
Ailda tengah memikirkan rencana untuk membuat salah satu anggota keluarga Vincen angkat bicara dengan kasus yang menimpa Alice yang sekarang Ailda pun sedang berperan sebagai wanita yang sudah meninggal itu.
"aku harus bisa buktikan pada tuan David kalau temannya ini tak baik" gumam Ailda.
"Alice" teriak Priska di ruang tengah.
Ailda dengan malas langsung berjalan kearah dimana Priska berada karena jika sampai Ailda tak datang dia pasti akan teriak teriak tak jelas mungkin dia juga bisa mendobrak kamar Ailda.
"Ada apa" tanya Ailda yang sekarang sedang menjadi Alice.
"Aku dengar Sam semalam tidur di kamarmu, apa itu benar" tanya Priska dengan penuh selidik.
"Benar dan saat aku tanyakan kenapa dia menjawab karena kamu tak mengijinkannya masuk ke kamar mu jadi dia tidur denganku" jawab Ailda.
"Kau, beraninya kau membawa Sam ke kamarmu tanpa persetujuan dariku" geram Priska.
"Pris apa kau lupa sesuatu" tanya Ailda.
Priska menautkan alisnya.
"Apa yang aku lupa" tanya Priska balik.
"Aku istri sah nya Sam dan kau hanyalah istri sirihnya saja walau pun aku istri keduanya tapi tetap saja aku istri Sam dan di akui oleh negara" ucap Ailda.
"What? Bisa bisa nya kau bicara begitu Alice dasar wanita murahan" umpat Priska.
"Diam" sahut seseorang dari arah pintu yang sudah terbuka.
"Dad" gumam Priska.
"Kalian kenapa ribut terus, gak enak di dengar orang lain lihat di luaran banyak yang dengar kalian tak malu" teriak Tuan Vincen yang mendengar kedua menantunya ribut.
Bagai kesempatan dalam kesempitan bagi Priska dengan datangnya mertuanya itu yang tak suka pada Alice atau Ailda itu.
"Dad Alice menggoda Sam untuk tidur dengannya malam tadi dan yang lebih parahnya dia bilang kalau aku istri sirih yang tak di akui oleh negara" ucap Priska mengadu dombakan Alice dengan mertuanya itu.
"Bohong kau bohong Pris" bantah Ailda.
"Benar Dad dia pintar berakting".
__ADS_1
Plakk.
Ailda di tampar keras oleh Tuan Vincent sehingga membuat Pipi Ailda merah dan terasa ngilu, Ailda memegang pipi yang terasa panas itu dia menatap Priska dengan tatapan marah.
" sudah ku duga Alice kau wanita murahan yang di besarkan oleh David, hahaha aku kasihan dengan David dia harus menanggung malu karena sejak dulu putri semata wayangnya itu selalu mempermalukannya" ucap tuan Vincent.
Ailda tak menghiraukannya dia lebih memilih meninggalkan mertua lacknat itu dari pada harus meladeninya.
Tapi Priska seakan mendapat kesempatan dengan melangkahnya kaki Ailda.
Priska langsung mendorong tubuh Ailda sehingga membuat Ailda tersungkur ke depan, sekarang Ailda sudah terkapar di lantai dengan kepalanya yang terbentur lantai dan membuat kepalanya pusing sehingga membuatnya tak bisa bangkit lagi.
"Alice" teriak seseorang laki laki saat melihat Ailda sedang terkapar di lantai.
Jack adalah lakilaki yang berteriak itu dia tak sangka kalau ternyata keluarga Vincen berani menyakiti Ailda sampai membuatnya terkapar lemas di lantai.
Tuan Vincent dan Priska merasa terkejut sekaligus merasa takut jika Jack menyalahkannya karena sudah menyakiti Ailda dengan sangat kejam.
Dengan cepat Tuan Vincent berakting dan pura pura peduli pada Ailda.
Bahkan tuan Vincent membantu Ailda untuk berdiri.
"Alice are you okey" tanya Jack yang langsung merangkul tubuh Ailda.
"Dimana kamarnya" tanya Jack ada Priska.
"Disana" ucap Priska sambil menunjuk kamar Ailda yang letaknya dekat dengan dapur.
Jack membawa Ailda masuk kedalam kamarnya yang di tunjuk oleh Priska barusan.
Sedangkan Priska marah pada mertuanya itu karena sudah menyalahkannya padahal yang bersalah adalah mertuanya itu.
"Dad kenapa bilang begitu" ucap Priska marah.
"Diam dan telpon Sam sekarang" ucap tuan Vincen langsung duduk di Sofa dengan memijat pelipisnya.
Di kamar Ailda.
Jack mengobati Ailda dan memasangkan perban pada luka di kening Ailda walau pun tak berdarah tapi Jack yakin kalau Ailda sangat merasa pusing karena lukanya juga sangat merah.
__ADS_1
Jack menatap kamar Ailda dengan intens, kamar yang kecil, kasur yang kasar dan tipis dengan sudut ruangan yang dindingnya kotor, itu bukan kamar tapi lebih pantas di sebut dengan gudang penyimpanan.
"Ailda apa masih sakit" tanya Jack.
"Masih pusing tuan" ucap Ailda.
Tak terasa air mata Jack jatuh juga melihat kondisi Ailda yang tersiksa karena harus tinggal dengan keluarga Sam yang sangat jahat dan kejam pada perempuan.
Jack membawa Ailda pada pelukannya dia menangis meratapi nasib Ailda yang sangat mengenaskan.
"Aku janji Ailda aku akan membebaskanmu dari jeratan keluarga Sam ini, aku akan membawa kamu pergi sekarang juga Ailda" ucap Jack.
"Jangan sekarang tuan Jack aku akan mencari bukti dahulu" ucap Ailda.
"Tapi Ail mereka jahat mereka pasti akan menyakiti kamu lebih dari ini" ucap Jack.
"Aku yakin mereka tak akan menyakitiku lagi tuan Jack".
" lalu bagaimana lagi Ail, aku khawatir padamu pliss ikut denganku aku akan mengurus perceraian kalian nantinya" ucap Jack kekeuh.
Ailda memegang bibir Jack mengisyaratkan pada Jack agar Jack tak banyak bicara lagi.
"aku akan baik baik saja tuan, dan tolong bantu aku untuk menyelesaikan masalah ini" ucap Ailda.
Cup
Jack mencium pipi Ailda dengan sangat mesra dia tak mau kehilangan Ailda bahkan Jack tak bisa melihat Ailda tersiksa begitu.
Sedangkan Ailda merasa kaget saat Jack dengan berani menciumnya.
"aku sayang kamu Ailda, aku tak mau kalau kamu seperti ini" ucap Jack sungguh sungguh.
"Makannya bantu aku tuan Jack supaya aku bisa bebas dari sini" ucap Ailda.
"Alice" sahut seseorang dari ambang pintu kamar Ailda.
Siapa seseorang itu? Apa mungkin Sam?..
Lihat jawabannya di part selanjutnya ya..
__ADS_1
Bersambung...