Pengganti Putri Yang Hilang

Pengganti Putri Yang Hilang
bab 60


__ADS_3

Hari demi hari Ailda semakin bisa beradaptasi dengan pekerjaannya yang mulai menumpuk, bahkan sekarang tuan David pun sudah membiarkan Ailda bekerja sendiri bahkan hari ini Ailda duduk bersama dengan para karyawan yang lain.


Tuan David awalnya meminta maaf karena menempatkan Ailda dengan para karyawan, namun Ailda menyakinkan tuan David kalau dia sudah sangat senang bisa bekerja di perusahaan itu walau pun hanya sebagai seorang karyawan.


"Nona Alice ada yang ingin bertemu denganmu" ucap seseorang karyawan yang tak lain adalah teman kerjanya.


"Aku akan kesana" ucap Ailda langsung pergi menuju loby untuk menemui siapa yang datang dan ingin melihatnya.


"Siapa" tanya Ailda pada seseorang laki laki yang berdiri membelakanginya.


Laki laki itu berbalik dan menatap pada Ailda.


"Rio" ucap Ailda tak percaya kalau Rio ada di sana.


"Hy, maaf menganggu waktumu sebentar Alice" ucap Rio.


"Ah tak masalah, ayo duduk ngomong ngomong sedang apa kau di sini" tanya Ailda.


"Aku mewakili perusahaan Daddy yang akan bergabung dengan perusahaan Daddymu, aku kesini tentu saja akan menandatangani surat kontraknya" ucap Rio.


"Oh aku gak tau masalah itu, Rio maafkan aku sekarang jam aku kerja dan aku tak mau bolos di jam kerja tapi kalau kau mau jam istirahat kau bisa menemuiku lagi" ucap Ailda.


"Kau sangat jujur Alice padahal perusahaan ini milik Daddy mu sendiri tapi kau tak mau bolos di jam kerja walau hanya beberapa menit saja" ucap Rio.


"Ri bukan begitu tapi di sini aku kerja jadi aku menuruti peraturan di sini" ucap Ailda.


"Maaf aku tinggal sekarang" ucap Ailda lagi.


"Ya tak masalah, semangat kerjanya Alice" ucap Rio memberikan semangat.


Ailda duduk kembali dan langsung menyelesaikan pekerjaannya yang sempat tertunda.


"Nona Alice, tuan David memanggil Anda" ucap Ketty teman baru Ailda.


"Baik aku akan kesana" ucap Ailda yang langsung menuju ke arah lift karena ruangan tuan David berada di lantai dua.


Ting..


Pintu Lift terbuka dan menampakan Jack yang berada di dalam Lift, namun Jack tak keluar dia hanya memandang Ailda yang masuk kedalam Lift.


"Jack kau tak akan keluar" tanya Ailda heran.


"Aku akan naik lagi ada yang ketinggalan" ucap Jack berbohong karena dia hanya ingin ber duaan dengan Ailda.


"Oh baiklah, Jack kenapa ya Dad memanggil aku apa aku ada kesalahan" tanya Ailda pada Jack.


"Entah aku gak tau" jawab Jack.

__ADS_1


Ting..


Pintu Lift terbuka Ailda segera keluar, karena ruangan tuan David dan ruangan Jack bersebelahan jadi Jack berjalan beriringan dengan Ailda.


"Jack apa Daddy nya Rio teman bisnis Daddy" tanya Ailda.


"Rio pemilik penginapan itu" tanya Jack.


"Ya yang waktu itu kita liburan yang penginapannya bagus itu" ucap Ailda memuji Rio.


Jack tersenyum tipis karena Ailda akan terus memuji Rio kalau mereka sedang membahas Rio.


"Ya yang aku tau mereka berteman dan akan melakukan perjanjian kontrak entah sekarang atau kapan aku belum tau" ucap Jack.


"Kontrak itu sekarang Jack, bahkan Rio sudah datang kesini" ucap Ailda.


"apa sekarang tapi Dad tak bilang padaku kalau sekarang akan di adakan perjanjian Kontraknya" ucap Jack terkejut.


Dengan cepat Jack pergi dari sana dan langsung menuju ruangan tuan David.


"Maaf Dad menganggu, benarkah perjanjian itu akan di lakukan sekarang" tanya Jack pada tuan David.


