Pengganti Putri Yang Hilang

Pengganti Putri Yang Hilang
bab 47


__ADS_3

Pagi harinya Ailda sudah bangun dia merasa lega karena akhirnya dia bisa bebas dengan Sam yang sering kali menyakiti fisiknya.


Ailda langsung mandi dan bergegas menganti pakaiannya karena sekarang dia akan menemui Jack dan tuan David untuk berterima kasih pada mereka.


Ailda keluar dari dalam kamarnya dan di ambang pintu Ailda melihat Elive yang sudah ada di sana dengan membawa satu gelas susu hangat dan roti selai.


"Pagi Honey" sapa Elive.


"Mom, terima kasih sudah repot repot membawakan makanan" ucap Ailda.


"Tak masalah sayang" ucap Elive langsung memeluk Ailda karena tau bahwa putrinya itu sedang merasa sedih karena perlakuan Sam padanya.


"Sorry, Mommy baru tau sekarang kalau kamu suka mendapatkan kekerasan dari Sam" ucap Elive.


"Sudah Mom, yang paling penting aku sudah bebas dari Sam".


" aku menyesal Alice, aku kira kamu bahagia dengan Sam ternyata aku salah, maaf karena aku sudah menjadi Mommy yang gagal" ucap Elive.


"No Mom, kau sangat baik bahkan tak akan ada anak yang menyesal keluar dari kandunganmu".


" Ya tapi tetap saja aku tak tau kau di perlakukan tak adil".


"Sudah Mom, baiklah dimana Nenek apa dia sudah bangun" tanya Ailda.


"Sudah dia sedang di suapi oleh pelayan, akhir akhir ini dia sering mengeluh sakit kaki Alice, rencananya Mommy akan bawa dia ke rumah sakit untuk di periksa".


" kasihan Nenek" ucap Ailda menunduk dan akan meneteskan air matanya.


"Sudah jangan menangis, Nenek akan baik baik saja".


" Yes Mom".


Ailda dan Elive berjalan ke arah meja makan setelah memastikan bahwa Nenek baik baik saja Ailda akhirnya sarapan dengan Elive, tuan David dan Jack juga.


Ailda mengambil nasi dan sayur dia memakannya dengan sangat lahap, bahkan Jack juga sejak tadi hanya menatap Ailda yang dengan lahapnya makan nasi.


"Oh ya Jack hari ini kamu liburkan" tanya Elive.


"Ya tapi sore hari aku harus memeriksa keadaan pabrik katanya ada kerusakan pada mesinnnya" ucap Jack.


"Oh hari ini kita akan liburan ke pantai kau mau" tanya Elive.


"Sekarang" tanya Jack.


"Yes kita akan sewa hotel di sana dan berlibur sekitar empat sampai lima hari di sana, sekalian kita healing karenakan dulu kita belum pernah jalan jalan".


"Baiklah aku setuju".

__ADS_1


Ailda sedang berkemas karena sekarang dia akan ikut pergi ke pantai dan akan berlibur, Ailda sangat paham kalau acara ini adalah acara untuknya agar Ailda kembali lagi senang.


Tapi tetap saja dalam relung hatinya dia sangat tak bisa menyembunyikan rasa traumanya karena kekerasan itu, apa lagi sakit dalam hatinya masih sangat terasa.


Apa lagi sekarang Jack yang sudah Ailda anggap menjadi orang yang paling baik padanya, dan sekarang akan segera menikah dengan Claudia.


Walau pun Jack mencintainya tapi Ailda tak bisa egois dia tau kalau Jack memaksa menerima perjodohan itu karena berhutang budi pada Elive, jadi Ailda tak bisa memaksakan Jack untuk terus bersamanya karena Jack juga punya kebahagiannya sendiri.


Setelah selesai Ailda masuk kedalam kamar Neneknya banyak pelayan yang mengemasi pakaiannya karena Nenek juga akan ikut.


Ailda lalu berpamitan untuk ke kamar Jack karena sekarang dia ingin mengucapkan terima kasih pada Jack karena sudah membantunya.


Tokkk


Tokkk


"Masuk" sahut Jack dari dalam.


"Hy Jack" sapa Ailda saat pintu sudah terbuka dan Ailda sudah masuk ke dalam.


"Hy sudah berkemas" tanya Jack.


"Sudah mau aku bantu" tanya Ailda.


