
Di sisi lain.
Sam yang sekarang sudah menjadi suaminya Ailda yang menggantikan Alice itu sedang berada di atas ranjang mengutak atik ponselnya.
"Hubby, apa kau tak akan pergi ke istri mudamu itu" tanya gadis cantik yang bernama priska.
Priska gadis cantik yang usianya sama dengan Sam sekitar 25 tahunan itu duduk di sebelah Sam yang belum memakai baju setelah melakukan olahraga malam dengan Priska.
"Tidak Pris aku tak selera padanya, bahkan dia sudah di sentuh banyak orang aku jijik melihanya" ucap Sam.
"Janji ya jangan sentuh dia sedikit pun" ucap Priska cemburu karena Sam menikah lagi karena urusan bisnis.
"Awas saja kalau kau mencoba berpaling dariku aku tak akan segan segan melaporkan keluarga kalian ke polisi Sam" batin Priska tersenyum licik.
Sam bangun dan memakai lagi bajunya yang sempat dia lepas tadi, Sam mengambil kunci mobilnya yang berada di atas nakas kamar itu.
"Pris aku harus pergi dulu ke rumah David besok aku akan kembali lagi kesini dan membawa Alice juga kau bersiaplah untuk menyambutnya" ucap Sam.
Priska memeluk Sam dari belakang, dia tak bisa jauh dari suaminya itu bahkan sekarang Priska merasa takut jika membiarkan suaminya itu bersama Alice karena mau bagai mana pun juga Alice lebih cantik dan lebih kaya dari Priska.
Dan hal itu membuat Priska takut jika Sam malah berpaling darinya dan lebih memilih Alice.
"Hubby jangan tertarik pada Alice ya, ingat ada aku yang selalu menunggumu" ucap Priska bergelayut manja di pelukan Sam.
"No Pris, aku tak suka pada Alice" bantah Sam.
"Iya baiklah aku percaya padamu" ucap Priska.
Sam pulang ke rumah tuan David, dia berniat pulang karena takut keluarga tuan David merasa curiga karena dia sudah pergi di malam pertamanya.
Mobil Sam melaju dengan kecepatan penuh karena malam hari jadi jalanan tak terlalu penuh dengan kendaraan, Sam merasa malas untuk pulang kepada Alice karena rasa bencinya akan semakin timbul saat melihat keluarga tuan David Delmar.
Mobil Sam berhenti di gerbang rumah besar tuan David dengan cepat para satpam membukakan pintu gerbang supaya mobil Sam masuk kedalam halaman luas rumah Tuan David.
Sedangkan Ailda dia sedari tadi sudah tidur pulas, dia serasa kalau dirinya bukan seorang pengantin karena tanpa kehadiran Sam dia merasa menjadi gadis lagi.
Sam masuk ke kamar Ailda, dia tak menghiraukan Ailda yang sudah tidur, dengan cepat Sam naik ke ranjang samping Ailda.
Sam mencoba untuk tidur namun rasanya dia tak bisa tidur, Sam mencoba melihat Ailda yang sedang tidur.
Wajah Ailda yang damai dan tenang membuat hatinya merasa nyaman memandang Ailda yang sedang tidur itu.
"Ck apaan aku ini kenapa harus melihat wajah dia lama lama" gerutu Sam.
-
Pagi hari yang sangat cerah.
Ailda bangun dari tidurnya, dia melihat kalau Sam sedang terlelap tidur di sampingnya, Ailda memperhatikan wajah Sam yang tampan itu entah apa yang di pikirkan Ailda tentang Sam.
Mungkin Ailda berpikir kalau Sam adalah lelaki hebat, lelaki bertanggung jawab dan lelaki yang sangat mencintainya tapi Ailda salah, sangat sangat salah Sam menikahinya karena tujuan tertentu.
"Sam bangun sudah siang" ucap Ailda membangunkan Sam yang masih terlelap.
__ADS_1
"Euhh".
"Sam" ucap Ailda lagi sambil menepuk pelan pipi Sam.
"Bentar Pris aku masih ngantuk" ucap Sam.
Ailda binggung karena Sam menyebut nama wanita lain di hadapannya, pikiran Ailda pun langsung berkelana.
"Pris? Siapa dia apa Sam punya hubungan sebelum menikah denganku" batin Ailda.
Ailda tak membesarkan masalah itu, dia langsung bangun dan mandi untuk menyegarkan pikirannya yang sangat banyak ini.
Entah kenapa Ailda selalu saja memikirkan perkataan Jack pada malam kemarin, Jack membuat Ailda sangat bingung dan tak bisa berbicara lagi karena jika di artikan Jack mencintai Ailda.
Ailda mengguyur dirinya di shower yang airnya sangat dingin di pagi hari, bahkan Ailda merendam tubuhnya di bathub yang airnya dingin.
"Kenapa perasaanku ini jadi sakit begini, terkadang aku merasa sakit hati jika melihat Jack yang bersikap seperti itu kemarin" gumam Ailda.
