
Malam ini Sam merasa bingung karena akan tidur dimana dia kalau Priska tak mengijinkannya masuk.
" apa aku tidur di kamar Alice saja" gumam Sam sambil berfikir keras.
Sam terpaksa berjalan ke arah kamar Alice yaitu Ailda, karena di rumah itu kamar hanya ada tiga, satu kamar utama kamarnya dan Priska yang kedua kamar yang di tempati Nicky, dan yang ketiga adalah kamar Ailda yang dahulunya adalah gudang penyimpanan.
Sam gugup saat sudah berada di depan pintu kamar Ailda, karena mengingat kemarin saat dia pulang jalan jalan dia tak membela Ailda dia malah ingin menemui Priska yang sudah jelas jelas salah.
Tokk
Tokk
"Alice buka pintunya ini aku" sahut Sam sambil mengetuk pintu kamar Ailda.
Dengan malas Ailda berjalan ke arah pintu kamarnya, Ailda membuka pintunya dan menampakan Sam yang sedang berdiri di depan pintunya dengan tersenyum manis.
"Ada apa" ketus Ailda.
"Boleh kan aku tidur di kamarmu" tanya Sam.
"Tidak, aku tak mau tidur denganmu silahkan pergi karena istrimu pasti sudah menunggumu" ketus Ailda.
Niat Sam ingin menerobos masuk kedalam kamar Ailda namun dengan cepat Ailda menutup pintunya karena tak mau Sam masuk kedalam kamarnya.
Brakk..
Dengan keras Ailda menutup pintunya, entah kenapa dia sangat benci dengan Sam apa lagi saat ucapannya tadi siang yang katanya dia akan membela Ailda di depan Priska ternyata semuanya bohong.
"Alice Pliss ijinkan aku tidur di sini" ucap Sam di balik pintu.
"Pergilah Sam aku tak mau istrimu itu menyiksaku lagi".
" tapi aku janji dia tak akan menyentuhmu sedikit pun".
"Kau janji Sam, bahkan saat siang tadi pun kau hanya diam saja melihat aku di siksa oleh Priska".
"Alice lupakan masalah tadi siang".
" tidak semudah itu Sam kau berhutang janji padaku dan kau harus membayarnya".
"Oke, kau mau apa dari ku supaya kau bisa memaafkan aku".
" ceraikan aku" sahut Ailda dari dalam.
Deggh..
Bagai di tusuk pedang tajam, hati Sam merasa sangat sakit saat Ailda memintanya untuk menceraikannya padahal dalam hati Sam mungkin hanya setengah persen cintanya pada Ailda beda jauh dengan cintanya pada Priska.
"Dengar Alice aku tak akan menceraikan mu apa pun alasannya".
__ADS_1
" terserah, tanpa menunggu persetujuanmu pun aku akan pergi Sam".
Sam tak menggubris lagi ucapan Ailda dia lebih memilih untuk tidur di kamar Nick saja karena malam ini dia harus istirahat karena besok dia akan mengadakan pertemuan penting dengan orang orang besar.
"Nick aku akan tidur di sini, kau tak boleh menolak" ucap Sam saat sudah berada di kamar Nick.
"Malas aku tidur denganmu Sam, aku sedang sibuk" ucap Nick.
"Sibuk? Sibuk apa kau hanya main ponsel Nick dan kau mengatakan kau sibuk" ucap Sam.
"Aku sibuk lihat ini" ucap Nick memperlihatkan layar ponselnya yang menampakan wanita cantik yang hanya memakai lingrie transparan.
"Pokoknya apa pun yang terjadi aku akan tetap tidur di sini".
" kau akan menganggu ku Sam".
"aku gak akan melihat apa pun yang kalian lakukan jadi ijinkan aku tidur di sini".
" ck Sam kau orang pemaksa, kenapa kau tak tidur di kamar istrimu saja bukannya kau punya istri dua, upss aku lupa kalau kedua istrimu sedang marah padamu" ledek Nick.
"Aku tak dengar"
Sedangkan di kamarnya Ailda sedang terduduk di jendela kamarnya sembari menatap pemandangan kota yang ramai di malam hari.
