Pengganti Putri Yang Hilang

Pengganti Putri Yang Hilang
bab 46


__ADS_3

Semua orang duduk di ruangan tengah rumah tuan David, sedangkan Vincen dan Sam masih di ikat pada kursi yang berada di tengah tengah semua anak buah David.


Sedangkan anak buah yang terluka sudah tuan David kirim ke rumah sakit untuk di obati dan itu pun masih dalam pengawasan anak buah tuan David karena takutnya mereka akan kabur.


"Baik mau bagaimana sekarang setelah bukti yang aku berikan itu, kalian masih mau mengelak" ucap tuan David membuka suara setelah lama terdiam.


"Sudahlah jangan besarkan masalah ini lihat Alice juga masih hidupkan" sahut Sam.


Tuan David menatap tajam pada Sam dan membuat Nyali Sam menciut mendapat tatapan tajam itu.


Tuan David mengambil lakban dan melakban mulut Sam.


"Kau tau benarkan kalau Alice ku kesakitan saat itu, dan apa kau tak bisa lihat dia terkapar di lantai hah" bentak tuan David.


Air mata tuan David menetes dan dengan cepat tuan David menghapusnya.


"Kau lihat dia" ucap tuan David menunjuk pada Ailda yang berdiri dekat dengan Jack.


Semua mata tertuju pada Ailda.


"Ailda Rajacenna" ucap tuan David.


"Ya dia Ailda bukan Aliceku dan kau tau betulkan Aliceku ada di mana, dia sudah tenang di alam sana" ucap tuan David menunduk.


"Dan sebagai gantinya nyawa kalian yang akan membalas perbuatan kotor kalian itu" ucap tuan David.


Vincent yang sedari tadi hanya diam saja pun langsung mengangkat wajahnya menatap pada tuan David.


"Syukurlah anakmu mati David karena dengan mendengar kabar ini balas dendamku sudah terbalaskan" ucap Vincent.


"Dendam? Kau punya Dendam padaku? Dendam apa? Apa yang sudah aku lakukan sehingga kau berbuat jahat padaku Vincent" tanya tuan David menggertak Tuan Vincent.


"Apa hah" bentak tuan David lagi.


"Kau sudah membuat perusahaan aku rugi besar David, dengan melakukan ikatan kontrak dengan perusahaan Tuan Alam kau sudah menyingkirkan perusahaanku karena saat itu aku sedang melakukan kerja sama dengan perusahaan itu" ucap Vincent.


Vincent menarik nafasnya dalam.


"Aku rugi besar saat itu dan aku terpaksa memphk karyawanku karena perusahaan aku mengalami kebangkrutan" jelas Vincent.


"Kenapa kau tak bilang dari dulu Vincent kalau saja kau bilang mungkin aku akan membantumu" ucap Tuan David.


"Tidak usah Sam juga sudah punya perusahaan" ucap Vincent.


"Ya tuan dia punya perusahaan dan perusahaan itu punyaku dia merampasnya dengan dalih kalau keluargaku punya hutang besar padanya sampai sampai rumahku juga menjadi miliknya dan aku akan mengambilnya sekarang" sahut Zian yang sedari tadi hanya diam saja.


"Kalau begitu ambil saja aku gak butuh" ketus tuan Vincent.


"Baik saya ambil karena itu hak saya punya saya" ketus Zian.


Zian mendekat kearah tuan David.

__ADS_1


"Tuan urusan saya sudah selesai saya akan pulang sekarang terima kasih karena sudah membantu saya" ucap Zian.


"Ya tak masalah".


" hay Sam aku pulang, mulai sekarang kita sudah berpisah aku akan urus surat cerainya" ucap Priska.


Sam berontak karena tak terima Priska melakukan itu padanya bahkan sampai saat ini Sam tak mencurigai Priska tapi Priska sama seperti musuh dalam selimut bagi Sam.


"Alice aku pulang dulu terima kasih karena sudah menolongku maaf dahulu aku pernah menyakitimu" ucap Priska memeluk Ailda dengan erat.


"Ya terima kasih juga karena kamu aku bisa lepas dari Sam" ucap Ailda.


"Ya aku pulang ya jaga dirimu" ucap Priska.


Zian dan Priska pulang dari sana karena di rasa urusannya sudah selesai jadi mereka ingin pulang dan melepas kerinduannya karena selama beberapa bulan ini mereka terpisah.


"Baiklah aku akan masukan kamu ke penjara karena kamu sudah membunuh anakku" ucap tuan David.


"Kau curang David harusnya masalah kita impas kalau begini caranya" ucap Vincent.


"Kau tau kan nyawa tak bisa di bayar dengan uang, lalu apa anakmu saja aku bunuh supaya masalah kita impas" ucap tuan David.


