
Sore harinya Jack mengajak Ailda dan Alenzo pergi jalan jalan ke taman yang tak jauh dari rumahnya, namun Jack yakin kalau Ailda belum pernah ke tempat ini sebelumnya.
Jack menggendong Alenzo dan duduk di taman itu, hanya orang orang yang Ailda dan Jack perhatikan sedangkan Alenzo dia anteng pada Ipad yang ada di tangannya.
"Ail aku sudah mendaftarkan alenzo ke sekolah" ucap Jack.
"Oh ya apa besok dia bisa masuk sekolah" tanya Ailda.
"Tentu saja" ucap Jack.
"Yeayy Alenzo besok kau akan sekolah apa kau senang Al" tanya Ailda.
"Senang Mom, terima kasih Dad" ucap Alenzo.
"Ya sayang" ucap Jack.
Mereka menghabiskan sore di luar hingga malam harinya mereka kembali lagi ke rumah dan makan malam di rumah karena Jack lebih suka makanan rumahan.
Jack dan Ailda berada di kamarnya, setelah memastikan Alenzo sudah tertidur Ailda memutuskan untuk tidur karena hari ini dia merasa sangat mengantuk sekali.
"Ail boleh kita melakukan lagi" tanya Jack malu malu karena takutnya mendapat penolakan dari Ailda.
"Apa lagi" tanya Ailda terkejut.
"Ya ayolah" ucap Jack memaksa, bahkan Jack pun langsung memeluk Ailda karena tak mau jatah kedua tak dia dapatkan.
"Jack aku cape" ucap Ailda sambil memijit bahunya sendiri.
"Baiklah ayo kita tidur saja" ucap Jack kecewa karena jatah keduanya tak dia dapatkan.
"Jack jangan marah" bujuk Ailda.
"Gak marah, aku cape" ucap Jack ketus.
Ailda hanya tersenyum melihat tingkah suaminya itu.
"Baiklah tapi sekali saja ya aku cape" ucap Ailda pasrah.
"Yang benar" tanya Jack dengan bersemangat.
Ailda menganggukan kepalanya, Jatah kedua Jack dapatkan bahkan mereka melakukannya sangat lama.
__ADS_1
Sedangkan di tempat yang berbeda sudah hampir dua hari tuan David dan Elive tak bertegur sapa, bahkan mereka pun tak tidur satu ranjang karena tuan David lebih memilih tidur di ruang kerjanya.
Bahkan sejak dua hari ini Elive sudah tak keluar dari kamarnya dia lebih memilih menghabiskan waktunya di kamar memainkan televisi.
Karena tak melakukan komunikasi lagi dengan sang istri tuan David pun memutuskan untuk bertemu dengan sang istri dan mencoba meminta maaf.
Apa lagi semenjak pernikahan itu Jack sudah tak masuk kerja dan Tuan David pun merasa kewalahan menyelesaikan pekerjaannya.
Tuan David masuk kedalam kamarnya menemui sang istri, Elive saat itu sedang makan bersama dengan pelayannya yang selalu setia menunggunya di sana.
Terlihat jelas kalau mata Elive sembab dan bisa tuan David pastikan kalau Elive selama di dalam kamar itu dia hanya menangis saja, tuan David pun mengerti kalau Elive mungkin saja sedih karena kehilangan putri kandungnya.
Apa lagi Jack juga sudah pergi sekarang tak ada lagi yang bisa membuat Elive senang bahkan tak ada lagi yang harus Elive buatkan teh manis.
"Mom ayolah jangan begini terus, maafkan aku" ucap tuan David yang langsung duduk di samping istrinya itu.
"Dad kau minta maaf kenapa apa kau tak suka tidur di ruang kerja" tanya Elive ketus pada suaminya.
"Jangan begitu Mom bukannya aku ini suami mu" ucap tuan David.
"Dad kau yang memulainya" ucap Elive.
"Aku juga sedih mom, sedih kehilangan Alice apa lagi dia hanya satu satunya Putri Daddy, aku juga seorang ayah Mom aku juga merasa sangat kehilangan" ucap tuan David tulus.
