Pengganti Putri Yang Hilang

Pengganti Putri Yang Hilang
bab 64


__ADS_3

Ailda masuk ke kamar Jack dan benar saja Jack sedang marah marah tak jelas sambil mengeringkan rambutnya menggunakan handuk.


"Kerja yang benar aku gak mau sampai Jas itu tak kering, bawa saja Jas itu keluar dan jemur jangan sampai kotor" ucap Jack pada kedua pelayan itu.


"Baik tuan" ucap pelayan itu membawa Jas milik Jack keluar dari kamar Jack.


Ailda masuk kedalam kamar Jack dan mendekat kearah Jack.


"Kau kenapa Jack marah marah terus, bahkan pembantu pun harus menjadi pelampiasan amarah mu" ucap Ailda.


"Tak apa aku hanya capek saja" ucap Jack ketus.


"Oh ya lalu kenapa harus marah marah begitu, kau tak seperti biasanya Jack" ucap Ailda mengambil alih handuk yang ada di tangan Jack dan dia pun langsung membantu mengeringkan rambut Jack yang basah.


"Sore nanti kita akan ada janji dengan Klien ingat Jack kau jangan marah marah terus takutnya mereka lari karena kau terus saja marah marah" ucap Ailda.


"Aku hanya sedang Stress Al" ucap Jack.


"Stres kenapa" tanya Ailda.


Namun Jack tak menjawab hanya menatap penuh cinta pada Ailda.


Sedangkan tak jauh dari sana Claudia sedang berdiri mengintip di ambang pintu kamar Jack, dia melihat Ailda yang membantu Jack mengeringkan rambutnya.


Tangan Claudia terkepal kuat karena marah pada Ailda, semakin hari mereka semakin dekat apa lagi sekarang mereka satu perusahaan.


"Awas saja aku akan percepat tanggal pernikahan kita Jack" gumam Claudia.


Claudia berjalan menuju ruang tengah dan di sana ada Elive dan Nenek Mathilda.


"Apa Jack ada di kamarnya Clau" tanya Elive.


"Ada Mom" ucap Claudia sambil tersenyum manis pada keduanya.


"Jangan dekati dia Clau, saat ini Jack sedang marah marah tak jelas takutnya kau terkena imbasnya" ucap Nenek.


"Memangnya kenapa Jack Nek" tanya Claudia heran.


Elive dan Nenek hanya bisa menggelengkan saja kepalanya karena tak tau.


"Oh ya Mom kata Dad tanggal pernikahannya 10 hari dari sekarang" ucap Claudia.


"Apa? Apa tak terlalu cepat Clau" tanya Elive.

__ADS_1


"Tapi tanggal bagusnya saat itu Mom" ucap Claudia berbohong.


"Baiklah kita akan segera melakukan persiapannya mulai dari besok" ucap Elive.


"Ya Mom bahkan di rumahku sudah hampir delapan puluh persen".


"Tapi Clau seharusnya mulai dari sekarang kau tak boleh datang kemari apa lagi menemui Jack" ucap Nenek.


"Kenapa" tanya Claudia.


"Ya hanya agar saat kalian menikah nanti kalian akan merasakan rindu" ucap Nenek lagi.


"Oh baiklah aku tak akan bertemu dengan Jack selama sepuluh hari kedepan" ucap Claudia.


"Ya".


Sore harinya Jack dan Ailda bertemu dengan Klien di sebuah Cafe, mereka hanya ingin berkenalan saja dengan pihak perusahaan tuan David.


Jadi hanya Jack dan Ailda saja yang datang tuan David memilih membereskan berkas yang belum dia tanda tangani selama seharian ini.


Jack dan Ailda sudah berada di Cafe mereka menunggu kedatangan klien itu setelah cukup lama akhirnya datang juga presdir dan kedua bodyguard yang selalu mengikutinya.


" selamat sore maaf saya sedikit terlambat" ucap Presdir itu berjabat tangan dengan Ailda dan Jack.


"Siapa anda? Apa anda karyawan baru tuan David" tanya Presdir itu.


"Perkenalkan tuan saya Alice Delmar" ucap Ailda menyodorkan tangannya pada Presdir untuk perkenalan.


"Delmar? Kau putri tuan David" tanya Presdir itu terkejut.


"Ya tuan" ucap Ailda sambil tersenyum ramah sekali pada Presdir itu.


"Maafkan saya Nona Alice saya baru tau sekarang".


" tak masalah tuan karena memang kebanyakan orang orang belum tau saya karena saya juga baru masuk ke perusahaan Daddy" ucap Ailda.


"Oh ya kalau boleh tau anda lulusan apa Nona" tanya Presdir itu.


Ailda menatap pada Jack karena gak tau Alice dahulu sampai jurusan apa.


"Jurusan komunikasi dan sampai serjana" ucap Jack.


"Oh ya bahasa apa saja yang kau pelajari Nona" tanya Presdir itu.

__ADS_1


"Hah hanya bahasa indonesia dan inggris saja Tuan" ucap Ailda.


"Oh sayang sekali padahal harusnya kau bisa beberapa bahasa lagi".


" ya tuan saya masih tahap belajar" ucap Ailda.


"Ohh" ucap Presdir itu pada Ailda.


Mereka berbincang bincang sangat banyak namun Jack hanya menangapi dengan senyuman saja bahkan setiap pertanyaan Ailda lah yang menjawabnya dengan ramah.


Setelah banyak mengobrol akhirnya mereka pulang ke kediaman tuan David.


"Aku tak suka pada Presdir itu dia sangat sombong, bahkan kau dengar tadi Al dia seakan akan meremehkanmu" ucap Jack menggerutu di dalam mobil.


"Biarkan saja" ucap Ailda.


Sesampainya di kediaman tuan David, ailda dan Jack langsung bergabung bersama keluarga tuan David yang sekarang tegah duduk di sofa ruang tamu.


"Alice sedekat apa kau dengan Rio" tanya Tuan David.


Ailda menatap pada tuan David.


"Tak terlalu dekat Dad hanya saja kita hanya sebagai patner bisnis saja" jawab Ailda.


"Kemarin tuan Ayal Daddynya Rio datang kesini dia ingin melamar kamu katanya kalian sangat dekat" ucap tuan David.


Degg..


Ailda sangat terkejut dengan hal itu bagaimana mungkin dia akan menikah dengan Rio sedangkan Rio dia sudah punya pacar dan mereka sudah akan punya bayi.


"Itu terserah kamu Alice" ucap tuan David.


"Ya Dad akan aku pikirkan" ucap Ailda.


"Jack bolehkah aku pinjam laptop mu sekarang aku mau belajar lagi" ucap Ailda memberi kode pada Jack agar pergi dari sana.


"Ayo kita ke kamar" ucap Jack.


"Mom Dad aku permisi" ucap Ailda pergi dari sana.


Jangan lupa mampir ke Novel Author yang baru dengan judul "Dendam lama sang Mafia"


__ADS_1


__ADS_2