
Ailda menunggu Jack di rumah sakit, keadaan Jack mulai membaik tapi tetap saja Jack sering muntah dan Ailda hanya berani menunggu di luar karena ada Claudia di dalam.
Karena Claudia ada di rumah sakit dia sesekali membantu pasien saat ada yang memanggilnya padahal satu minggu ini harusnya Claudia cuti karena akan menikah.
Saat itu suster datang ke ruangan Jack.
"Dokter Clau ada pasien yang harus di oprasi sekarang bisakah anda membantu" tanya Suster itu.
"Baiklah aku akan datang kesana sekarang" ucap Claudia yang langsung memakai baju putih Dokternya.
"Jack maaf aku harus pergi nanti aku balik lagi" ucap Claudia yang hanya di balas anggukan kepala oleh Jack.
Claudia keluar dia melihat Ailda yang sedang duduk disana, Claudia hanya menatap dengan tatapan sinis pada Ailda dan Claudia langsung pergi dari sana.
Ailda masuk kedalam hanya untuk menanyakan kondisi Jack sekarang.
"Bagaimana kabarmu" tanya Ailda mendekati Jack yang sedang menutup matanya.
"Al kapan kau datang" tanya Jack.
"Satu jam yang lalu" jawab Ailda.
"Lalu dari mana saja kau kenapa baru masuk sekarang" tanya Jack.
"Aku ada di luar menunggumu" ucap Ailda sambil meletakkan rangsel Jack di Sofa ruangan itu.
"Kenapa menunggu di luar" tanya Jack bingung.
"Aku tak mau mengganggu kau dan Claudia saja" ucap Ailda.
"Kenapa menganggu kau kan adikku" ucap Jack.
Degg
Hati Ailda keakan tak suka dengan sebutan adik itu, padahal Ailda ingin lebih dari sekedar adik bagi Jack.
"Ya tapi tetap saja aku tak mau kalian merasa terganggu" ucap Ailda mencoba kuat mendengar hal itu.
"Nona tuan Jack harus makan dan minum obat" ucap Suster yang membawa makanan dan obat di atas nampan.
"Berikan pada saya biar saya yang akan menyuapinya" ucap Ailda mengambil alih nampan itu.
"Saya permisi Nona" ucap Suster itu dan di balas anggukan oleh Ailda.
Ailda duduk di kursi yang dekat dengan Jack, Ailda membantu Jack untuk duduk di atas ranjang wajah Ailda sangat dekat dengan wajah Jack, dan repleks saja Jack mencium pipi Ailda.
Cup.
Ailda menatap pada Jack, namun Ailda berusaha tak terjadi apa apa dan langsung menyuapi Jack.
"Terima kasih" ucap Jack.
"Tak masalah".
Ailda menyuapi Jack sampai makanan itu habis dan membantu Jack memakan obat yang cukup banyak itu.
"Aku harus ke kamar mandi" ucap Ailda dan langsung pergi dari sana.
Ailda berjalan ke kamar mandi meninggalkan Jack yang seorang diri sana.
__ADS_1
Ailda masuk kedalam kamar mandi itu Ailda menatap pada pantulan cermin besar yang ada di kamar mandi itu.
Tak terasa air matanya jatuh membasahi pipinya, Ailda memegang pipinya yang tadi di cium oleh Jack.
"Lupakan dia Ailda, kamu juga berhak bahagia" gumam Ailda.
Lama Ailda berada di kamar mandi, Ailda memutuskan untuk kembali lagi ke ruangan Jack dan ternyata disana sudah ada Claudia yang sedang menjaga Jack.
"Nona Alice kapan anda datang" tanya Claudia berbasa basi padahal tadi Claudia menatap Ailda dengan tatapan Sinis.
"Tadi" jawab Ailda yang merasa kesal karena ternyata Claudia itu wanita bermuka dua.
"Aku tak sangka Clau ternyata seperti itu" gumam Ailda.
"Clau ini sudah malam apa kau tak akan pulang" tanya Jack.
"Kenapa pulang" tanya Claudia pada Jack.
"Lihat bajumu Clau pasti kotor, kau pasti lelah karena seharian menjagaku dan sekaligus kamu kerja juga" ucap Jack.
"Tak masalah Jack aku sudah meminta supir membawakan aku pakaian jadi aku akan mandi disini sekalian aku akan lembur jadi banyak waktu untuk kita Jack" ucap Claudia.
"Oh padahal aku tak mau merepotkan mu Clau" ucap Jack.
