
Priska dan Ailda di sekap di kamar yang sama tapi mereka tak bisa saling menolong karena tangan dan kaki mereka di ikat dan mulut mereka juga di lakban.
"Emmmt Heuhhhh" suara Ailda tak keluar karena lakban yang menempel di mulutnya.
Ailda mencoba mendekati Priska, dia berdiri dengan kesusahan karena kakinya di ikat kuat, sedangkan Priska masih terus duduk di lantai.
Secara perlahan Ailda mendekati wajah Priska karena ingin membuka lakban yang ada di mulutnya, dengan susah payah karena menahan tubuhnya supaya tak jatuh ke lantai karena Ailda berdiri tak seimbang.
Breet.
Akhirnya dengan cepat Ailda mampu membuka lakban yang menutupi mulut Priska walau pun terlihat oleh mata Ailda kalau Priska meringis kesakitan tapi yang paling penting Priska sudah bisa bicara.
Ailda hendak duduk lagi di lantai tapi ikatan pada kakinya membuatnya tersandung dan jatuh ke lantai.
Bughh.
Kening Ailda memar merah karena terbentur ke lantai, tapi hal itu tak membuat Ailda kesakitan karena dia ingin sekali mendengar kabar dari Priska.
"Kau tak apa" tanya Priska sambil berbisik karena takut anak buahnya Sam mendengarnya.
Ailda hanya menganggukan kepalanya karena dia tak bisa bicara.
"Alice kita harus pikirkan rencana agar kita bisa keluar dari sini" ucap Priska.
Ailda hanya menganggukan kepalanya.
"Aku tak bisa berfikir Alice karena sekarang kita sangat susah untuk keluar" bisik Priska.
Ailda melihat ke sekeliling kamar itu rasanya dia masih punya pisau di dalam kamar itu, dengan cepat Ailda pun mencari letak pisau itu dimana karena seingat Ailda saat dia mengupas buah buahan di kamarnya dia belum mengembalikan pisaunya lagi ke dapur.
"Oh ya kau menaruhnya di atas lemari kecil tempat menyimpan baju" batin Ailda.
Dengan tenaga seadanya Ailda ngesot untuk sampai ke lemari itu, karena menyuruh Priska pun tak ada gunanya karena sekarang mulut Ailda sedang di lakban.
Ailda mencoba berdiri dengan menjadikan gagang pintu lemari sebagai alat pegangan untuknya supaya bisa berdiri, dengan sekuat tenaga Ailda mencoba berdiri.
Priska yang melihat itu pun langsung merasa aneh pada Ailda karena untuk apa dia naik kesana, Pikir Priska.
Setelah berhasil berdiri Ailda mencoba meraih pisau yang tepat ada di atas lemari itu bahkan tangannya pun harus merasa sakit karena tergores serpihan kayu dari lemari itu.
"Kau sedang apa" tanya Priska sambil berbisik.
Ailda tak menjawab dia terus saja mencoba meraih pisau itu tetapi suara pintu terbuka mengagetkan Ailda yang sekarang masih berdiri di tempat itu, dan dengan cepat Priska menyembunyikan wajahnya karena tak mau sampai anak buahnya Sam tau kalau lakban di mulutnya sudah berhasil terbuka.
Anak buah itu mendekati Ailda yang sekarang sudah terduduk lagi di lantai, Anak buah itu tersenyum karena melihat Pisau yang ada di atas lemari dan dia berfikir kalau Ailda sampai berada di dekat lemari karena ingin mengambil pisau itu.
"Kau pintar juga ya" ucap anak buah itu sambil mengambil pisau dari atas lemari itu.
"Kalau sampai kalian ada yang berani lagi begini maka akan aku pastikan kalian tak akan selamat" ancam anak buah itu.
Setelah memastikan kalau tak ada barang tajam di kamar itu anak buah Sam kembali lagi keluar dari kamar Ailda dan mengunci pintu kamar itu dari luar.
"Sial" umpat Ailda dalam hatinya.
"Hampir saja kau berhasil tadi Alice" bisik Priska.
Ailda menyandarkan badannya pada dinding kamar itu hanya satu harapan Ailda sekarang Jack melihat pesan itu dan datang kesana untuk menyelamatkannya.
"Jack baca pesanku" batin Ailda sambil meneteskan air matanya.
**
Sedangkan Jack yang sekarang sedang berada di ruang kerja tuan David pun sejak tadi merasa gelisah entah apa yang di pikirkannya tapi yang dia rasakan sekarang adalah rasa gelisah yang sangat mendalam.