Ailda menyudahi mandinya dia langsung mengganti pakaiannya dengan gaun polos yang bahannya terbuat dari kain import yang tipis sehingga membuat pemakainya tak merasa kegerahan.
Ailda kembali ke ranjangnya, dia melihat Sam yang sudah bangun tapi dia masih berada di ranjang dan mataya fokus pada layar ponsel yang berada di tangannya.
"Sudah bangun Sam" tanya Ailda.
"Heumm" jawab Sam singkat dan matanya tetap saja Fokus pada layar ponsel tanpa melihat Ailda sedikit pun.
Ailda tak bertanya lagi dia sangat tau kalau Sam sedang sibuk karena terdengar dari ponselnya yang terus menerus berbunyi akibat ada sms masuk.
"Apa sekarang? Apa tak bisa besok? Aku belum memberitau Mommyku" ucap Ailda.
"Lalu" ketus Sam.
Perubahan sikap Sam terasa jelas oleh Ailda, karena dulunya Sam tak seperti itu pada Ailda.
"Baiklah aku akan kemasi sekarang tapi aku akan ijin dulu pada Mommy" ucap Ailda.
"Silahkan" ketus Sam.
Ailda langsung pergi untuk menemui Tuan David dan memberitaunya kalau dia akan ikut Sam sekarang.
Namun saat Ailda sedang berjalan dia melihat kamar Jack yang terbuka dia akan mampir dulu ke kamar Jack untuk berpamitan dengannya dan sekalian meminta Jack untuk menjaga Nenek Mathilda.
"Tuan Jack" sahut Ailda dari luar kamar Jack.
Namun tak ada jawaban dari Jack.
"Kemana dia" gumam Ailda.
Ailda langsung masuk kedalam tanpa menunggu aba aba lagi, Ailda melihat sekeliling namun tak ada sosok Jack di dalam sana.
Tapi ada suara orang mandi di kamar mandi, Ailda mengira kalau Jack sedang mandi dan dia akan menunggunya sebentar di atas ranjang Jack.
Sedangkan Jack yang sedang mandi dia terlupa kalau pakaiannya belum dia keluarkan dari lemari, Jack keluar hanya memakai handuk saja yang di belitkan pada perutnya sedangkan dadanya yang bidang dia biarkan terlihat.
__ADS_1
Jack dengan santainya berjalan keluar kamarnya, bahkan Jack pun tak menyadari keberadaan Ailda yang sedang duduk di ranjangnya.
Ailda merasa ada seseorang berjalan kearahnya, saat Ailda melihat ternyata Jack yang sedang berjalan menuju lemarinya.
"Aaaghhhhh" Ailda berteriak karena kaget melihat Jack yang tak memakai pakaian.
"Nona kau sedang apa di kamarku" ucap Jack yang sadar ada Ailda.
Ailda langsung menutup wajahnya dengan telapak tangannya, dia berbalik membelakangi Jack yang masih berdiri mematung.
"Tuan pakai dulu bajumu" ucap Ailda.
"Mau apa kau kesini Nona apa kau tak malu masuk kekamar lakilaki yang masih lajang" ucap Jack.
Jack langsung mengambil kaos polosnya yang berada di lemari, dia langsung memakinya dengan cepat.
"ada apa kesini Nona" tanya Jack.
Ailda langsung berbalik dan melihat Jack yang sudah memakai kaos itu.
Ailda mendekat kearah Jack yang masih berdiri.
"Maaf aku kesini tapi aku hanya ingin berpamitan denganmu" ucap Ailda.
"Berpamitan? Kau mau kemana" tanya Jack.
"Aku mau pergi ke rumah Sam, Tuan Jack tolong jaga Nenek disini aku hanya percaya padamu tuan" ucap Ailda.
"Kenapa mendadak? Kau sudah tak mau melihatku" ledek Jack.
"Tuan, aku juga gak tau tapi Sam yang mengajak aku sekarang" ucap Ailda.
"Besok saja lah Nona biar aku bisa ikut melihat rumah barumu" ucap Jack.
"Tidak tuan aku gak bisa, harus sekarang" ucap Ailda.
"Kau kenapa Nona" tanya Jack.
"Aku tidak apa apa".
" kau kenapa Nona" tanya Jack mengulangi ucapannya.
"Tidak Jack aku baik" ucap Ailda.
"Raut wajahmu membuktikan kalau kau sedang berbohong Ailda, katakan saja apa Sam berbuat jahat padamu" tanya Jack.
"Diamlah aku tak mau membahas ini" ucap Ailda yang langsung pergi dari kamar Jack, Ailda berlari dia tak bisa menyembunyikan kesedihannya karena sikap Sam akhir akhir ini.
bersambung...
***awas saja Sam kalau kau sampai sakitin Ailda, Emak othor buat kamu jatuh cinta sama Ailda bagaimana?
salam manis Nurleni***..
__ADS_1