Pengganti Putri Yang Hilang

Pengganti Putri Yang Hilang
bab 58


__ADS_3

Hari demi hari berjalan dengan sangat cepat bahkan Ailda pun sekarang di pekerjakan oleh tuan David di kantornya, karena tuan David paham kalau Ailda akan merasa suntuk bila terlalu lama di rumah.


Awalnya Ailda menolak karena tak bisa bahkan Ailda dahulu hanya sekolah tamatan Sekolah dasar saja itu pun Ailda banyak bolos karena harus bekerja juga di kebun anggur milik Bibi Mona.


Sekarang Ailda tengah membuat berkas itu pun dalam pengawasan tuan David, sekarang Ailda masih dalam tahap belajar tetapi semua karyawan taunya kalau Ailda bekerja di sana karena mereka taunya kalau Alice tamatan kuliah ternama.


"Sudah selesai Ailda" tanya tuan David.


"Sudah tuan, apa ini sudah benar" ucap Ailda sambil memberikan satu lembar kertas yang isinya adalah berkas yang baru saja dia buat barusan.


"Ailda jangan panggil aku tuan, bukankah aku adalah Daddy mu panggil aku Daddy saja" ucap Tuan David.


"Baik Dad".


Tuan David memeriksa dengan teliti ternyata berkas yang di buat Ailda sangat tepat dan bagus, bahkan lebih bagus buatan Ailda.


" kau berfikir sendiri Ailda" tanya tuan David.


"Tentu Dad".


" akhirnya kau bisa juga tak salah aku memilihmu" ucap tuan David bangga pada Ailda.


"Tapi Dad aku hanya lulusan sekolah dasar, aku paling lelet di sekolah" ucap Ailda yang jujur karena memang di sekolahnya dulu dia sering di bully oleh teman temannya.


"Itu tak penting Ailda yang paling penting itu cerdas dan cepat tanggap, di kalangan pembisnis seperti kita itu tak ada yang lulus sampai sarjana, bisa saja orang orang sukses karena warisan dari orang tua nya".


" ya Dad tapi setau aku di kampung harus sarjana jika ingin punya pekerjaan tetap".


"Itu bohong Ailda, karena sukses itu bukan dari lulusan apa kita tapi dari takdir bahkan banyak sekali orang yang pintar dan lulusan Sarjana tapi hanya seorang karyawan" ucap tuan David.


"Benarkah aku baru tau sekarang" ucap Ailda menunduk karena hal itu saja Ailda baru tau sekarang, sungguh hidup Ailda tak akan maju jika dia tinggal di kampung.


"Kasihan dia" batin Tuan David.

__ADS_1


"Sekarang kau tau kan, jadi belajarlah yang banyak Ailda, masa depanmu harus lebih cerah lagi dari ini" ucap tuan David.


"Baik tuan".


Jack datang ke ruangan itu karena ingin memberikan berkas yang harus tuan David tanda tangani.


" permisi Dad ada berkas yang harus di tanda tangani" ucap Jack.


"Bawa kesini Jack" titah tuan David.


"Jack sekarang waktunya makan siang, ajaklah Ailda makan siang karena nanti kita akan ada kerjaan" ucap tuan David.


"Baik Dad, Ayo Ailda" ajak Jack.


Mereka mampir di sebuah Cafe yang tak jauh dari perusahaan tuan David, Ailda memesan roti sandwich dan jus jeruk, Ailda memakannya dengan sangat lahap.


"Bagaimana kerjaan hari ini" tanya Jack yang sedang memakan daging panggang.


"Baik hanya saja ada sedikit masalah, aku hampir salah sebanyak lima kali Jack entahlah kalau bukan bekerja di perusahaan Daddy mungkin aku sudah di pecat" jawab Ailda.


"Daddy memang baik ya, tak akan ada anak yang menyesal bila menjadi anak Dad David" ucap Ailda.


"Ada yang tak mau menjadi anak Dad David Ailda" ucap Jack sedikit sedih mengucap kata itu.


"Siapa" tanya Ailda.


"Alice anak kandung Dad David sendiri" jawab Jack.


"Kenapa bukannya dia sangat sayang pada Dad David" tanya Ailda lagi.


"Kamu tau Ailda, dulu mereka pernah bertengkar karena perusahaan Dad David mengalami penuruan saat itu Mom Elive sedang sakit, Alice marah karena uang jajannya kurang karena mahalnya obat untuk Mom Elive jadi Dad David mengurangi uang jajan Alice dan dia marah besar sampai berdebat dengan Dad David" jelas Jack.


"Aku gak tau kalau Alice begitu" ucap Ailda.

__ADS_1


"Ya makannya teman teman Alice merasa aneh padamu karena sikaf kalian yang beda jauh" ucap Jack menatap pada Ailda.


"Alice sangat sombong bahkan dia tak segan segan untuk menghina orang yang tak bersalah" ucap Jack.


"Sudah Jack jangan bahas masalah itu Non Alice sudah tenang di alam sana" ucap Ailda.


"Ya aku tau".


Setelah selesai makan siang, Ailda dan Jack masuk untuk kerja lagi sampai sore hari mereka pulang memakai satu mobil yang di pakai tuan David pagi hari.


Karena mereka satu tujuan tuan David memutuskan untuk naik mobil yang sama.


Sesampainya di kediaman rumah tuan David, Jack terkejut karena melihat Claudia yang sudah berdiri di halaman rumah tuan David.


"Jack maaf aku datang tak mengabari dulu" ucap Claudia yang sudah ada di dekat Jack.


Jack menatap pada Ailda dahulu.


"Tak masalah" ucap Jack.


"Masuklah kita ngobrol di dalam" ucap tuan David.


"Jack mau kan malam ini nonton bersama aku" tanya Claudia.


"Tapi bagaimana" tanya Jack gugup karena tak mau lama lama dengan Claudia.


"Ajak saja Alice ya, sekalian biar bertiga" ucap Jack.


"Masa ajak Alice" tanya Claudia yang membuat aku bingung.


"Eh maksud aku kan kita akan pergi berdua" ucap Claudia lagi.


"Kita ajak saja Alice gak masalah kan" ucap Jack.

__ADS_1


"Tapi aku hanya punya dua tiket" bantah Claudia.


"Kalian pergi saja aku gak akan ikut" ucap Ailda yang langsung masuk kedalam rumah.


__ADS_2