
Malam harinya tuan David mengadakan acara bakar Barbeque di ruang belakang hotel itu, entah karena bayaran mahal yang di berikan oleh tuan David jadi pihak hotel memberi ijin pada keluarga tuan David untuk memakai fasilitas hotel kapan saja, bahkan sekarang pun halaman belakang hotel itu hanya menjadi milik tuan David tak ada yang boleh masuk kesana.
Padahal sangat jarang ada orang yang di perbolehkan kesana, tapi berbeda dengan orang orang yang rela bayar mahal hanya untuk menyewa halaman belakang.
Ailda memegang tiga tusuk Sosis dan jagung yang akan dia bakar sekarang, entah kenapa sejak tadi Claudia tak memberi akses pada Ailda untuk ke tempat pemanggangan.
Padahal bbq miliknya sudah matang tapi dia tetap saja mencari cari alasan karena ingin disana berduaan dengan Jack yang masih membakar Jagung.
"Mau bakar jagung?" tanya Jack yang hanya di jawab anggukan kepala oleh Ailda.
"Di sini kosong yu" ucap Jack.
Ailda mendekat kearah Jack dan Claudia berada, Ailda menaruh jagung dan sosisnya di atas pemanggangan karena merasa ingin ke kamar mandi Ailda meninggalkan pemanggangan dan masuk kedalam.
"Clau tolong titip Jagung ya aku mau ke kamar mandi" ucap Ailda.
"Ya Nona Alice kau tenang saja aku tak akan biarkan jagungnya gosong" ucap Claudia.
Jack pergi dari sana dan ikut gabung dengan tuan David, sedangkan di pemanggangan hanya ada Claudia dan jagung serta sosis Ailda.
Claudia tersenyum licik, dia mengambil bubuk cabe yang berada di meja dekat dengannya lalu menaburkan bubuk cabe itu pada Jagung dan sosis Ailda sehingga membuat makanan itu sangat pedas.
Namun dengan cepat Claudia mengangkat sosis dan jagung itu dan dia letakkan di atas piring yang warnanya sedikit gelap.
Ailda kembali lagi kesana dan langsung mengambil sosis dan jagung itu.
Tanpa sadar Ailda memakan sosis itu, rasa pedas dan panas tercampur di dalam mulutnya bahkan sangking tak kuatnya Ailda memuntahkan sosis yang sempat dia gigit itu.
"Alice kau tak apa sayang" tanya Elive yang melihat Ailda sedang kesakitan memegang lidahnya.
"Sakit Mom" ucap Ailda.
"Apa melepuh sayang" tanya Elive.
"Tidak tau, aku harus ke kamar mandi Mom" ucap Ailda yang langsung berlari masuk kedalam hotel dan mencari kamar mandi terdekat.
"Mom Alice kenapa" tanya Jack cemas.
"Gak tau Jack lidahnya kesakitan kayanya melepuh" ucap Elive.
"Aku akan kesana".
" ya tolong lihat kondisi Alice sekarang" ucap Elive.
__ADS_1
Jack langsung berlari masuk kedalam hotel karena takut Ailda akan kenapa kenapa, Jack menunggu di depan kamar mandi tapi Ailda tak kunjung keluar juga dari sana.
"Ail kamu baik baik saja kan" tanya Jack sambil mengetuk pintu kamar mandi hotel yang ada di kamarnya.
Ailda pun keluar dengan wajah yang basah karena air.
"Kamu tak apa, apa lidahmu kepanasan" tanya Jack.
"Entahlah rasanya lidah aku seperti melepuh Jack, sosis itu sangat pedas" ucap Ailda sambil duduk di ranjang.
"Kenapa kau ada di sini, lanjutkan saja acara bakar bakarannya tolong sampaikan pada Mommy aku tak bisa ikut" ucap Ailda.
"Tapi bagaimana dengan lidah kamu" tanya Jack.
"I Fine Jack" ucap Ailda, mau tak mau Jack pun keluar dari kamar Ailda dan hanya Ailda saja yang berada di sana, Ailda tersenyum.
"Aku kira kau baik Dokter ternyata kau sama saja" gumam Ailda.
Sedangkan Jack dia kembali ke keluar dia langsung mengambil piring yang tadi Ailda makan, Jack melihatnya dengan sangat teliti tak ada yang salah.
Jack menggigit sosis itu sedikit dan benar saja sosis itu sangat pedas bahkan Jack pun tak sanggup memakannya dia langsung memuntahkan kembali gigitan sosis yang ada di mulutnya itu.
"Ini sangat pedas" ucap Jack.
"Ada apa Jack" tanya Elive.
"Siapa yang memasukanya" tanya Elive.
