Pengganti Putri Yang Hilang

Pengganti Putri Yang Hilang
bab 53


__ADS_3

Namun saat Ailda hendak pergi pun Claudia melihatnya.


"Alice silahkan masuk jangan malu malu begitu bukannya Jack adalah kakakmu" ucap Claudia berpura pura baik.


"Ada apa kesini" tanya Jack.


"Aku hanya ingin berterima kasih padamu karena sudah menolongku, aku tak tau nasibku sekarang bagaimana kalau tak ada kau Jack".


" tak masalah asal kau selamat aku senang kok" ucap Jack.


"Sekali lagi terima kasih, maaf aku tak bisa lama lama karena aku juga akan mempacking barang" ucap Ailda yang langsung pergi dari sana.


"Adik kamu itu ada ada saja Jack, bukannya hal yang wajar kalau seorang kakak menolong adiknya tapi dia seakan merasa berhutang budi" ucap Claudia.


Jack langsung ingat dengan kejadian siang itu, Jack baru ingat kalau saat itu Ailda sedang berada di tengah pantai bersama Claudia.


"Saat Alice tenggelam tadi siang bukannya dia sedang bersamamu" tanya Jack.


Claudia merasa gugup karena Jack tau kalau tenggelamnya Ailda tadi adalah ulahnya dan Claudia juga yang melepas cengkraman tangan Ailda pada tangannya.


"Ya tapi aku gak tau kalau ombak itu akan menyeret Alice" ucap Claudia gugup.


"Oh ya lalu kenapa kau tak menolongnya" tanya Jack dengan tatapan menyelidik pada Claudia karena Jack merasa ada yang janggal di kejadian siang tadi.


"Ya ampun Jack aku kan terbawa ombak ke tepian aku gak tau kalau Ailda malah terseret masuk ke dalam".


"Oh aku harap kau tak berbohong Clau, karena kalau saja kau berbohong aku tak akan memaafkanmu" ucap Jack.


"Ah mana mungkin aku berbohong Jack" ucap Claudia.


Sedangkan Ailda yang sekarang sedang berada di kamarnya, dia sedang melamun karena kejadian tadi siang.


"Kau sangat licik Clau, bisa bisanya kau ingin membuat aku celaka padahal aku itu sudah jelas adiknya Jack, atau jangan jangan Claudia tau aku yang sebenarnya" gumam Ailda.


Saat sedang melamun Ailda di kagetkan dengan suara keributan dari luar kamar hotelnya, karena terdengar seperti ada yang memanggil manggil namanya Ailda pun keluar dan hendak melihat ada keributan apa di luar kamarnya itu.


"Lepaskan aku bedeba* aku ingin menemui Alice" teriak seorang ibu paruh baya yang di yakini oleh Ailda kalau ibu itu adalah Sara Mommynya Samoel.


Sara melihat Ailda yang sekarang sedang berdiri di ambang pintu, dengan cepat Sara terduduk di lantai dan bersimpuh di kaki Ailda.


"Alice aku mohon lepaskan Sam jangan bunuh dia, aku akan pastikan kalau Sam tak akan pernah melakukan itu lagi padamu Alice" ucap Sara sambil memohon.


Kedua satpam itu hendak membawa Sara dari sana namun Ailda menghentikannya.


"Biarkan dia di sini, dia tamu saya" ucap Ailda pada kedua satpam hotel itu.


"Mom bangunlah jangan seperti ini" ucap Ailda sambil membangunkan Sara dari kakinya.

__ADS_1


Karena mendengar keributan tuan David dan Elive pun keluar dari kamarnya.


"Nyonya Sara" ucap Elive terkejut karena melihat mantan besannya terlihat sangat kacau bahkan matanya pun sembab karena mungkin banyak menangis.


"Nyonya Elive tolong lepaskan putraku aku janji tak akan pernah mengganggu keluarga kalian lagi atau bila perlu aku akan mengganti semua kerugian kalian" ucap Sara.


"Nyonya jangan seperti itu" ucap Elive karena Sara memohon dan hampir saja akan bersimpuh di kaki Elive.


"Mom bawa Mommynya Sam ini masuk kedalam kamar lihat kita menjadi sorotan orang orang" ucap tuan David sedikit berbisik.


"Nyonya ayo masuk ke dalam" ucap Elive.


Mereka semua masuk kedalam kamar Ailda, jujur saja Ailda merasa kasihan pada Sara karena hanya demi kesalahan Sam dia rela bersujud di kaki Ailda.


"Mom minumlah dulu" ucap Ailda sambil menyodorkan segelas minum pada Sara.


"Terima kasih sayang" ucap Sara sambil meminum ari itu sampai tandas.