Jack ingin sekali membuka ponselnya apa lagi sedari tadi ponselnya itu bergetar karena ada pesan yang masuk, tapi begitulah kebiasaan Jack dia tak pernah percaya pada pesan.
Karena kebanyakan isi dari pesannya adalah pesan omong kosong dari agen yang menawarinya pinjaman online, dan benar saja saat Jack membuka ponselnya dia melihat nomor yang tak dia kenal mengirimkannya pesan.
__ADS_1
"Sudah aku duga nomor asing lagi" gumam Jack dan langsung meletakan kembali ponselnya.
Padahal pesan yang pertama adalah pesan dari Ailda dan Jack tak melihatnya karena notifikasinya tertutup dengan nomor nomor asing.
Jack melanjutkan kembali pekerjaanya sekarang sudah hampir larut malam tak terasa Jack tertidur di ruangan kerja itu karena terlalu kecapean jadi Jack tak sadar kalau dia tidur di sana.
Hingga pagi harinya Jack terbangun dalam keadaan dirinya yang masih di sana dengan baju yang sama yang semalam dia pakai.
"Ya ampun aku ketiduran di sini, semalam aku tak sempat mandi" gumam Jack.
Dengan cepat Jack mengambil ponselnya dan langsung berjalan menuju kamarnya untuk mandi dan berganti pakaian.
Seperti biasa dia mandi dan mengguyur badannya di bawah shower hal itu membuatnya sedikit merasa tenang apa lagi dengan semua pekerjaan yang membuatnya sibuk membuat Jack merasa sedikit stres.
"Aku perlu jalan jalan sekarang, rasanya kepalaku pusing karena memikirkan ini semua" gumam Jack.
Jack keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk yang menutupi bawah perutnya, Jack tak langsung memakai baju dia malah duduk di pinggir ranjang dan melihat lihat ponselnya.
Matanya menyipit saat melihat pesan dari Ailda yang menunjukan waktu kemarin malam, dengan cepat Jack membuka pesan itu dan membaca dengan teliti setiap pesan singkat dari Ailda.
"Jack aku mohon beri taukan ini pada tuan David, keluarga Sam ingin menyerang rumah tapi aku gak tau kapan yang penting kalian harus berjaga jaga" gumam Jack membaca pesan itu.
"Ini maksudnya apa" gumam Jack merasa bingung.
Jack mencoba menghubungi nomor Ailda tapi ponsel Ailda mati total,
"Ya ampun ada apa ini, dasar Jack kau ceroboh kenapa tak baca pesan ini dari kemarin, aku harus menemui Ailda aku takut dia kenapa kenapa" gumam Jack sambil memakai baju nya.
Jack langsung pergi tanpa pamitan dahulu padahal tuan David berada di sofa tadi karena panik Jack tak melihat kalau tuan David sedang berada di sana.
"Kenapa anak itu sepertinya dia sedang panik" gumam Tuan David melihat Jack yang panik.
Tapi tuan David tak memperdulikannya karena kalau berita besar Jack pasti akan memberi taukan padanya.
"Dad dimana Jack apa dia belum bangun" tanya Elive sambil membawa dua gelas teh hangat dan cemilan.
"Sudah Mom, tapi Jack pergi dengan terburu buru" jawab tuan David sambil menyeruput teh buatan istrinya itu.
" ya mom terserah kau saja aku ikut saja".
"Ya Dad aku akan bawa sedikit perhiasan untuk melamar Claudia".
Sedangkan Jack yang sekarang sedang mengendarai mobilnya menuju rumah Sam dia membawa mobilnya dengan kecepatan penuh karena tak mau sampai Ailda kenapa kenapa apa lagi pesan itu di kirimkan malam hari.
" ya ampun aku lupa bicara dengan Daddy tentang masalah ini, Ck dasar aku ini mulai pelupa sekarang" gerutu Jack di dalam mobil.
Setelah sampai di dekat rumah Sam, Jack terlebih dahulu memantau keadaan rumah itu ternyata banyak sekali orang orang di sana dan Jack yakin kalau orang orang itu adalah anak buahnya Sam.
"Aku akan mati jika masuk ke rumah itu sekarang" gumam Jack sambil memikirkan rencana.
Dia baru ingat kalau waktu itu dia menyuruh anak buahnya untuk memantau rumah Sam, dengan cepat Jack menghubungi anak buahnya itu.
📞📞
"Kau dimana aku sedang berada di dekat rumah Sam, kau datanglah kesini" ucap Jack.
