
Hari hari telah berlalu dan Ailda masih saja mendiamkan Nick yang sudah keterlaluan padanya, walau pun Nick sering kali mendekatinya tapi Ailda lebih baik menjauh darinya.
Ailda berniat untuk menemui Jack dan akan membicarakan rencana selanjutnya bagaimana, karena dia tau kalau dia tak bisa sendirian melakukannya.
📨"Temui aku sekarang di cafe biasa" pesan Ailda pada Jack.
Ailda langsung mematikan ponselnya karena tak mau kalau Sam tau bahwa dia punya ponsel dan sering dia pakai untuk menghubungi Jack.
Ailda segera bersiap walau pun dia tak tau apa Jack sudah membaca pesannya atau tidak, karena yang dia pikirkan sekarang adalah bagaimana harus atur rencana supaya Aila cepat bebas dari sana.
Setelah selesai bersiap Ailda tak lupa untuk menyimpan guling di tempat tidurnya dan menyelimutinya sampai tertutup takutnya ada yang merasa curiga pada Ailda.
Dia juga mengunci pintunya dari dalam kamar sedangkan dia akan pergi lewat jendela walau pun susah tapi Ailda tetap memaksa keluar karena ambisinya kuat untuk membuat keluarga Vincen mengaku kesalahannya di hadapan tuan David.
Setelah sampai di cafe yang sudah di janjikan Ailda menunggu di meja yang sering dia duduki bersama dengan Jack, namun sudah cukup lama Ailda menunggu tak ada juga tanda tanda Jack tiba kesana.
"Kemana dia apa dia tak membaca pesannya" gumam Ailda.
Ailda meraba raba sakunya untuk mencari ponselnya tapi sayang dia lupa membawanya seingat Ailda, dia menyimpannya di dalam laci yang ada di kamarnya.
"Ck sialnya aku" gumam Ailda lagi.
Sedangkan di sebuah perusahaan besar di kota itu, ada seorang lakilaki yang sedang menyelesaikan pekerjaannya bahkan sangking sibuknya dia sampai tak mendengar kalau ada pesan masuk kedalam ponselnya.
"Jack pulanglah kau pasti lelah seharian bekerja tanpa istirahat" ucap tuan David.
"Iya tuan, tanggung masih pukul empat sore" ucap Jack.
__ADS_1
"Baiklah terserah kau saja" ucap tuan David.
Di rasa pekerjaannya sudah beres Jack langsung memasukan laptopnya ke dalam tas kerjanya, tapi dia lebih dulu membuka ponselnya karena akan melihat jam di ponselnya.
Jam sudah menunjukan pukul tujuh malam, mata Jack fokus pada pesan yang di kirimkan Ailda, Jack langsung melihat waktu pesan itu di kirimkan padanya.
"Ailda mengajakku ketemu jam dua sore sedangkan aku membaca pesan ini baru sekarang, sudah hampir lima jam apa Ailda masih disana" gumam Jack.
Jack berpikir sejenak.
"Aku harus pastikan bahwa dia sudah pulang, ya ampun Jack cerobohnya kau kenapa tak melihat ponselmu tadi" gerutu Jack sambil berlari ke arah dimana mobilnya berada.
Jack langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi karena takutnya Ailda masih berada di sana menunggunya apa lagi akhir akhir ini Ailda selalu saja menepati ucapannya.
Mobil terparkir di depan Cafe tempat mereka sering ketemu, namun saat Jack sudah sampai di sana dia merasa semakin bersalah dengan melihat Ailda yang masih setia menunggu disana.
Ailda tak melirik sedikit pun pada Jack, dia lebih memilih bangkit dan pergi meninggalkan Jack tanpa sepatah kata pun, dengan Sigap Jack mengikuti Ailda dari belakang.
"Maafkan aku Ailda, aku salah maafkan aku" ucap Jack.
Tapi Ailda tak menggubrisnya dia masih berjalan keluar cafe, dengan cepat Jack mencekal tangan Ailda menyuruhnya untuk berhenti dan mendengarkan alasannya karena sudah terlambat.
"Please dengarkan penjelasanku Ailda" ucap Jack.
"Tak ada yang harus di jelaskan Tuan Jack semuanya sudah jelas" ucap Ailda ketus dan dingin.
"Maaf aku tau aku terlambat aku sangat sibuk hari ini" ucap Jack.
__ADS_1
"Iya tuan Jack kau memang sangat sibuk jika akan bertemu denganku berbeda dengan Claudia yang setiap dia ingin bertemu kau selalu tepat waktu bersamanya" ucap Ailda.
Jack langsung membawa Ailda masuk kedalam mobilnya walau pun Ailda memberontak tapi kekuatan Ailda tak cukup kuat dengan kekuatan Jack.
"Lepaskan aku, aku tak mau bersamamu Tuan Jack" berontak Ailda.
Jack membawa Ailda ke sebuah apartemen yang bahkan Ailda pun tak tau itu apartemen siapa, Mobil Jack berhenti di basemen.
"Lepaskan aku tuan Jack" ucap Ailda kesal.
"Ikut denganku Ailda dan dengar penjelasanku" ucap Jack menarik paksa lengan Ailda hingga sampai di salah satu apartemen yang dia miliki.
"Duduk" ucap Jack meminta Ailda untuk duduk di bibir ranjang.
"Puas? Sudah puas kau membuatku lama menunggu, kau memang tak perduli padaku kalau memang kau tak mau membantuku bilang saja aku akan mengumpulkan bukti sendiri tanpa bantuanmu" gerutu Ailda.
"Maaf" lirih Jack.
"Apa kau tau tuan Jack aku sudah susah payah untuk datang ke cafe itu tapi kau malah tak datang tepat waktu aku kecew.. " ucapan Ailda terpotong karena Jack sekarang sedang melu-mat Bibir ranum Ailda yang sedari tadi membuatnya bernafsu.
Lama bibir mereka berpagutan walau pun Ailda menolak dan berontak tapi Jack dengan cepat menahan supaya Ailda diam dalam kungkungannya.
Di rasa sudah lama bahkan keduanya pun sudah hampir tak bisa bernafas, Jack melepaskan bibirnya yang sedari tadi bersentuhan dengan milik Ailda.
Plakk..
Bersambung..
__ADS_1
Jack sudah semakin berani ya, sosor aja terus Jack awas saja sampai menyakiti Ailda nantinya..