Pengganti Putri Yang Hilang

Pengganti Putri Yang Hilang
bab 72


__ADS_3

"Nona Alice sudah meninggal yang ada di rumah tuan David itu adalah gadis dari kampung yang mirip dengan Nona Alice sebenarnya saat Nona Alice di kabarkan menghilang dahulu Nona Alice menang tak pernah kembali lagi namun Tuan Jack menemukan gadis itu dan membawanya ke kediaman rumah tuan David" jelas anak buah itu.


"Apa, hahahahahah sudah aku duga kalau Alice itu bukan keturunan Delmar" ucap Claudia sambil tertawa.


"Siapa kamu" tanya anak buah itu.


Claudia membuka jaket dan masker yang menutupi wajahnya.


"Nona Clau, tega kau seperti ini aku akan beri tau masalah ini pada tuan Jack" ucap anak buah itu terkejut melihat Claudia yang sekarang ada di hadapannya.


"Oh mau beri tau Jack, tapi sayang sekarang kamu akan cepat bertemu tuhan" ucap Claudia dengan nada kejam.


"Bereskan mereka" titah Claudia pada anak buahnya yang ada di sana.


Sedangkan Claudia sekarang pergi dari sana meninggalkan mereka semua, karena ingin menghapus bukti Claudia sampai berani membunuh keluarga anak buah tuan David itu.


Setelah Claudia pergi dari sana putra dari anak buah tuan David itu berhasil kabur dari sana melewati anak buah Claudia, dia bocah kecil berusia lima tahun.


"Si*l anak itu lari" gerutu anak buah Claudia.


"Biarkan saja anak kecil tak akan hidup jika sendirian di luaran sana".


Hari ini Anak buah tuan David dan istrinya harus meregang nyawa karena keserakahan Claudia, bahkan Claudia yang dulunya pemalu dan pendiam sekarang berani memerintahkan anak buahnya untuk membunuh orang lain.


Sore hari itu Ailda pulang dari kantornya saat ini dia sedang berjalan di halaman rumah kediaman tuan David untuk masuk kedalam rumah.


Namun langkahnya terhenti saat dia melihat anak kecil yang sedang berlari dan menangis masuk kedalam rumah itu.


Anak itu langsung memeluk Ailda dan Ailda. Pun membalas pelukan bocah kecil itu.


" kamu kenapa? Dimana Mommy dan Daddy mu" tanya Ailda menatap bocah lima tahun itu.


Namun anak itu tak menjawab dia hanya menangis sesegukan.


Jack datang kesana karena mendengar suara tangisan anak kecil.


"Nak dimana rumah kamu" tanya Ailda.


"Alenzo" sahut Jack yang melihat bocah itu dan dia ingat sekali kalau bocah itu Alenzo bocah yang selalu Daddynya bawa saat kerja.


"Tuan" ucap bocah itu memeluk Jack karena mereka sudah saling mengenal.


"Dimana Daddy mu, apa dia memarahimu" tanya Jack pada bocah yang menangis itu.


"Tuan Daddy dan Mom di bunuh" ucap Alenzo terbata bata karena menangis.


"Apa maksud kamu, siapa yang membunuh Dad dan Mom" tanya Jack.


"Tuan" hanya kata itu yang dapat Alenzo katakan karena bocah itu tak mampu lagi mengingat kejadian itu karena dia sudah terkapar pingsan di gendongan Jack.

__ADS_1


"Bawa dia kedalam Jack" ucap Ailda.


"Ya ayo".


Jack membaringkan di sofa sedangkan Ailda langsung membalurkan minyak kayu putih pada tubuhnya.


"Ada keributan apa Jack" tanya tuan David yang baru datang kesana.


"Ini Dad anaknya Glend pingsan dia datang kesini dan langsung nangis" jawab Jack.


"Dimana Daddynya apa kau sudah hubungi" tanya tuan David.


Jack mengambil ponselnya dan langsung menghubungi Glend tapi sayang tak ada jawaban dari Glend bahkan Jack sudah menghubunginya beberapa kali.


"Glend tak menjawab Dad" ucap Jack.


"Dia bilang apa saat datang kesini tadi" tanya tuan David.


"Dia bilang Dad dan Mom di bunuh, udah itu saja kan Al" tanya Jack pada Ailda.


"Ya Dad" ucap ailda.


"Baiklah tunggu dia sadar dulu baru kita tanyakan padanya nanti" ucap tuan David.


Tiiitttt


Di halaman rumah kediaman tuan David ada sebuah mobil yang menurunkan dua peti jenazah orang orang yang menurunkan peti itu pun langsung naik kedalam mobil dan pergi meninggalkan kediaman tuan David.