"Dimana suami anda Nyonya Sara" tanya tuan David.


"Tuan saya tidak tau karena saat malam itu dia pergi dari rumah dan sampai sekarang belum pulang tapi yang aku tau sekarang adalah Sam masih berada di tangan kalian" ucap Sara.


"Apa Vincent tak bilang apa apa lagi" tanya tuan David.


Sara menggelengkan kepalanya karena memang benar Vincent tak bicara apa apa lagi saat malam dimana dia pergi dengan membawa semua uang dan perhiasan milik Sara.


"What" pekik Sara tak percaya dengan apa yang di katakan oleh tuan David.


"Mana mungkin begitu tuan dia tidak akan mungkin membiarkan Sam terbunuh apa lagi yang aku tau Sam adalah anak kesayangannya" ucap Sara.


"Tapi ini kebenarannya Nyonya" ucap tuan David.


"Tuan saya mohon lepaskan Sam, karena dia tak bersalah karena dalang di balik kejadian ini adalah Dadynya jadi aku mohon jangan bunuh dia tuan" ucap Sara memohon.


"Aku tak akan membebaskannya dengan mudah Nyonya tapi kau bisa pegang janjiku kalau aku dan anak buahku tak akan membunuhnya".


" tuan bisakah aku bertemu dengan dia sebentar saja" ucap Sara.


"Tapi Nyonya kami tidak mungkin pulang sekarang karena kami sedang liburan, jadi anda lebih baik pulang saja sekarang dan datang lagi minggu depan saat kami pulang" ucap tuan David.


"Baik tuan aku akan pulang tapi aku mohon jangan sampai Sam kenapa kenapa" ucap Sara.


"Aku akan pastikan" ucap tuan David.


Sara mendekat kearah Ailda.


"Alice maafkan aku dan keluargaku karena sudah melakukan kekerasan padamu, jujur aku tak bisa mencegah mereka, dan atas nama Sam juga aku minta maaf sebesar besarnya padamu".

__ADS_1


"Tidak Mom jangan bicara begitu aku sudah maafkan kalian" ucap Ailda.


"Maaf" lirih Sara.


Sara pun pulang dari sana dengan menggunakan mobil pribadinya, Ailda berfikir kalau dia akan membujuk tuan David agar membebaskan Sam karena kasihan pada Sara.


Sore harinya mereka sudah dalam perjalanan dan akan ke penginapan itu bahkan sekarang Ailda berada di mobil Tuan David karena dia tak mau kalau harus satu mobil dengan Jack dan Claudia.


Sesampainya di penginapan itu, tuan David di sambut ramah oleh pelayan dan pemilik penginapan itu, namun Ailda seakan merasa tak asing dengan pemilik penginapan itu.


"Rio" ucap Ailda.


"Hy Alice kau kah itu" tanya Rio.


"Ya" ucap Ailda sambil tersenyum.


"Senang bertemu lagi denganmu Alice, aku tak sangka kalau kau anak dari keluarga Delmar" ucap Rio.


"Ah kau ini biasa saja" ucap Ailda.


Obrolan antara Ailda dan Rio itu membuat Jack marah dan kesal karena Ailda sudah sangat dekat dengan laki laku itu, Jack cemburu karena kedekatan mereka.


"Silahkan masuk tuan David, senang anda bisa berkunjung ke mari" ucap Rio.


"Apa kau mengenal putriku" tanya tuan David.


"Ya tuan pagi tadi kita bertemu dan ada insiden sedikit, jadi kami bisa saling mengenal" ucap Rio.


"Aku tak sangka Rio kalau kau ternyata pemilik penginapan ini, padahal Daddy mu juga kaya raya tapi kau mengurus sebuah penginapan".


" ya aku tak mau bergantung pada Daddy terus, aku ingin mandiri" ucap Rio.


"Kau memang dewasa Rio, padahal kau hanya tinggal duduk saja dan uang akan langsung masuk ke dalam kartumu".


"Ya tuan tapi tetap saja kalau uang itu dari Dady aku akan menjadi anak penikmat harta orang tua".


"Aku kagum padamu".


" silahkan masuk tuan sesuai yang sudah anda pesan lima kamar dua kamar mandi dan satu ruang keluarga" ucap Rio.


"Penginapannya indah Rio kau yang mendesainnya" tanya Elive.


"Tentu Nyonya" ucap Rio.


"Silahkan beristirahat aku ada di penginapan sebelah, kalau kalian butuh apa apa tinggal panggil saja pelayan saya" ucap Rio.


"Ya sekali lagi terima kasih Rio"

__ADS_1


__ADS_2