"Kau tak merepotkan" ucap Claudia tersenyum pada Jack seolah dirinya saja yang paling baik disana.
"Tapi lebih baik kalau Alice saja yang pulang kasihan dia sejak tadi berada di sini" ucap Claudia menatap tajam pada Ailda.
"Dia di suruh Daddy ada di sini Clau" ucap Jack yang tak rela kalau Ailda pulang.
"Oh baiklah aku akan mandi dulu Jack" ucap Claudia dan pergi dari sana.
"aku belum mengantuk" ucap Ailda.
"Baiklah" ucap Jack.
"Apa besok kau akan bekerja" tanya Jack pada Ailda.
"Tentu".
"Al maafkan aku" ucap Jack.
"Untuk apa minta maaf kau tak salah" ucap Ailda.
"Ya aku tak salah, terima kasih Al karena sudah menolongku dari ruang bawah tanah kalau tak ada kau mungkin aku sudah mati sekarang" ucap Jack.
"Bukan aku yang menolong tapi anak buahmu" ucap Ailda.
"Mereka sudah menceritakannya padaku" ucap Jack.
"Terima kasih aku berhutang budi padamu" ucap Jack.
Ailda tak menangapi ucapan Jack dia hanya menganggukan kepalanya saja.
"Apa yang kau mau dariku Al" tanya Jack.
"Aku hanya ingin satu hal ini, jangan mabuk lagi aku tak suka" ucap Ailda.
Jack tersenyum.
__ADS_1
"Terima kasih sudah mengkhawatirkan aku Al" ucap Jack.
"Bukan khawatir Jack tapi kau kakakku jadi sebagai adik aku harus melarangmu" ucap Ailda tersenyum tipis.
Ailda terlelap tidur di Sofa sedangkan Jack tidur di ranjang rumah sakit itu, dan Claudia dia memutuskan beristirahat di ruangannya yang berada tak jauh dari ruangan tempat Jack di rawat.
keesokan harinya Jack di perbolehkan pulang karena sudah mulai membaik padahal dalam lubuk hati Jack dia sangat tak ingin pulang karena jika dia pulang sudah bisa di pastikan kalau Jack akan menikah dengan Claudia.
Jack berjalan dengan di papah oleh Claudia sedangkan Ailda membawa rangsel Jack yang berat dan berjalan di belakang mereka.
kemarin Ailda membawa pakaian Jack sangat banyak karena pikir Ailda, Jack akan lama di rawat tetapi besoknya Jack pulang.
Jadi rangsel itu menjadi sangat berat dan Ailda lah yang harus membawanya.
"hay Alice" sapa seseorang yang melihat Ailda
ailda menengok pada sumber suara.
"hy Rio, sedang apa kau di sini" tanya Ailda.
"membawa Jenni periksa kandungan, dan kau sedang apa di sini" tanya Rio.
"aku membawa Jack kesini".
" kenapa tuan Jack" tanya Rio melihat Jack yang sekarang sedang naik mobil.
"biasa kurang sehat" jawab Ailda.
"oh ya di mana Jenni" tanya Ailda mencari cari keberadaan Jenni.
"jen" sahut Rio pada pacarnya yang tak jauh dari sana.
"hay Nona Alice" ucap Jenni mendekati Rio dan Ailda.
"hy Jen, bagai mana kandungan mu sehat" tanya Ailda.
"sehat dan berkembang dengan baik" ucap Jenni.
"nona terima kasih karena anda akhirnya saya bisa di terima di keluarga Rio" ucap Jenni.
"apa orang tua Rio memberikan restu" ucap Ailda dan di jawab oleh anggukan kepala oleh Jenni dan Rio.
"wah selamat ya" ucap Ailda.
"terima kasih Alice, berkat kamu masalah aku kelar" ucap Rio.
"tak masalah aku senang membantu" ucap Ailda.
"mereka salah menilai mu, katanya Alice Delmar itu sangat sombong dan angkuh tapi apa ini, aku malah melihat Alice yang baik dan mau membantu" ucap Rio.
"ya begitulah, setiap orang kan akan berubah seiring berjalannya waktu" ucap Ailda.
"ya baiklah sekarang bagian kita masuk kedalam, aku tinggal ya sekali lagi terima kasih" ucap Rio.
"ya sama sama" ucap Ailda yang langsung berjalan dengan menyeret rangsel Jack.
**Bersambung..
Jangan lupa like comen dan votenya ya**..
__ADS_1