
Dengan cepat Ailda langsung masuk kedalam kamarnya karena dia sadar kalau sedari tadi Sam melihat gerak geriknya saat bersama dengan Priska.
"Hay Sam sedang apa di sini" sahut Priska pada Sam yang sedang duduk di sofa.
"Dari mana" tanya Sam.
"Belanja" jawab Priska.
"Lalu apa Alice juga kamu ajak belanja" tanya Sam.
"Tentu saja aku belikan dia dua setel baju yang dia mau".
" kau memang boros Priska penghambur uang, aku capek kerja dan kau hanya menghambur hamburkan uang saja" ucap Sam marah.
"Ya ampun Sam aku belanja karena memang sudah kebiasaan aku, kau juga tau kan kalau aku suka belanja dan kau juga tak mempermasalahkan itukan" ucap Priska.
"Sudah diam, masuk kamar dan kunci pintunya aku tak mau melihat kau membela diri terus".
" ya Sam aku ke kamar" ucap Priska memutuskan menuruti apa saja perkataan Sam.
Dalam hatinya Priska menggerutu karena Sam malah memarahinya padahal dia jelas jelas tau kalau Priska memang sangat suka berbelanja.
"Awas saja Sam suatu saat nanti aku akan membuatmu menangis darah karena sudah melakukan itu pada aku dan pada Zian" batin Priska.
Sedangkan Sam dia sudah memastikan kalau Ailda dan Priska masuk kedalam kamarnya bahkan Sam juga menyuruh anak buahnya untuk berjaga di sana.
Dan sekarang dia harus pergi ke suatu tempat karena Daddy nya meminta kalau Sam harus datang kesana karena ada hal yang harus mereka bicarakan.
Dengan cepat Sam pergi ke tempat itu karena tak mau Daddy nya menunggu lama, Sam di arahkan oleh ponselnya yang menunjukan kalau Daddy nya itu berada di sebuah gedung yang sudah lama tak di tempati.
"Ya ampun tempat apa ini Daddy" gumam Sam karena melihat bangunan yang sepi dan banyaknya tumbuhan liar yang menutupi sebagian dari gedung itu apa lagi banyak sekali lumut yang tumbuh di setiap dindingnya.
Dengan terpaksa Sam masuk kedalam gedung itu namun tanpa aba aba Sam mendapat pukulan dari seseorang di sana yang Sam yakin kalau orang itu adalah seorang body guard.
Bugg..
Bughh.
Dua pukulan mengenai perut Sam karena orang itu tak tau kalau Sam adalah anak dari Vincent.
__ADS_1
"Aku Samoel" ucap Sam sambil menahan rasa sakitnya karena pukulan tadi.
"Anda Samoel anak kandung tuan Vincent" tanya orang itu.
"Ya aku anak tuan Vincent, aku Samoel Vincent" ucap Sam.
"Maafkan saya karena sudah memukul anda saya kira anda orang lain" ucap orang itu.
"Tak apa tunjukan padaku dimana Daddy berada".
" tuan Vincent ada di dalam bersama ketua kami Tuan" .
"Antarkan aku kesana" pinta Sam.
Sam pun di antarkan ke dalam untuk menemui Daddynya, dan terlihat kalau tuan Vincent sudah berada di sana dan sedang mengobrol dengan seseorang.
"Daddy" sahut Sam.
"Kau datang Sam, Naga kenalkan dia keponakan mu Samoel" ucap Vincent pada laki laki yang di sebut ketua itu.
"Dia Samoel dia ponakan aku, wah sudah besar dia" ucap laki laki yang di yakini bernama Naga itu.
"Ya Sam kenalkan dia Naga paman mu adik tiri Daddy" ucap Vincent.
"Kau sangat baik Sam" ucap Naga.
"Terima kasih, tapi paman bisakah anak buahmu jika ada orang kesini tanya dulu secara baik baik jangan langsung mukul" adu Sam pada pamannya.