Entah kenapa air matanya menetes dalam hatinya dia sangat rindu dengan suasana di kampung walau pun dahulu dia hanya seorang petani pemetik Anggur di kebun bibi mona tapi Ailda tak pernah merasakan sedih sedalam ini dahulu.
"Aku harus apa Hikss, menjadi seorang Alice Delmar itu tak mudah bahkan aku tak tau bagaimana resikonya nanti jika aku ketahuan semuanya terlebih lagi Nyonya Elive dia pasti akan sangat membenciku karena sudah berpura pura menjadi Putrinya, huhh, Nona Alice kenapa kau harus pergi secepat itu bahkan aku tak tau bagaimana dirimu bagaimana kehidupanmu dahulu".
Tanpa terasa kantuk Ailda datang juga dia merebahkan tubuhnya di kasur yang keras dan selimut yang sangat tipis,
" aku masih bersyukur karena Nenek bisa hidup enak di masa masa tuanya walau pun tanpa adanya diriku" gumam Ailda sambil terlelap tidur.
**
Di kediaman David Delmar.
Jack sudah memberikan bukti Video itu pada tuan David, dan benar saja tuan David marah besar karena walau pun hanya mengetahui sebagian dari kebenaran itu tapi dengan Video itu Sam sudah menjelaskan kalau Alice dahulu pernah di sentuh oleh anak buah Ayahnya.
"Awas kau Vincent tak akan aku maafkan kau" geram tuan David.
"Tuan rencananya aku dan Ailda akan menyusun rencana lagi untuk mendapatkan bukti lain" ucap Jack.
"Benarkah kapan".
" aku kurang tau tapi Ailda yang akan memberi taukannya".
"Sampaikan kata maafku pada Ailda karena sudah membawanya pada masalah keluargaku, apa lagi dengan perlakuan Sam pada Ailda membuat ku naik pitam".
"Baik tuan, tapi tuan kata Ailda kau harus menjawab pertanyaan ini".
__ADS_1
" pertanyaan apa".
"Apa dahulu kau pernah membuat bisnis keluarga Sam jatuh atau sampai gulung tikar" tanya Jack.
"Belum pernah Jack aku rasa aku tak pernah membuat orang lain sampai bangkrut".
" aku percaya tuan, tapi Ailda kata dia takut kalau tuan David dulunya pernah punya masalah apa lagi keluarga Vincen dan anda berteman baik mana mungkin seorang teman rela membunuh anak dari temannya sendiri".
Apa yang di katakan Jack ada benarnya juga, batin Tuan David.
"Aku akan cari tau apa masalah yang pernah aku lakukan pada keluarga Vincent".
"Ya tuan kalau begitu saya permisi dulu" ucap Jack berlalu pergi dari tempat itu.
Jack hendak menuju kamarnya tapi dia merasa penasaran dengan Nenek Mathilda karena dia sudah keluar dari rumahnya bahkan Jack juga melihat kalau pelayan membawakan makanan ke dalam kamarnya, padahal kalau dia sedang sehat dia selalu makan di meja makan.
Jack memberanikan diri untuk melihat Nenek Mathilda.
Tokk.
Tokk..
Jack mengetuk pintu kamar Nenek Mathilda.
"Masuk saja tak di kunci" sahut Nenek Mathilda dari dalam kamarnya dengan suara berat.
Jack masuk kedalam kamar Nenek Mathilda, ternyata Nenek sudah berbaring di kasur dan hendak akan tidur.
"Maaf Nek aku menganggu" ucap Jack.
"Tidak Jack ada apa".
" tidak hanya ingin melihat kondisi Nenek saja sudah lama aku tak menjenguk Nenek".
"Aku baik".
"Syukurlah".
" oh ya Jack bagaimana kabar Ailda apa dia baik baik saja sudah lama aku tak melihatnya bisa kah kau bawa dia kemari aku rindu dengan anak itu" ucap Nenek Mathilda.
"Ya Jack bawa dia kemari aku juga sudah merindukan Alice" sahur Elive yang baru saja datang kesana dan mendengar Jack dan Nenek membicarakan Ailda.
Jack dan Nenek menelan salivanya kasar karena takut kalau Elive dengar saat Nenek mengucapkan nama Ailda bukan Alice.
Bersambung..
***Jangan lupa like comen dan hadiahnya ya..
Salam manis Author***
__ADS_1