
"Hah" ucap Ailda terkejut mendengar ucapan Sam.
"Ya Alice aku ingin kita baikkan lagi, aku janji tak akan menyakiti kamu lagi" ucap Sam sambil berjongkok di hadapan Ailda.
"Maaf Sam tapi luka yang kamu berikan belum sembuh sepenuhnya" ucap Ailda.
"Aku janji akan mengobati setiap luka yang ada pada dirimu, aku mohon kembali lah padaku Alice" ucap Sam dengan penuh permohonan.
"Jangan Alice" sahut tuan David yang sedang berjalan di tangga.
Karena mendengar keributan tuan David pun terpaksa bangun dari istirahatnya karena tak mau ada keributan di rumahnya itu.
"Dad" gumam Ailda.
"Jangan terima dia lagi, perceraian kalian sedang di urus oleh pengacara" ucap tuan David lagi.
"Tapi tuan tidak bisakah aku dan Alice bersama lagi aku janji akan membahagiakannya, aku juga akan menebus kesalahan aku di masa lalu" ucap Sam.
"Maafkan aku tapi mau kau bahagiakan apa anakku kalau kau tak punya apa apa Sam" ucap tuan David.
"Aku akan ambil kembali perusahaan dan rumah Tuan".
" perusahaan dan Ruman Zian, itu hak dia itu milik dia dan sekarang kau tak punya apa apa, sadarlah Sam jangan mengambil milik orang lain dan sekarang kamu punya karmanya, lihat Priska dia pergi setelah hartanya kembali dan soal Alice aku tak akan mengijinkan kalian bersama lagi karena aku tak mau putriku terluka lagi" ucap tuan David.
"Maafkan putraku tuan" ucap Sara.
"Nyonya aku bebaskan Sam sekarang, tapi ingat jangan pernah lagi dia sakiti Alice kalau saja Alice celaka atau terluka sedikit maka Sam lah yang akan bertanggung jawab" ucap tuan David.
"Baik tuan, terima kasih" ucap Sara senang.
Sam dan Mommynya pulang dari sana Sam melihat penolakan pada wajah Ailda, dan Sam pun cukup tau diri atas ucapan tuan David tadi karena mana mungkin tuan David merestui mereka apa lagi Ailda selalu Di sakiti oleh Sam.
Sedangkan Ailda yang sekarang sedang duduk di sofa melihat kepergian Sam dan Mommynya.
"Istirahatlah" ucap Jack.
"Ya" ketus Ailda dan langsung pergi dari sana menuju kamarnya karena tak mau berlama lama dekat dengan Jack.
"Hy Alice" sahut Elive saat Ailda hendak masuk kedalam kamarnya.
"Ya Mom ada apa" tanya Ailda.
"Kau masih merasa lelah ya" tanya Elive.
"Tidak Mom tadi juga sudah istirahat" jawab Ailda.
"Mau gak antar mamah beli pakaian untuk Claudia karena besok kita akan ke rumahnya" ucap Elive.
__ADS_1
"Hah besok" ucap Ailda kaget.
"Ya, mau gak antar Mommy" tanya Elive.
"Ayo" ucap Ailda.
Mereka berdua menuju ke sebuah perbelanjaan di pusat kota itu, Ailda hanya mengikuti Elive dari belakang karena tak tau harus bagaimana.
"Alice bagaimana kalau kita beli gaun yang warna Grey itu" tanya Elive menunjuk pada gaun yang ada di hadapannya.
"Terserah Mom saja" ucap Ailda.
"Tapi bagus gak ya kalau di pake oleh Clau" tanya Elive.
"aku rasa warna coklat cocok untuk Claudia Mom" ucap Ailda memberi saran.
"Coklat baiklah kita akan cari gaun berwarna coklat dengan motif yang bagus" ucap Elive.
Ailda hanya ikut ikut saja kemana pun Elive pergi, setelah selesai mendapat gaun warna coklat yang ukurannya sama dengan Ailda, mereka pun mampir ke toko perhiasaan untuk membeli cincin tunangan dan sedikit perhiasaan untuk Claudia.
"Alice lihat kalung ini bagus ya" tanya Elive.
"Bagus mah sangat cocok kalau di pake oleh Claudia apa lagi kulitnya juga kan putih" ucap Ailda.
"Baiklah kita ambil yang ini, apa kamu mau kalung Alice" tanya Elive.
"Baiklah kita pulang sekarang".
" ayo Mom".
Malam harinya kira kira pukul tujuh malam tuan David dan Jack sudah berada di cafe yang sudah mereka janjikan untuk bertemu dengan Klien.
Tuan David dan Jack sudah lama menunggu bahkan Jack bisa melihat dengan jelas kalau wajah tuan David sedikit pucat.
"Dad kau sakit" tanya Jack.
"Tidak Jack hanya saja aku sedikit merasa pusing" ucap Tuan David.
"Apa kita akan batalkan saja pertemuannya" ucap Jack.
"Jangan kita sudah terlanjur buat janji, aku bisa menahannya" ucap Tuan David kekeuh.
Klien pun datang mereka hanya dua orang saja namun mereka adalah orang orang penting yang di tugaskan oleh atasannya.
"Selamat malam tuan, maaf atas ketidak sopanan kami karena telah mengajak anda bertemu malam begini" ucap Tuan David berjabat tangan dengan kedua orang itu.
"Tidak masalah tuan kita sangat senang bisa bertemu langsung dengan Tuan David Delmar pemilik perusahaan yang sekarang sedang berkembang" ucap orang itu.
__ADS_1
"Kita mulai sekarang" ucap tuan David, namun saat dia hendak bangun dari duduknya kepalanya terasa sangat pusing, dengan cepat dia memegang kepalanya.
"Are you okey Dad" tanya Jack khawatir.
"Yes" ucap tuan David.
"Kau sangat pucat Dad" ucap Jack.
"Jack aku merasa pusing dan kepalaku sangat sakit" ucap tuan David.
"Kau duduk saja biar aku yang akan presentasi" ucap Jack.
"Apa kau yakin kau bisa Jack" tanya tuan David takut kalau Jack akan melakukan kesalahan.
"Aku yakin".
Jack memberikan berkas gambar pada kedua orang laki laki itu.
"Apa tuan David tak apa" tanya Laki laki itu.
"Daddy hanya merasa pusing saja, dan saya yang akan berpresentasi sekarang" ucap Jack.
"Aku baik maaf karena tiba tiba saja aku merasa pusing" ucap tuan David.
"Makan lah tuan semoga pusing mu cepat hilang" ucap Laki laki itu.
Jack mempresentasikan dengan sangat lancar dan sangat sama dengan file yang tadi sore dia lihat, untung saja IQ Jack cukup besar jadi otaknya bisa merekam jelas apa yang sudah dia lihat dan baca.
Bahkan tuan David pun terkagum kagum pada Jack karena tanpa di ajari pun Jack bisa melalukan itu.
"Baiklah apa ada yang akan di tanyakan" tanya Jack setelah presentasinya selesai.
"Tidak saya sangat paham dengan berkas ini, Tuan David saya sangat mau bergabung dengan perusahaan anda kami sangat tertarik, apa perusahaan anda mau bergabung dengan kami".
" benarkah, perusahaan kami sangat senang kalau bisa bergabung dengan anda".
Mereka pun berjabat tangan.
"Tuan asistenmu ini sangat pandai".
" dia anak sulungku bukan asistenku" ucap tuan David bangga pada Jack.
"Waw maafkan saya tuan saya tak tau".
" tak masalah".
jangan lupa like comen dan votenya ya...
__ADS_1