Tuan David, Jack dan Ailda pun keluar banyak sekali anak buah tuan David yang ada di halaman bahkan sebagian orang mengejar mobil yang menaruh peti itu.


"Cepat buka apa isi dari peti itu" titah tuan David pada anak buahnya.


Anak buah tuan David pun membuka salah satu peti itu dan betapa terkejutnya semua orang yang ada di dana saat mendapati kalau isi dari peti itu adalah Glen Daddy dari Bocah Alenzo yang menangis tadi.


Ailda menutupi mulutnya dengan tangan karena tak percaya kalau yang di katakan Alenzo benar bahwa Mom dan Dadnya di bunuh.


"Siapa yang melakukan ini aku harap orang itu bisa di hukum dengan setimpal" teriak tuan David tak percaya kalau anak buahnya akan menjadi korban kekejian orang lain.


"Cari sampai dapat pelakunya aku tak mau mereka hidup dengan bebas" ucap Tuan David pada anak buahnya.


Sedangkan anak buahnya saat ini sedang mempersiapkan kremasi untuk kedua Jenazah itu, dan Ailda menemani Alenzo dan di temani oleh Elive juga.


"Apa orang tuanya parah" tanya Elive.


"Banyak luka di tubuhnya Mom" jawab Ailda.


"Lalu bagaimana putranya" tanya Elive.


"aku tak tau Mom" ucap Ailda.

__ADS_1


Ada rasa kasihan di hati Ailda pada anak itu karena di usianya yang kelima tahun dia harus kehilangan orang tuanya.


"Mom anak ini biar aku asuh saja" ucap Ailda.


"Kau yakin" tanya Elive.


"Yakin Mom, aku tak mau melihat seorang anak yang menderita karena kehilangan orang tuanya mungkin kasih sayang aku nanti bisa membuat dia merasakan kasih sayang dari seorang ibu" ucap Ailda.


"Tapi bagaimana Alice kau belum berpengalaman" tanya Elive.


"Ya ampun Mom Alenzo sudah besar kan jadi sangat mudah bagiku untuk merawatnya" ucap Ailda.


"Baiklah kita bicarakan lagi ini nanti" ucap Elive.


Acara kremasi pun selesai dan Alenzo sejak tadi sudah sadar namun dia hanya melamun saja dia tak bicara apa pun, namun air matanya sesekali menetes mungkin mengingat orang tuanya.


"Hy Alenzo lihat aku bawa apa, makan ya" ucap Ailda membawa sepiring nasi dan lauk untuk Alenzo makan.


Namun bocah itu hanya menatap Ailda sekilas bahkan tak ada gairah di dalam pikirannya, dia hanya melamun saja tanpa bicara sepatah kata pun.


"Sayang, anak baik, makan ya nanti alenzo sakit kalau tak makan" ucap Ailda.


Alenzo hanya menggelengkan kepalanya saja. Lama Ailda membujuk akhirnya Alenzo mau makan juga dan tentu saja dengan di suapi oleh Ailda.


"Mau gak aku ajak beli es krim" tanya Ailda saat sudah selesai menyuapi Alenzo.


"Mau aku mau beli es krim yang banyak, asikkk" ucap Bocah kecil itu kegirangan.


"Ayo" ucap Ailda sambil menuntun tangan kecil Alenzo.


Ailda membawa Alenzo ke sebuah mini market dia belanja es krim dan cemilan untuk Alenzo, untung saja bocah itu sekarang sudah ceria lagi.


Tak terasa hari sudah semakin petang, Alenzo tidur bersama dengan Ailda karena semenjak kejadian itu alenzo lebih dekat dengan Ailda, karena seingat anak buah yang lain Glend dan istrinya memang tak punya kerabat yang lain..


Karena dulunya mereka menikah tanpa restu jadi orang tua istrinya mungkin sudah melupakan istrinya Glend sedangkan Glend sendiri dia yatim piatu saat tuan David mengangkatnya menjadi anak buah.


"Kau tidurlah, sudah malam" ucap Ailda pada Alenzo.


"Bibi siapa nama Bibi" tanya Alenzo kecil.


"Nama Bibi Alice" ucap Ailda.


"Kamu tidur ya Bibi banyak kerjaan sekarang" ucap Ailda.


"Ya Bi" tanpa terasa Alenzo langsung tertidur dengan pulas sedangkan Ailda langsung mengerjakan tugas kantornya yang belum selesai tadi siang.


**Bersambung


Jangan lupa like comen dan votenya ya**..

__ADS_1


__ADS_2