
"Ayo pulang Daddy sudah menunggu" ucap Jack mengulangi ucapannya.
Ailda berdiri dari tempatnya duduk, sedangkan Rio yang masih duduk di kursinya menatap pada Ailda dan menyanyakan pada Ailda siapa laki laki yang sudah menganggunya.
"Dia kakakku Rio kenalkan dia Jack" ucap Ailda.
"Oh, maaf kak tapi Alice sedang makan denganku aku akan antar dia kalau kita sudah selesai makan" ucap Rio.
Jack menatap tajam pada Rio.
"Jangan panggil aku kakak kau bukan adikku" ucap Jack ketus pada Rio.
"Ayo pulang Daddy pasti mencari kita" ucap Jack sambil memegang tangan Ailda.
Ailda dengan cepat menghempaskan tangan Jack.
"Jangan pegang pegang, terserah aku mau sama siapa yang terpenting kau jangan ganggu aku" ucap Ailda pada Jack.
Setelah bicara begitu Ailda kembali pada Rio untuk meminta maaf karena dia harus pergi.
"Rio maafkan aku, aku harus pergi Daddy mencariku, tapi lain kali kita bisa kan makan bersama lagi" ucap Ailda dan membuat Jack semakin marah.
"Tak masalah Alice pergilah, nanti kita bisa ketemu lagi kan" ucap Rio.
"Aku pulang, sampai ketemu lagi Rio" ucap Ailda.
Jack kembali menarik tangan Ailda untuk segera pulang dari sana padahal ada Claudia di sana tapi Jack tak menghiraukannya, bahkan Claudia di buat marah karena sikap Jack yang tak peduli padanya.
"Selalu saja Alice, aku bingung dengan Jack kakak macam apa yang menghawatirkan adiknya berlebihan begitu, apa mereka sepasang kekasih" gumam Claudia di sepanjang perjalanan.
Jack membawa Ailda masuk kedalam lip hotel itu karena kamar mereka ada di lantai empat, mereka hanya berdua dalam lip karena saat Claudia akan masuk Jack dengan cepat menutup pintu Lipnya.
"Ihhh Jack kau sangat menyebalkan" geram Claudia yang berdiri depan pintu lip.
Sedangkan Ailda yang saat ini berada di dalam lip merasa marah karena Jack sudah berani menganggunya apa lagi saat tadi Ailda sedang dengan orang lain.
__ADS_1
"Lepaskan aku, kau tak berhak berprilaku begini padaku Jack" ucap Ailda kesal.
Jack melepas cengkraman pada tangan Ailda, Jack tersenyum tipis karena Ailda sangat berubah drastis padahal saat dengan Sam, Ailda tak pernah bersikap seperti itu pada Jack.
"Siapa dia" tanya Jack ketus dan dingin.
"Apa pedulimu" tanya Ailda.
"Tentu aku peduli karena aku tak mau kau di dekati oleh laki laki lain" ucap Jack namun tatapannya malah mengarah ke depan bukan pada Ailda.
"Ingat ini baik baik aku tak suka kau ikut campur tentang masalahku, jauhi aku karena aku tak mau menjadi penghalang hubunganmu dengan Claudia dan tentang laki laki itu kau tak berhak bertanya siapa dia" ucap Ailda marah pada Jack.
Tingg..
Pintu lip terbuka dengan cepat Ailda pergi dari sana karena tak mau berlama lama dengan Jack apa lagi saat ini Jack sangat menyebalkan bagi Ailda.
Jack hanya menatap kepergian Ailda yang sekarang sudah masuk kedalam kamarnya.
Ailda masuk kedalam kamar dan merebahkan tubuhnya di ranjang, Nenek Mathilda yang melihat itu langsung merasa aneh pada Ailda.
"Kau kenapa" tanya Nenek Mathilda.
"Nek aku sangat sangat kesal pada Jack, dia terlalu ikut campur tentang masalahku" ucap Ailda.
"Menurut Nenek wajar saja Ail, Nenek tau Jack itu suka sama kamu jadi wajar saja dia marah kalau kau macam macam" ucap Nenek Mathilda.
"Nenek tau dari mana kalau Jack suka padaku, sebentar lagi dia akan menikah Nek jadi tak mungkin dia akan meninggalkan Claudia yang punya pangkat dokter itu" ucap Ailda.
"Kau salah menilai Ail".
" sudah Nek aku tak ingin membahas itu, Oh ya Nek kapan kita akan pulang aku sudah merasa kalau kehadiran kita hanya akan menyusahkan Tuan David dan Nyonya Elive saja" ucap Ailda.
"Nenek belum tau, tapi kalau kita di suruh pulang oleh tuan David maka kita pulang" ucap Nenek.
"Terus kalau gak di suruh" tanya Ailda.
__ADS_1
"Ya terpaksa di sini, lagian Ail seharusnya kau senang tinggal di sini kau tak perlu cape cape kerja memetik anggur untuk kita makan karena di sini kebutuhan kita tercukupi Ailda".
" tidak Nek, kita bukan siapa siapanya tuan David sangat baik aku tak mau menyusahkannya".
"Ya Nenek juga berpikir begitu apa lagi dia sangat sering membelikan obat untuk Nenek, dari mana kita akan ganti".
"Tuh kan aku sangat ingin pulang Nek".
" ya tapi mau bagaimana" tanya Nenek sambil menatap pada Ailda dan hanya di balas gelengan kepala oleh Ailda.
"Ail bagaimana pernikahanmu" tanya Nenek.
"Aku akan pisah dengan Sam Nek, secepatnya" ucap Ailda yang langsung bangkit dan mengambil minum di atas meja.
"Bukannya tak mau mempertahankan Nek tapi Sam sudah melakukan kekerasan padaku dan aku tak akan bisa memaafkannya, ya walau pun Sam pernah baik padaku tapi tetap saja dia jahat Nek dia ingin mencelakai tuan David" ucap Ailda panjang lebar.
"Kasihan kamu masih muda harus gagal dengan cinta pertama di pernikahan pertama maafkan Nenek ya coba saja kalau dulu Nenek kaya mungkin sekarang kita tak akan seperti ini".
" sudah Nek aku tak menyesal lahir di keluarga miskin, yang penting aku tak miskin dalam pikiran dan masa depan".
Mereka pun tertawa, sedangkan di balik pintu kamar itu ada tuan David yang menguping semua pembicaraan Ailda dan Neneknya.
"Kalian orang baik, coba saja kalau Alice masih ada di sini dan di hadapkan dengan kemiskinan mungkin dia tak akan mau bicara padaku" gumam tuan David.
Flashback Onn.
Saat itu perusahaan Tuan David mengalami penurunan, sehingga membuat uang jajan Alice sedikit terganggu dan tuan David memotong sedikit uang jajannya Alice.
"Daddd" teriak Alice dari dalam kamarnya karena saat itu Elive masih sakit dan sehari harinya hanya diam dan tak banyak bicara bahkan dia lebih sering melamun saja.
"Dadd come here" teriak Alice lagi.
"Ada apa Alice kau teriak teriak apa ada yanh salah" tanya tuan David sambil ngos ngosan karena berlari dari ruangan kerjanya menuju kamar putrinya itu.
"Dad apa ini, apa kau tak tau kalau uang segini hanya cukup untuk dua hari saja" ucap Alice marah marah pada tuan David.
__ADS_1
"Sabar Alice maafkan Daddy, sekarang di perusahaan sedang ada penurunan jadi Daddy mengurangi uang jajanmu".
"Ya ampun Dad kau tak berhak begitu, pokoknya sekarang kirimkan lagi uangnya padaku" ucap Alice.