"Dad aku sangat lemah" ucap Elive menangis di pelukan Suaminya.
"Peluk aku Mom kita sama sama kehilangan" ucap Tuan David.
Saat mereka sedang mengeluarkan kesedihan mereka tuan David mendengar kalau ada keributan di bawah rumah mereka.
"Ada apa itu Dad" tanya Elive menatap wajah suaminya.
"Aku gak tau ayo kita lihat" ucap tuan David yang langsung berjalan turun dan di ikuti oleh Elive.
Ternyata di bawah ada Daddynya Claudia yang sedang marah marah tak jelas bersama dengan anak buahnya.
Tuan David hanya menatap tenang pada Daddynya Claudia itu karena di sini tuan David tak bersalah.
"Hey David kau sangat kejam karena sudah memasukan putri kesayanganku kedalam penjara" teriak Daddynya Claudia menunjuk pada tuan David.
"Bukan salah ku tapi putri mu yang terlalu ikut campur pada keluargaku" ucap tuan David.
__ADS_1
"Bukan kah dia juga akan menjadi keluarga mu kenapa kau malah memasukannya ke penjara, apa kau mau menikahkan putri mu dengan Jack jadi kau memasukan putri ku ke penjara" ucap Daddy nya Claudia semakin tersulut emosi.
"Jaga bicara mu tuan, bahkan putri mu sudah membunuh anak buah ku dan istrinya apa kau tau anak nya sekarang menjadi yatim piatu" ucap tuan David.
"Apa putriku orang baik dia tak akan mungkin melakukan hal itu" ucap Daddy nya Claudia membela putrinya.
"Kenapa tak kau tanyakan saja pada putri mu langsung, bahkan besok adalah sidang nya" ucap tuan David.
"Kau terlalu banyak bicara, awas saja kalau terbukti putri ku tak bersalah aku akan pastikan kau yang akan masuk penjara" ucap Daddynya Claudia.
"Silahkan saja aku tak akan takut, aku hanya kasihan pada putrimu Tuan" ucap tuan David.
"Kita pergi dari sini" teriak Daddynya Claudia pada anak buahnya.
"Dad apa kita bebaskan saja Claudia" tanya Elive.
"Tidak bisa Mom hanya hakim saja yang bisa memutuskannya karena ini bukan masalah kita tapi masalah pembunuhan pada Glend" ucap tuan David.
"Oh ya tapi kan kau yang memasukannya" tanya Elive.
"Ya aku yang memasukannya tapi aku masukan kasusnya pembunuhan karena aku tak tega memasukan dia ke penjara" ucap tuan David.
"Baiklah biarkan saja mungkin itu karma buat Claudia" ucap Elive.
"ya mom" ucap tuan David.
Para anak buah tuan David sedang membereskan rumah tuan David karena sejak datang tadi anak buah Daddy nya Claudia merusak barang barang yang berada di rumah tuan David.
"mom, Dad harap kau bisa memaafkan Jack" ucap tuan David yang mendapat tatapan tajam dari Elive sang istri.
"bukan begitu Mom tapi semenjak dua hari ini Jack tak masuk kerja bahkan Dad merasa sangat kewalahan karena tak ada Jack yang membantu pekerjaan Dady" ucap tuan David.
"dad banyak orang yang pintar di luaran sana kenapa tak kau cari saja orang yang lebih pintar dari Jack" ucap Elive.
"ya Mom aku tau, tapi tak ada yang sama seperti Jack Mom dia sangat bisa di andalkan bahkan Jack juga sangat sigap melakukan pekerjaan aku sangat bergantung pada Jack" ucap tuan David.
"fyuhh" Elive menghela nafasnya.
"baiklah besok kita akan ke rumah yang sekarang sedang Jack tempati kita akan bujuk dia" ucap Elive.
"benarkah" tanya tuan David tak percaya.
__ADS_1
"ya Dad aku juga merasa sangat bersalah karena sudah menghina Ailda, aku mau meminta maaf padanya" ucap Elive.
Tuan David merasa sangat bahagia karena Istrinya akhirnya bisa memaafkan juga kejadian itu.