Sam menatap pada Daddynya dengan tatapan tajam,


"Ambil saja anakku dan bebaskan aku karena dalang di balik pembunuhan itu adalah dia" ucap tuan Vincent menatap pada Sam.


Semua orang yang ada di sana merasa terkejut dengan perkataan tuan Vincent, karena logikanya seorang Ayah tidak akan mungkin mengorbankan anaknya sendiri tetapi beda dengan Vincent yang hanya mementingkan diri sendiri dan rela mengorbankan Sam hanya karena dirinya ingin bebas.


Tuan David memberikan kode pada anak buahnya untuk membebaskan Vincent dan tetap membunuh Sam, Sam menatap pada Daddynya yang sekarang sudah bebas.


Sungguh hatinya merasa marah pada perlakuan Daddynya itu bagaimana mungkin dia akan mengorbankan Sam sedangkan dirinya adalah dalang di balik masalah itu malah bebas berkeliaran.


"Silahkan ambil anak itu aku tak butuh bahkan sudah cukup aku di susahkan olehnya" ucap Vincent sambil pergi dari sana.


"Daddy macam apa dia yang beraninya memberikan anaknya untuk di bunuh" sahut Jack sambil menatap kepergian tuan Vincent.


"Begitulah orang egois Jack, dia akan melakukan apa pun asalkan dia bisa bebas" ucap Tuan David.


"Ailda masuk ke kamar dan istirahatlah" titah tuan David.


"Baik Tuan".


Tuan David melepaskan lakban yang ada di mulut Sam,


" bawa dia ke penjara bawah tanah, beri dia makan jangan sampai dia meninggal" ucap tuan David.


"Kenapa kau peduli padaku bukannya kau juga akan membunuhku" tanya Sam ketus.


"Ck aku bukan malaikat maut yang akan membuatmu meninggal, tanpa aku bunuh pun kau juga akan meninggal bukan jadi untuk apa aku mengotori tanganku untuk membunuhmu" ucap tuan David yang langsung pergi dari sana karena akan membebaskan istri dan para pelayannya yang sekarang ada di ruang bawah tanah.


Jack membawa Sam ke penjara bawah tanah bahkan Jack juga yang memasukan Sam pada penjara itu.

__ADS_1


"Apa maksud tuan David tadi" tanya Sam.


"Maksudnya begini kau tak akan di bunuh tapi kau harus merenungi semua perlakuan Daddymu tadi, jangan sampai kau menyesal Sam" ucap Jack.


"Tapi bagaimana bisa Ailda dan Alice ada dua apa mereka kembar" tanya Sam.


"Bukan mereka memang ada dua".


" jadi aku menikah dengan Ailda bukan dengan Alice".


"Menurutmu apa adikku Alice yang sudah tenang itu akan datang kesini dan menikah denganmu".


" jadi selama ini aku menyiksa orang lain".


"Ya dia calon istriku" ucap Jack.


"Hahahaha berarti kau dapat bekasku Jack Arlan Delmar".


" tak apa yang terpenting aku masa depannya bukan kau" ucap Jack menekankan kata masa depan.


"Dasar Bdebah" geram Sam.


Jack hanya tersenyum dan pergi sana bahkan hari ini dia sangat lelah sampai dia ingin sekali tidur nyenyak di atas kasur yang empuk.


Sedangkan tuan David sudah membebaskan para pelayannya, Tuan David juga sudah mengantar Nenek Mathilda ke kamarnya karena kasihan dengan kondisinya yang sudah cukup tua Nenek mathilda sering mengeluh tentang sakit di kakinya.


Di dalam kamar tuan David sudah akan tidur tapi istrinya sejak tadi tak bisa diam dan meminta penjelasan dari tuan David sampai sampai membuat tuan David kesal di buatnya.


"Ayo Dad bicarakan padaku apa yang terjadi" ucap Elive.


"Besok ya aku cape Mom".


"No sekarang".


" aku ngantuk".


"Dad" ucap Elive yang sudah akan marah pada tuan David.


"Ya sudah aku ceritakan sekarang tapi hanya setengah saja ya besok aku lanjutkan" ucap tuan David mengalah.


"Oke".


" jadi Vincent itu punya dendam pada Dad, tapi semuanya sudah baik sekarang soal Alice Daddy akan segera mengajukan perceraiannya".


"Kasihan Alice pasti dia sangat sedih" ucap Elive.


"Ya begitulah, tapi besok kita akan hibur dia kita buat dia senang lagi bagaimana" tanya Tuan David.


"Ide bagus Dad, baiklah aku akan tidur karena besok kita akan membuat Alice senang lagi" ucap Elive.


Tuan David memeluk istrinya itu dari belakang karena hanya Elive saja lah yang bisa membuat tuan David merasa sedikit tenang.

__ADS_1


__ADS_2