Jack pun menggelengkan kepalanya karena tak tau sedangkan di sudut sana Claudia sedang tersenyum puas karena akhirnya Ailda bisa merasakan juga, sudah lama Claudia tak suka pada Ailda karena Claudia sempat memergoki Ailda sedang bersama dengan Jack.
"Rasain siapa suruh dekatin Jack" batin Claudia.
Malam harinya Jack tak bisa tidur dia terus saja memikirkan keadaan Ailda padahal Ailda sudah tidur dengan nyenyak karena tadi dia sudah minum obat pereda nyeri.
Kejadian tadi terasa sangat tak masuk akal karena mana mungkin sosis akan pedas karena yang Jack tau dia tak memesan sosis pedas.
"apa ada yang menaruh bubuk cabe, tapi siapa? Siapa yang berani melakukan itu" gumam Jack.
Tanpa terasa akhirnya Jack tidur juga dengkuran halus pun terdengar, sedangkan Claudia dia masuk diam diam ke kamar Jack entah mau apa tapi Claudia masuk kedalam kamar Jack.
"Kau tampan Jack, beruntung sekali aku bisa menjadi istrimu nanti" gumam Claudia.
Malam harinya Jack tak bisa tidur dia terus saja memikirkan keadaan Ailda padahal Ailda sudah tidur dengan nyenyak karena tadi dia sudah minum obat pereda nyeri.
__ADS_1
Kejadian tadi terasa sangat tak masuk akal karena mana mungkin sosis akan pedas karena yang Jack tau dia tak memesan sosis pedas.
"apa ada yang menaruh bubuk cabe, tapi siapa? Siapa yang berani melakukan itu" gumam Jack.
Tanpa terasa akhirnya Jack tidur juga dengkuran halus pun terdengar, sedangkan Claudia dia masuk diam diam ke kamar Jack entah mau apa tapi Claudia masuk kedalam kamar Jack.
"Kau tampan Jack, beruntung sekali aku bisa menjadi istrimu nanti" gumam Claudia.
Tak terasa Claudia tidur di samping Jack, entah kenapa ambisinya untuk mendapatkan Jack sangat besar bahkan Claudia juga tak suka kalau Jack dekat dengan orang lain apa lagi Ailda yang dia tau adalah adiknya Jack.
Pagi harinya Ailda bangun dan akan membangunkan Jack karena ingin pinjam Charger karena ponselnya loubet dan Ailda lupa tak bawa Charger.
Ailda sudah berada di depan pintu kamar hotel milik Jack, karena tau kalau Jack masih tidur Ailda pun langsung masuk kedalam kamar Jack.
Namun betapa terkejutnya Ailda saat melihat Jack dan Claudia tidur satu ranjang bahkan Claudia pun memeluk Jack padahal Jack membelakanginya.
Ailda mundur beberapa langkah karena tak tahan dengan pemandangan yang sedang dia lihat sekarang, ada rasa tak terima di hati Ailda tapi mau bagaimana lagi mereka juga sebentar lagi akan menikah jadi Ailda lah yang harus mundur.
Prakkk..
Ailda menyenggol pas bunga yang ada di meja dekat pintu kamar Jack, sehingga dapat membangunkan Jack dan Claudia yang sekarang masih sedang tidur.
Ailda sangat terkejut karena bisa bisanya dia seceroboh itu, Jack bangun dan duduk di atas ranjang menatap Ailda yang berada di ambang pintu.
"Maafkan aku" ucap Ailda terbata bata dan langsung pergi dari sana.
Jack menatap Ailda dengan tatapan tak paham, saat Jack melihat kearah samping tempatnya tidur, ada Claudia yang masih tidur nyenyak dekat dengannya.
"Ya ampun, Claudia sedang apa kau di sini" ucap Jack kaget dan langsung bangkit dari ranjang.
Claudia membuka matanya.
"Jack" ucap Claudia.
"Sedang apa kau di sini, lalu kenapa kau bisa ada di sini kapan kamu datang Clau" tanya Jack.
"Aku gak tau Jack, kenapa aku ada di sini bahkan aku tak sadar aku berada di sini Jack" ucap Claudia berbohong.
"Bagaimana mungkin kau tak ingat" tanya Jack mengerang prustasi.
"Aku semalam pasti mengigau dan masuk ke kamar kamu, maafkan aku Jack maaf" ucap Claudia pura pura bersalah.
"Ya sudah kamu pergi dari sini aku tak mau orang lain berpikir yang tidak tidak dengan kita" ucap Jack.
__ADS_1
"Maafkan aku Jack" ucap Claudia dan langsung pergi dari sana.
Bersambung.