
Jack menatap Ailda yang sedari tadi hanya diam saja padahal Claudia sudah pergi dari sana tapi Ailda belum juga bicara padanya.
"Baiklah Nona Ailda Rajacenna mau bicara apa sekarang waktu aku tak banyak Nona" ucap Jack.
"Iya Jack waktu kamu memang tak banyak dengan aku tapi dengan dokter Claudia kamu banyak waktu kan" protes Ailda.
Jack tersenyum mendengar ucapan Ailda yang marah marah tak jelas padanya padahal Jack tak merasa bersalah pada Ailda.
"Hahahah aku harus apa Ailda, ayolah aku minta maaf iya aku salah karena sudah mengajak Claudia tapi ini semua karena permintaan Mommy Eliv" ucap Jack memilih mengalah.
"Gitu dong dari tadi" ucap Ailda ketus.
"Baiklah mau bicara apa".
Ailda mendekatkan kursinya agar lebih dekat dengan Jack bukan hanya kursinya yang dekat tapi juga hati mereka, Jack merasa salah tingkah saat dekat dengan Ailda apa lagi jika Jack mengingat malam itu dia semakin salah tingkah pada Ailda.
" tuan Jack aku semakin yakin kalau keluarga Vincen lah yang membunuh Nona Alice" ucap Ailda.
"Tau dari mana kamu" ketus Jack.
"Jack percaya padaku" ucap Ailda sambil mencengkram kuat wajah Jack sehingga membuat wajahnya dan wajah Jack saling beradu.
Membuat detak jantung Jack tak beraturan saat hidung mereka saling beradu bahkan nafas keduanya saling berpapasan, Dengan cepat Ailda langsung berpaling karena tak mau merasa salah tingkah.
"Maaf" gumam Ailda.
"Baiklah bagaimana kamu bisa yakin Ailda" tanya Jack.
Ailda menjelaskan semuanya pada Jack tentang saat dia di tampar oleh keluarga Vincen lalu tentang ucapan Priska yang bicara Alice di perko*a oleh anak buah Tuan Vincent.
"Kamu gak apa apa kan Ailda" tanya Jack khawatir saat mendengar Ailda sempat di tampar oleh Sam.
"Aku baik tapi aku mau ngumpulin bukti untuk di serahkan pada tuan David, kau mau membantuku tuan Jack" ucap Ailda.
"Aku bisa tapi apa kamu tak apa, masalah ini akan imbas pada pernikahanmu" ucap Jack.
"Aku gak peduli tuan Jack yang terpenting tuan David harus tau pelakunya" ucap Ailda.
"Baiklah aku akan bantu kamu kalau itu memang keinginan kamu Ail" ucap Jack.
"Baiklah tuan ini nomorku yang baru aku akan menghubungimu jika keadaan rumah aman" ucap Ailda sambil menyodorkan secarik kertas yang bertuliskan nomor barunya.
"Aku akan tunggu pesan darimu".
" aku harus pergi sudah terlalu lama aku berada di sini aku takut orang rumah ada yang curiga" ucap Ailda.
"Hati hati Ailda jika keluarga Sam menyakitimu hubungi saja aku" ucap Jack sambil memegang tangan Ailda, rasanya sangat berat untuk melepas Ailda saat tau kalau ternyata Ailda di perlakukan tak baik oleh keluarga Vincent.
__ADS_1
Ailda pergi dari sana sedangkan Jack hanya menatap punggung Ailda yang sekarang sudah masuk kedalam taksi.
"Aku tak sangka kalau keluarga Vincentlah yang melakukan ini awas saja aku tak akan mengampuni kalian kalau Ailda ku kenapa kenapa" gumam Jack marah.
-
Ailda kembali ke rumah Sam tak lupa dia membeli buah buahan terlebih dahulu karena tadi saat dia hendak pergi dari rumah, ada seorang pelayan yang mempergokinya dan Ailda menjawab akan membeli buah buahan.
Ailda langsung masuk kedalam rumah dan ternyata keadaan rumah aman tak ada Sam tak ada Priska tak ada Nick juga hanya ada para pelayan yang sedang beres beres rumah saja.
"Non Alice anda sudah kembali" tanya pelayan.
"Iya aku sudah membeli buah buahan untuk persediaan di kuklas" ucap Ailda.
"Nona Alice tadi tuan Sam sudah pulang dan dia menanyai anda".
"Lalu dimana dia sekarang" Ailda terkejut.
"Dia ada di kamarnya Nona dan dia menunggu anda".
"Matilah aku" batin Ailda.
