
Di rumah sakit terbesar di kota.
Jack masih terbaring lemah, hanya Ailda yang ada di sana yang setia menemani Jack bahkan barusan Jack mengalami kejang kejang dan Ailda lah yang menemaninya.
"Jack sadar lah jangan begini terus" gumam Ailda dengan air mata yang sudah membanjiri pipinya.
Namun tiba tiba Claudia datang kesana dan mendorong Ailda menjauh dari Jack.
"Jack sadar lah kau kenapa Jack" ucap Claudia sambil menangis melihat kondisi Jack.
"Dokter bagaimana keadaannya" tanya Claudia pada Dokter yang baru saja datang kesana.
"Cukup baik Dokter Claudia" jawab Dokter.
"Biar saya yang periksa" ucap Claudia.
"Tolong semuanya keluar dulu" ketus Claudia pada Ailda yang masih berada di dalam ruangan itu.
Ailda melangkah keluar namun dia mengusap air matanya terlebih dahulu karena tak mau Tuan David dan Elive tau kalau Ailda nangis.
"Bagaimana kondisi Jack, Alice" tanya Elive saat melihat Ailda keluar.
"Baik Mom tapi lima menit yang lalu Jack kejang kejang dan muntah" ucap Ailda.
"Apa kasihan dia" ucap Elive menatap pada pintu ruangan itu.
"Sudah Mom Jack akan baik baik saja" ucap tuan David.
"Ya Mom apa lagi Claudia juga ada di dalam dan memeriksa Jack" ucap Ailda.
"Syukurlah semoga Jack segera sadar" ucap Elive.
Satu jam kemudian.
Akhirnya Jack sadar juga bahkan wanita yang pertama dia cari adalah Ailda meskipun ada Claudia di sana tapi mata Jack menatap pada semua orang yang ada di ruangan itu.
"Akhirnya kau sadar Jack" ucap Elive.
"Mom dimana Alice" tanya Jack yang masih dengan kondisi wajah yang pucat dan badan yang lemas.
"Alice sedang ke toilet" jawab Elive.
"Jack kau harus istirahat dahulu, jangan banyak bicara ya" ucap Claudia.
"Clau Dady harus pulang, pernikahan kalian mungkin ada tertunda" ucap Daddynya Claudia.
"Ya dad".
" tuan maafkan atas kesalahan ini" ucap tuan David.
"Tak apa tuan, santai saja kita fokuskan saja pada kesehatan Jack".
__ADS_1
Sedangkan Ailda yang sekarang sedang berada di kamar mandi, dia menangis sesegukan karena jujur saja dia semakin tak rela kalau Jack bersama dengan Claudia.
Ailda memukul mukul dadanya yang sesak,
"Apa aku kejam tuhan karena tak ikhlas pada kebahagiaan Claudia, tapi aku gak bisa melihat Jack menderita begitu tuhan hapuskan rasa cintaku ini" gumam Ailda sambil menangis.
Setelah lama Ailda menangis, dia langsung mencuci wajahnya karena tak mau sampai orang lain melihatnya menangis.
Ailda keluar dari kamar mandi namun betapa terkejutnya dia saat melihat Sam laki laki yang pernah menyakitinya dahulu ada di hadapannya.
"Hy kita ketemu lagi" ucap Sam.
"Mau apa kau kesini" tanya Ailda ketus.
"Hanya mau cek up" jawab Sam.
Ailda hendak pergi dari sana namun Sam mencekal tangan Ailda.
"Lepas" ucap Ailda berontak.
"Tak ada kah kesempatan kedua Alice" ucap Sam.
"Tak ada Sam".
"Pliss aku hanya ingin kita bersama lagi Alice aku akan menjadikan kamu ratu".
" aku gak mau" ucap Ailda sambil mencoba melepaskan cekalan tangannya dan pergi dari sana.
Ailda kembali ke ruangan Jack di sana ada Claudia yang sedang menyuapi Jack.
"Al" ucap Jack menatap ada Ailda yang berdiri di ambang pintu.
Ailda masuk dan mendekat kearah Jack.
"Jack semoga cepat sembuh, aku harus pulang karena banyak kerjaan yang belum aku selesaikan" ucap Ailda.
"Kau akan datang lagi kan" tanya Jack memohon pada Ailda.
"Aku tak akan janji Jack, lagi pula ada Claudia kan di sini dia bisa merawatmu" ucap Ailda yang langsung pergi dari sana meninggalkan Jack yang memohon padanya agar kembali lagi.
"Sudah Jack ada aku kan, mungkin Alice sibuk" ucap Claudia.
Ailda pulang dengan naik taksi karena tuan David dan Elive pun sudah pulang karena akan mengatur ulang dekor yang sudah hampir selesai.
**
Sore harinya Ailda hanya ada di dalam kamarnya tak keluar bahkan makan pun di antarkan oleh pelayan ke kamarnya.
Ailda menatap pada jendela yang mengarahkan langsung ke jalanan.
"Alice kau ada di dalam" teriak tuan David dari luar kamar Ailda.
__ADS_1
"Ya Dad" sahut Ailda sambil membukakan pintu.
"Ada apa Dad" tanya Ailda.
"Bisakah semalam kamu menemani Jack, Alice Mom dan Dad tak mungkin kesana karena lihat rumah sangat kacaw" ucap tuan David.
"Dad di sana juga ada Claudia kan" ucap Ailda.
"Ya tapi kan Claudia akan sibuk di sana karena harus menangani pasien juga, Dad mohon Alice mau kan temani Jack" ucap tuan David memohon.
"Baik Dad aku akan pergi kesana kalau begitu aku akan bersiap dulu, aku juga harus mengemas pakaian Jack karena Jack pasti tak punya salin" ucap Ailda.
"Ya terima kasih Alice".
" tak apa Dad Jack juga kan kakak aku" ucap Ailda.
Ailda mengemas pakaian Jack pada rangsel punya Jack, dia melihat sebuah kotak yang di tumpuk oleh pakian Jack.
"Apa ini" gumam Ailda mengambil kotak itu.
Ailda membukanya betapa terkejutnya Ailda saat melihat kalau isinya adalah foto foto Ailda banyak sekali.
"Apa ini aku, atau Alice" gumam Ailda bertanya tanya.
Ailda melihat lihat foto itu dan di salah satu foto Alice dan Jack yang sedang bermain di belakang foto itu ada tulisan.
[dearest youngest sister]
"Jack sangat menyanyangi Alice" gumam Ailda.
Namun ada satu Foto yang membuat Ailda tersenyum ada Fotonya, Ailda sangat hafal kalau itu fotonya karena foto itu di ambil saat Ailda baru saja datang kesana tempo lalu.
"Kapan Jack mengambilnya" gumam Ailda.
Di balik Foto itu ada sebuah tulisan.
[ My Future Wife]
"What" pekik Ailda.
"Dia menulis aku calon istrinya" ucap Ailda.
"Nona apa anda sudah siap" tanya anak buah yang mengagetkan Ailda.
"Kau mengagetkan saja" ucap Ailda.
"Maaf Nona tapi anda sangat lama".
" aku akan segera turun" ucap Ailda.
Dia kemudian meletakkan kembali kotak itu ke tempatnya, Ailda menarik rangsel Jack yang cukup berat itu untuk turun ke bawah.
__ADS_1
Ailda memasukannya pada bagasi mobil.
Sungguh Ailda adalah Devinisi wanita tangguh.