"Boleh".


"Aku rasa aku harus segera punya istri supaya ada yang perhatian padaku" ucap Jack sambil meletakkan laptopnya di dekat Ailda.


"Ya Jack segera menikahlah, bukannya kalian juga akan segera menikah jadi kau akan ada yang urus Jack".


" kalian siapa" tanya Jack.


"Kau dan Dokter Claudia, bukannya kalian akan segera menikah, aku turut senang dengan kabar ini" ucap Ailda.


"Maksud kamu apa Ail" ucap Jack, saat Ailda ingin menjawab datanglah Claudia kesana dengan membawa koper.


"Clau sedang apa di sini" tanya Jack.


"Ya ampun Jack aku akan ikut kalian liburan, Nyonya Elive sudah mengabari aku kalau aku di ajak liburan bersama kalian" ucap Claudia.


"Saya permisi" ucap Ailda sambil pergi dari sana karena tak mau melihat kebersamaan Jack dan Claudia yang akan membuatnya merasa sakit hati.


"Berdamailah dengan keadaan Ailda, kau bukan orang yang pantas untuk Jack" batin Ailda.


Semua keluarga sudah siap di halaman rumah tuan David, Ailda keluar dengan mendorong kursi roda Neneknya sedangkan kopernya di bawa oleh pelayan.


"Jaga rumah, awasi juga sekitar takutnya ada hal yang mencurigakan jangan sampai biarkan Sam kelaparan, hubungi aku jika ada masalah" ucap tuan David pada anak buahnya

__ADS_1


"Baik tuan".


Tuan David dan Elive masuk kedalam mobil pribadi tuan David bersama juga dengan Nenek mathilda, sedangkan di sana sudah tak ada tempat lagi untuk Ailda.


"Alice kau ikut saja pada Jack" ucap Elive.


"Tapi ak-ku" ucap Ailda terbata bata karena Ailda berusaha mati matian menjauhi Jack tapi waktu seakan sengaja selalu membuat mereka bersama.


"Baiklah aku akan kesana" ucap Ailda pasrah.


Ailda naik kedalam mobil Jack, Ailda duduk di kursi penumpang sedangkan Jack dan Claudia berada di depan, Ailda merasa malu karena harus menganggu kebersamaan mereka.


"Maaf karena sudah menganggu kalian, tapi mobil Daddy penuh" ucap Ailda.


"Tak masalah Nona Alice, aku malahan senang karena ada teman ngobrol" ucap Claudia.


"Ya" ucap Ailda sambil memalingkan wajahnya karena tau kalau Jack sedang menatapnya lewat kaca spion.


Sepanjang perjalanan mata Ailda menatap pada jalanan yang mereka lewati, tak ada pembicaraan antara mereka hanya ada suara radio saja yang memutarkan lagu sedih yang dapat mewakili hati Ailda.


"Nona Alice, maaf aku ikut campur tapi aku turut sedih atas masalah yang kau alami, aku tak sangka kalau Samoel sejahat itu" ucap Claudia pada Ailda.


"Terima kasih Dok" ucap Ailda.


"Jangan panggil Dok panggil saja Claudia".


"Ya maaf".


Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh akhirnya mereka sampai juga di hotel yang sudah Elive pesankan, Elive memesan 4 kamar di hotel itu.


" Mom aku akan sekamar saja dengan Nenek" ucap Ailda yang sudah berada di loby hotel.


"Ya sayang ini kuncinya, tapi maaf di kamar kamu nanti akan ada pelayan juga karena Nenek akan di urus oleh pelayan itu".


" tak masalah Mom" ucap Ailda.


Ailda mendorong kursi roda Neneknya untuk masuk ke kamar nomor 47.


"Ayo nek kita ke kamar ya".


"Ya Alice, Nenek capek mau istirahat saja" ucap Nenek.


Sedangkan Jack dan Claudia mereka mempunyai kamar masing masing dan sendirian, karena Elive tak mau kalau mereka sekamar berdua karena takutnya akan terjadi hal yang tidak tidak.


Walau pun mereka akan menikah tapi tetap saja Elive cemas kalau membiarkan Jack dengan Claudia berduaan.


Lebih baik habis uang besar karena banyak menyewa kamar dari pada membiarkan dua insan yang belum menikah berduaan.

__ADS_1


__ADS_2