasa sesak di dadanya, masalah yang dia sembunyikan selama ini akhirnya Elive juga tau.


"Bahkan dia bilang dia bukan lagi anak kita, dia malu punya orang tua seperti kita" sambung tuan David.


"Kau bohong Dad, Alice mana mungkin bicara begitu" bantah Elive.


"Kau tak tau Mom karena kau sedang sakit, kau tak bisa memahami apa pun yang terjadi di rumah ini" ucap Tuan David.


Elive menangis sesegukan tak percaya pada perlakuan putrinya, padahal yang dia tau Alice itu anak baik.


"Dan karena datang nya Ailda dan Neneknya kau bisa sembuh, apa kau lupa itu Mom" ucap tuan David.


"Tapi Dad kenapa kau tak menghukum Sam dan keluarganya, padahal mereka sudah membunuh Alice" tanya Elive.


"Tak perlu membalas pun mereka sudah punya balasannya Mom, bahkan Vincent sekarang sudah meninggal akibat kecelakaan" ucap tuan David.


"Memang pantas dia mendapatkannya" ucap Elive.


"Maafkan Ailda, kita angkat saja dia sebagai penganti Alice bahkan Ailda sangat sayang padamu" ucap Tuan David.


"Tapi Dad mana mungkin begitu, Alice ya Alice" ucap Elive.


Sedangkan di jalan raya yang sedang macet macetnya, Jack sedang mencari Ailda dan Alenzo yang tadi pergi dari rumah.


"Kenapa aku tak pakai motor saja tadi bahkan pakai Mobil aku tak bergerak sedikit pun" gerutu Jack dari dalam mobil.


Jack mengirimkan pesan pada anak buahnya untuk mengirimkan motor pada Jack, dan dengan cepat anak buah itu membawakan Motor untuk Jack.


Jack melihat Ponselnya karena Jack pernah memasang Gps di ponsel Ailda jadi itu memudahkan Jack untuk melacak keberadaan Ailda.


Ponsel Jack menunjukan kalau Ailda tak jauh dari tempat itu,


"Aku yakin kau belum jauh dari sini" gumam Jack sambil menjalankan motornya menyalip di antara mobil mobil yang berjajar.


Benar saja dugaan Jack Ailda ada di dalam taksi bersama Alenzo, Jack langsung menghentikan laju taksi yang sedang Ailda tumpangi.


Jack turun dari motornya.


"Al ayo pulang ikutlah denganku" ucap Jack.


"Tidak Jack buat apa kau menyusul ku Nyonya Elive sudah tau semuanya" ucap Ailda.


"Tapi pulang lah dulu kita bicarakan ini dengan Dad David" ucap Jack maksa dari luar jendela taksi.


"Tak ada yang harus di bicarakan lagi Jack, aku akan pergi" ucap Ailda.

__ADS_1


Terlihat jelas oleh Jack kalau mata Ailda sangat sembab karena banyak menangis, wajar saja karena Ailda baru saja kehilangan Neneknya satu satunya orang yang Ailda punya.


"Pulanglah dahulu" paksa Jack.


"Aku gak bisa Jack".


Jack terus saja memaksa hingga pada akhirnya Ailda mau ikut pulang ke rumah itu pun Ailda masih takut kalau Elive akan semakin marah padanya karena Ailda sudah berbohong.


Hal yang paling di takutkan Ailda adalah harta Alice, semua orang pasti berfikir kalau Ailda menghabiskan harta Alice karena selama ini Ailda pun memakai barang barang punya Alice.


Ailda, Alenzo dan Jack masuk kedalam rumah tuan David, tuan David menyambut Ailda dengan senyuman sedangkan Elive terlihat dari wajahnya kalau dia masih marah pada Ailda.


"Jack kenapa kau membawa dia ke sini" tanya Elive menatap tajam pada Ailda yang sedang menggendong Alenzo.


"Mom dengarkan dulu penjelasan dari ku Mom" ucap Jack.


"Semua nya sudah Jelas Jack, dia pembohong dan putriku sekarang sudah tiada" ucap Elive.


"Tapi Mom" ucap Tuan David.


"Semuanya sudah Jelas Dad kalian membohongiku" ucap Elive.