"Sam, Sam begitulah cara kami melindungi diri dari musuh" ucap Naga sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
"Naga sesuai dengan apa yang sudah kita bicarakan tadi, aku ingin pasukanmu segera menyerang kediaman David Delmar" titah Vincent.
"Tenang kakak aku pasti akan kesana tapi aku hanya ingin tau kenapa kau sangat berambisi ingin membunuh David bukannya dulu kau sudah membunuh anaknya" tanya Naga.
"Dia masih hidup sekarang dia istri keduanya Sam" jawab Vincent malas.
"What? Kau menikahkan Sam pada anak musuhmu sendiri".
" itu juga terpaksa Naga, tapi dengan menikahkan mereka aku jadi bisa menyiksa Alice dan sekarang aku sudah menyekapnya, betulkan Sam" tanya Vincent.
__ADS_1
"Sudah Daddy aku sudah perintahkan anak buahku untuk menjaga gerak gerik Alice".
" bagus, dan sekarang kita akan serang Daddynya" ucap Vincent tersenyum licik.
"Tidak bisa sekarang kak, besok saja anak buahku sekarang belum siap" ucap Naga.
"Terserah kau saja selagi David masih hidup aku tak bisa hidup dengan tenang Naga".
" kau tenang saja siapa pun yang sudah menyakiti kakak ku ini maka dia juga harus merasakan rasa sakitnya yang sama".
"Bagus".
-
Di sisi lain tuan David sedang mempersiapkan laporan nya pada Polisi atas tindakan yang di lakukan Vincent apa lagi perbuatan Vincent sangat tak baik karena dia membunuh Alice.
" Dad Sorry, rasanya hatiku ini tak tenang sekarang apa kita suruh anak buah untuk berjaga di sini" ucap Jack yang merasakan akan ada hal yang akan terjadi pada mereka.
"Buat apa Jack, kalau kita menyuruh anak buah kesini maka akan membuat pergerakan Elive terganggu".
" tidak Dad aku akan suruh anak buah memantau dari kejauhan saja, sungguh aku merasa tak enak hati sekarang aku merasa kalau akan ada sesuatu yang terjadi nantinya" ucap Jack.
"Ya baiklah terserah kau saja" ucap tuan David mengiyakan ucapan Jack.
"Thank you Daddy".
"Ya bukannya kau adalah anakku jadi kau tak pantas berterima kasih padaku" ucap Tuan David.
Jack hanya tersenyum mendengar hal yang di ucapkan tuan David sangat berati bagi nya apa lagi sekarang tuan David mencoba menerima keadaan Jack sebagai anaknya.
Dan dengan itu juga Jack mulai belajar menghargai setiap keputusan yang di keluarkan dari mulut tuan david.
Dengan cepat Jack menelpon anak buahnya untuk mulai berjaga di sekitar kediaman tuan David tapi Jack juga mewanti wanti pada anak buahnya kalau jangan sampai orang rumah merasa curiga karena ada orang yang mengawasi.
"lakukan perintahku" ucap Jack yang langsung mematikan sambungan telponnya.
Sedangkan seluruh anak buahnya sudah langsung berangkat kesana dan memantau rumah tuan David dari arah yang cukup jauh karena perintah dari Jack seperti itu.
Akhirnya rasa kekhawatiran Jack terasa sedikit hilang karena adanya anak buah yang akan membuat dirinya dan seluruh keluarganya Aman.
__ADS_1
"tapi apa Ailda harus aku pantau juga ya" gumam Jack bertanya tanya dalam hatinya karena keselamatan Ailda juga sangat penting baginya.
Jack pun memerintahkan pada anak buahnya untuk menjaga Ailda dari kejauhan apa lagi anak buahnya tau kalau Ailda itu bukan Alice tetapi orang lain yang berbeda jadi anak buahnya tau kalau Ailda tak bisa membela diri seperti Alice dahulu.