"Ya Jack aku tak mengabarimu dulu, karena tadinya aku akan bilang kalau perwakilannya sudah datang" ucap tuan David.


"Rio sudah datang Dad" Sahut Ailda yang hanya diam saja sejak tadi.


Tuan David mulai terbiasa memanggil Ailda dengan sebutan Alice, karena baginya Ailda adalah anaknya juga Ailda adalah Alice nya.


"Aku melihatnya di Loby Dad bahkan dia tadi memanggil aku" ucap Ailda.


"Oh ya Daddy minta kamu kesini karena Daddy ingin kamu yang menemani Rio selama dia ada di sini, kamu mau kan" tanya Tuan David.


"Tentu Dad" ucap Ailda.


"Baiklah aku akan panggilkan dia supaya kesini aku yakin dia masih ada di bawah" ucap Ailda.


"Semoga sukses" ucap Jack memberikan semangat padahal dalam hatinya ada rasa cemburu pada Ailda yang akan lebih dekat dengan Rio.


Ailda keluar dan mencari Rio di loby tapi tak ada Rio disana hanya ada resepsionis saja.


"Kemana tuan Rio, laki laki yang tadi bicara denganku" tanya Ailda pada wanita penjaga Resepsionis.


"Dia tadi masuk kedalam ruangan karyawan Nona Alice" jawabnya.


"Terima kasih".


Ailda mencari keberadaan Rio di ruangan Karyawan dan benar saja Rio ada di sana dan sedang bicara dengan Direktur utama.

__ADS_1


" selamat siang tuan" ucap Ailda pada Rio dan seorang Direktur utama itu.


Karena paham pak Direktur pun pergi dari sana meninggalkan Ailda dan Rio.


"Saya permisi Nona Alice" ucap pak Direktur.


"Terima kasih pak" ucap Ailda.


"Tuan Maaf atas penyambutan yang kurang berkenan ini, saya mewakili perusahaan mengucapkan selamat datang" ucap Ailda menunduk pada Rio.


"Sudah kau terlalu Formal Alice" ucap Rio.


"Tadi ini kantor tuan hanya ada atasan dan bawahan di sini" ucap Ailda.


"Baiklah bisa anda tunjukan ruangan Tuan David" tanya Rio yang berusaha bersikap formal sama seperti Ailda.


"Makan siang nanti bisakan kamu temani saya, ada hal yang akan saya bicarakan" tanya Rio pada Ailda.


"Tentu boleh tuan" ucap Ailda.


Setelah naik lift mereka menuju ke ruangan tuan David di sana hanya ada tuan David dan Jack, Rio di persilahkan masuk dan duduk di Sofa ruangan itu.


"Tuan anda mau minum apa, biar saya yang buatkan" ucap Ailda.


"Jangan repot repot aku sudah minum tadi" ucap Rio.


"Baiklah" ucap Ailda yang langsung berdiri di dekat Jack yang duduk berhadapan dengan tuan David.


"Maaf Rio kamu menunggu lama ya di bawah" tanya tuan David pada Rio.


"Tidak tuan justru maafkan aku karena aku tadi langsung masuk kedalam ruangan karyawan, aku belum tau letak ruangan di perusahaan ini" ucap Rio.


"Tak masalah, oh Ya Rio selama kamu ada di sini Alice akan menemanimu kemana pun kamu pergi" ucap tuan David.


"Terima kasih tuan kau sangat baik" ucap Rio.


Malam harinya Rio menemui Ailda setelah dia melakukan kerja sama dengan tuan David, kira kira pukul 7 malam mereka semua masih berada di perusahaan karena pekerjaan nya masih sangat banyak.


"Maaf tadi kita gak jadi makan siang bersama jadi kita gak jadi ngobrol" ucap Rio pada Ailda yang sedang mengutak atik laptopnya.


"Anda pasti sibuk tuan" ucap Ailda


"Ya begitulah, aku harus pulang sekarang besok kamu libur kan mau gak aku ajak kamu jalan" tanya Rio.


"Boleh".


" aku jemput besok pukul 8 pagi" ucap Rio.

__ADS_1


"Baik, selamat bertemu besok tuan" ucap Ailda.


__ADS_2