"Mom" ucap Jack.


Namun Elive tak menggubris ucapan Jack dia lebih memilih pergi dari sana menuju kamarnya, namun saat Elive masih berada di tangga,.


"Mom aku mencintai Ailda aku akan segera menikah dengannya" ucap Jack yang menghentikan langkah Elive.


"Terserah pada mu Jack, tapi aku tak akan memberikan kalian restu" ucap Elive yang langsung pergi dari sana.


Namun Jack mencekal tangan Ailda dan menghentikan langkah Ailda.


"Lepaskan aku Jack" ucap Ailda.


"Dad aku akan menikahi Ailda" ucap Jack pada tuan David.


Tuan David tersenyum.


"Aku merestui kalian berdua, besok kalian akan menikah" ucap tuan David senang.


"Terima kasih Dad" ucap Jack.


Ailda tinggal lagi di kediaman tuan David, namun bukan sebagai penganti Alice tapi sebagai menantu keluarga Delmar.


Sekarang Ailda tak tidur di kamar Alice tapi Ailda lebih memilih tidur di kamar tamu saja.


Bahkan sejak siang tadi Elive tak keluar dari kamarnya bahkan makan pun di antarkan oleh pelayan ke kamarnya, dan hal itu membuat Ailda semakin tak enak hati.


"Kau kenapa Al" tanya Jack.


"Jack apa keputusan kita menikah itu sudah benar" tanya Ailda menatap Jack yang sekarang sedang berada di ruang tengah.


"Memangnya kenapa" tanya Jack.


"Tidak kenapa kenapa, cuman kau lihat kan Nona Elive juga tak merestui kita hanya tuan David yang merestui kita" ucap Ailda.

__ADS_1


"Aku yakin Mom orang baik, dia pasti akan menerima kamu dengan cepat" ucap Jack.


"Tapi Jack".


" lalu kau mau apa" tanya Jack.


Ailda menggelengkan kepalanya.


"Apa kau akan menerima aku Jack, padahal kau tau kalau aku" ucap Ailda tak melanjutkan ucapannya.


"Aku sangat tau kamu, makannya aku ingin kita segera menikah" ucap Jack.


"Kau masih ragu padaku" tanya Jack.


"Bukan Ragu Jack tapi aku takut Nona Elive marah pada kita" ucap Ailda.


"Baiklah besok setelah kita menikah kita pergi dari sini bagaimana" tanya Jack.


"Pergi kemana" tanya Ailda menatap Jack dengan tatapan bertanya.


"Kita pindah dari sini kalau kau takut tinggal di sini" ucap Jack.


Tuan David datang kesana dan duduk bersama Jack dan Ailda.


"Ailda maafkan sikap istriku dia keterlaluan pada mu, padahal yang salah itu aku" ucap tuan David.


"Tidak, jangan bicara begitu tuan kau tak salah" ucap Ailda.


"Aku harap kau mau memaafkan nya".


" aku sudah memaafkannya tuan" ucap Ailda.


"Baiklah aku sudah mempersiapkan semua acara untuk besok" ucap tuan David.


"Terima kasih tuan kau sangat baik" ucap Ailda.


"Ailda aku sudah menganggap mu sebagai putri ku sendiri, jadi kau tak usah canggung begitu pada ku" ucap tuan David.


"Baik tuan" ucap Ailda.


"Sudah malam aku akan tidur, kalian tidurlah" ucap tuan David.


"Baik Dad" ucap Jack.


Benar apa yang di katakan Tuan David kalau Ailda merasa canggung pada keluarga itu bukan karena apa apa tapi rasanya sangat berbeda bagi Ailda yang kemarin Ailda mendapat kasih sayang layak nya dari orang tua kandung tapi sekarang hanya ketidak sukaan yang Ailda dapatkan.


Apa lagi para pelayan pun ada yang tak suka pada Ailda mungkin mereka berfikir kalau Ailda penipu atau pembohong.


Bersambung...


***Mohon maaf kemarin Author gak up,


Authornya lagi sakit jadi telat Up


Tapi insya alloh sekarang up seperti biasa ya..

__ADS_1


Jangan lupa like comen dan votenya ya***


__ADS_2