"Baik tuan" balas anak buahnya itu.
📞📞📞
Tak lama kemudian anak buahnya datang dan langsung masuk kedalam mobil Jack yang berada tak jauh dari rumah Sam.
"Selamat pagi tuan" ucap anak buahnya itu.
"Pagi, oh ya ada apa di rumah Sam ramai begitu" tanya Jack.
"Saya kurang tau tuan tapi yang pasti mereka sedang merencanakan sesuatu karena sejak tadi banyak sekali orang yang datang kesana, namun yang paling tak aku paham adalah mereka membawa senjata tuan" jelas anak buahnya itu.
__ADS_1
"Apa kenapa tak memberi tau aku kalau mereka membawa senjata".
" maaf tuan saya gak tau saya kira kau tak akan membutuhkan informasi ini".
"Bod*h aku bilang apa kemarin, kalau ada apa apa beri taukan padaku" gerutu Jack.
"Maaf tuan".
" baiklah kita akan pulang sekarang aku yakin mereka akan menyerang rumah tuan David malam ini" ucap Jack.
Jack kemudian melajukan mobilnya meninggalkan itu dan hal itu membuat salah satu anggota mafia yang sedang berada di rumah Sam menaruh curiga pada mobil itu.
"Lihat plat mobil itu, cari tau siapa yang punya" titah anggota mafia itu pada anak buahnya.
"Siap tuan".
Hanya dengan waktu dua menit saja anak buah itu sudah mendapatkan informasi tentang plat mobil itu, karena sangat mudah bagi mereka tentang melacak apa pun.
" tuan nama nya Jack Arlan anak angkat dari tuan David Delmar" jelas anak buah itu.
"Hahahha sudah aku duga mereka tau rencana kita" ucap anggota itu.
Dia berjalan masuk kedalam rumah Sam dan di dalamnya sudah ada tuan Vincent, Sam dan tentu saja Naga ketua mafia sekaligus pamannya Sam.
"Tuan tadi ada Jack Arlan yang datang ke sini tapi hanya diam saja di depan, aku yakin kalau dia tau rencana kita".
" biarkan saja dia kita sekap saja Alice" ucap tuan Vincent.
"Baik tuan".
"Sam perintahkan anak buahmu untuk membawa Alice dan istrimu itu ke markas paman Naga" titah tuan Vincent.
"Baik Dad".
Sedangkan Jack yang sudah berada di halaman rumah tuan David pun langsung turun dari mobil dan masuk ke rumah anak buahnya dengan setia mengikuti Jack dari belakang.
" Dad bahaya" ucap Jack.
"Ada apa Jack".
"Bisa kita bicara berdua" tanya Jack karena di sana ada Elive dan Nenek mathilda.
"Ikut aku ke ruang kerja" ucap tuan David.
Jack dan anak buahnya itu mengikuti tuan David ke ruang kerjanya, Tuan David sudah menduga kalau sekarang ada yang tak beres karena terlihat dari raut wajah Jack yang semakin panik.
"Ada apa ceritakan padaku" ucap tuan David.
Jack menceritakan semuanya mulai dari dia membaca pesan dari Ailda hingga datang ke rumah Sam dan ternyata banyak sekali orang di rumah Sam dan semuanya rata rata membawa senjata.
"aku takut tuan kalau pesan itu benar" ucap Jack.
Tuan David hanya tersenyum tipis karena tak sangka ternyata temannya itu senekad itu ingin menghabisinya.
"Gerakan semua anak buahku untuk datang kesini dan jangan lupa sampaikan pada mereka bawa senjata juga pastikan mereka tak menampakan diri selama Vincent belum datang" titah tuan David pada anak buah Jack yang sedari tadi ada di sana.
"Baik tuan saya akan ke markas sekarang dan mengajak semua anak buah kesini".
" segera lakukan".
Setelah melihat kepergian dari anak buahnya itu Jack merasa kalau Ailda sekarang sedang dalam bahaya besar apa lagi yang mereka tau Ailda adalah Alice anak Tuan David.
"aku jangan cemas Jack" ucap tuan David.
"Tapi Dad aku rasa Ailda sedang dalam bahaya".
" baiklah aku akan suruh anak buahku untuk membawa Ailda pulang bagaimana".
__ADS_1
"Aku tak yakin Dad, apa lagi tadi aku melihat banyak orang di sana kalau kita kesana sekarang maka sama saja kita mencari maut kita sendiri".
" kau tenang saja, serahkan semuanya padaku".