"Aku akan kesana sekarang" ucap Ailda sambil berjalan ke kamar Sam yang ada di lantai atas rumah itu.
Tokk..
"Masuk" teriak Sam dari dalam.
Ailda membuka pintu dan ternyata Sam sedang berada di ranjang namun matanya tak lepas dari layar ponsel yang ada di tangannya.
"Duduk di sini" ucap Sam dengan nada berat.
Ailda menuruti keinginan Sam dia duduk di pinggir ranjang dekat dengan Sam namun Ailda tak berani menatap wajah Sam dia hanya memunggungi Sam.
"Apa kau gila Alice aku ada disini dan kau malah melihat kesana" ketus Sam marah.
"Maaf" lirih Ailda.
"Baiklah aku ingin bicara denganmu".
Ailda berbalik dan menatap wajah Sam yang tampan, namun karena kekerasan yang telah Sam berikan membuat Ailda membenci Sam dan melupakan rasa sukanya pada Sam.
Berbeda dengan Sam justru dia malah merasa salah tingkah di hadapan Ailda yang sedang menatapnya itu, bahkan jantung Sam sampai berdetak dua kali lebih kencang dari biasanya.
"Soal kemarin saat aku menyentuhmu, aku tak sengaja dan lupakan kata kata yang keluar dari mulutku" ucap Sam.
FLASH BACK ON.
__ADS_1
Sam yang sudah meminum minuman perangsang yang di berikan oleh adiknya itu dia langsung melangkah ke kamar Ailda entah kenapa dia sangat ingin ke kamar Ailda padahal orang tuanya masih berada di ruang tamu.
Sam masuk kedalam dan terlihat Ailda yang sedang duduk di dekat jendela yang langsung menghadap ke jalanan, Sam mendekati Ailda dan langsung memeluk Ailda.
Tanpa sadar Sam mencium kening Ailda, benar saja Ailda merasa terkejut dan tak percaya tapi sedetik kemudian Sam langsung melu mat bibir Ailda yang merah muda itu secara kasar.
Ailda hendak melepaskannya tapi Sam malah mencengkram kuat punggung Ailda dan membuat Ailda kesakitan, saat Ailda hendak lari dari sana Sam langsung merobek pakaian Ailda yang sedang dia kenakan.
Bahkan satu gunung kembar Ailda menonjol keluar, Sam memeluk Ailda dengan kuat padahal Ailda akan melarikan diri.
Untung saja Ailda langsung di selamatkan oleh Nicky adiknya Sam yang dengan cepat masuk kedalam kamar Ailda.
Flash back off..
"Tak apa aku sudah lupakan" ucap Ailda.
"Jangan terlalu kepedean Alice aku hanya ingin minta maaf saja atas luka punggungmu yang sudah aku cakar" ucap Sam.
"Iya aku tau".
" baiklah kau pergilah dari sini aku tak mau berlama lamaan denganmu" ucap Sam ketus.
Namun saat Ailda hendak berjalan untuk keluar tangan Sam menghentikan tangan Ailda dan membuat Ailda terjatuh tepat di atas Sam yang sedang duduk di ranjang.
Mata mereka beradu bahkan hembusan nafas dari keduanya beradu, namun kecelakaan itu di lihat oleh Priska dan di pikiran Priska adalah Sam yang sedang menggendong Ailda di atas pahanya.
"Sam" teriak Priska yang juga menyadarkan Ailda dan Sam atas tatapan itu.
Ailda langsung bangun dari pangkuan Sam, dan Sam langsung melihat Priska yang sekarang wajahnya sudah seperti udang rebus karena menahan amarah.
"Dasar kau jala* wanita kotor beraninya kau mendekati suamiku" umpat Priska dan langsung mendorong Ailda.
"Pris" ucap Sam tegas.
"Sam kau mau membelanya kau sama saja Sam" ucap Priska.
"Dia juga istriku Pris" ucap Sam malah lebih membela Ailda.
"Sam kau sama saja hikss" ucap Priska.
"Diam" teriak Ailda.
Sam dan Priska langsung melihat kearah Ailda dengan tatapan tak percaya kalau dia akan berteriak seperti itu.
"Priska ambil saja Sam aku tak mau dengannya dan ingat satu hal lagi aku tak akan menyentuh suamimu itu kalau bukan dia yang membuat aku terjatuh ke dalam pangkuannya" ucap Ailda marah.
Ailda langsung pergi dan meninggalkan Sam dan Priska yang masih mematung tak percaya.
__ADS_1
Bersambung..