Pengganti Putri Yang Hilang

Pengganti Putri Yang Hilang
bab 13: pengantin


__ADS_3

Satu minggu kemudian...


Ailda dan Sam akan menikah besok, sedangkan tuan David dan Eliv istrinya sudah menyiapkan persiapan pernikahannya dengan sangat mewah dan megah bahkan kediaman tuan David sekarang sudah di penuhi dengan orang orang yang akan mendekor rumah mewah tuan David.


Ailda hanya memandang wajah tuan David dan Eliv yang sedari tadi mereka tersenyum senang karena pernikahan ini, hati Ailda sakit saat mengingat kalau Alice yang asli sudah tiada, bagaimana perasaan Eliv saat mendengar bahwa putrinya sudah meninggal, pikir Ailda.


"Nona besok pernikahan anda, sekarang anda harus perawatan dulu" ucap seseorang pelayan yang mendekati Ailda.


"Baiklah ayo" ucap Ailda.


Ailda melakukan spa dan para pelayan itu memijatnya dengan teliti, Ailda merasa nyaman karena akhirnya dia merasakan bagaimana rasanya jadi pengantin.


"Semoga saja Sam adalah tempat aku berlabuh nanti" batin Ailda.


**


Di sini lain Jack tengah duduk di kamarnya dia tak menyangka kalau Ailda akan menikah, entah kenapa hati Jack rasanya sakit saat membayangkan Ailda akan menikah.


"Ughhh kenapa aku jadi begini, padahalkan aku gak suka sama wanita itu tapi kenapa hati ini sakit saat membayangkannya" gumam Jack.


Tokkk..


Tokkk..


Pintu kamar Jack di ketuk dari luar mau tak mau Jack harus membukakannya karena tak mau sang tamu menunggunya.


Ceklek.


Seorang wanita cantik tengah berdiri di hadapan Jack, bahkan Jack sangat mengenal wanita itu.


"Clau" gumam Jack.


"Hay Jack gimana kabar kamu" tanya Claudia.


"Baik".


" bolehkan aku masuk" tanya Clau.


"Boleh silahkan"


Claudia duduk di pinggir ranjang milik Jack, hal itu membuat Jack risih karena dia tak mau kalau orang orang berpikir jelek tentangnya karena sudah memasukan seorang wanita pada kamarnya.


"Jack aku bawakan baju couple kamu mau gak, kita couplean besok" ucap Clau sambil menyerahkan paper bag pada Jack.


"Terima kasih Clau, jadi ngerepotin".


"Tidak biasa aja kok".


" bagaimana pekerjaanmu" tanya Jack.


"Sejauh ini baik baik saja kok, hanya ada masalah sedikit saja".


" masalah dalam pekerjaan itu hal biasa Clau".


"Iya Jack, ngomong ngomong kenapa kamu belum Nikah umur kamu sudah tua loh" tanya Claudia memancing Jack.


"Belum ada pasangannya aja Clau, tapi katanya tuan David akan menjodohkan aku, mungkin aku akan terima wanita pilihan Nyonya Eliv".


" di jodohkan ya" ucap Clau sambil tersenyum.


Tersirat di pikirannya kalau dia akan bujuk Nyonya Eliv untuk menjodohkannya dengan Jack.


"Jack kenapa gak coba dulu bajunya siapa tau ukurannya gak pas" ucap Clau.


"Baiklah".

__ADS_1


Jack mendekat kaarah Claudia dan membuka Jas yang dari tadi melekat di tubuhnya.


Namun Tiba tiba Ailda datang dan langsung membuka pintunya tanpa mengetuk dulu.


"Tuan Jack maaf.. " ucapan Ailda terpotong karena melihat pemandangan yang kurang mengenakan.


Ailda langsung membelakangi Jack dan Clau, pikiran Ailda mulai macam macam karena melihat Jack yang akan membuka jasnya di hadapan Claudia.


"Ada apa Nona" tanya Jack yang langsung mendekat kearah Ailda.


Namun Ailda langsung berjalan keluar dari kamar Jack dan menunggu Jack di luar kamarnya, karena Ailda sangat malu karena tak mengetuk pintu dulu.


"Tuan Jack kau membawa wanita ke kamarmu" ucap Ailda menggoda Jack.


"Diamlah ada apa ke kamarku" ketus Jack.


"Tuan Jack kau sangat ketus padaku tapi pada wanita itu kau sangat manis" ucap Ailda protes.


"Iya Nona ada apa ke kamarku, bisa aku bantu" ucap Jack manis sambil tersenyum.


"Aku cuman mau memberikan ini, baju untukmu besok, jangan lupa di pake ya tuan Jack yang ketus" ucap Ailda tersenyum sendiri sambil pergi meninggalkan Jack.


Jack hanya mematung melihat paper bag yang di berikan Ailda barusan, Jack merasa tenang jika bisa dekat dengan Ailda.


"aku akan pakai Nona mesum" gumam Jack sambil melihat jas itu.


Namun Jack lupa kalau dia sudah di berikan baju oleh Claudia dan bahkan Claudia pun masih berada di kamarnya sendirian.


"Jack maaf aku harus pergi dulu, karena ada pekerjaan mendadak" ucap Claudia yang barusaja keluar dari kamar Jack.


"Jangan lupa bajunya di pakai ya" ucap Claudia lagi.


Jack hanya menganggukan kepalanya.


Malam ini Ailda tak bisa tidur dia merasa sangat tak sabar dengan hari esok yang akan sangat membahagiakan dalam hidupnya,


Namun tetap saja matanya tak mau terpejam karena tak ada kantuk yang datang, Ailda memutuskan untuk keluar dan mencari angin segar yang akan membuat kantuknya datang.


Ailda berjalan jalan di rumah besar tuan David, Ailda tak merasa takut karena masih banyak para pelayan yang belum tertidur karena masih mempersiapkan pernikahan itu.


Ailda memandang seorang lelaki yang sedang duduk di balkon rumah tuan David, tentu saja lakilaki itu Jack Arlan yang sedang duduk di kursi balkon dan matanya memandang luruh kearah langit langit malam yang sedang di penuhi dengan bintang.


Ailda mencoba mendekati Jack hanya untuk sekedar menanyakan kenapa belum tidur padahal sudah malam.


"Hy" sapa Ailda.


Jack langsung menatap siapa yang sudah menyapanya, Jack terkejut karena ada Ailda di belakangnya.


"Belum tidur tuan Jack" tanya Ailda yang langsung berjalan kearah balkon dan menatap pemandangan malam.


"Belum, lantas kau sedang apa disini? Kau juga belum tidur?" tanya Jack.


"Aku tak mengantuk tuan" jawab Ailda.


"Oh".


"Tuan wanita tadi, Dokter pribadi Nyonya Eliv kan, kenapa bisa ada di kamarmu" tanya Ailda.


"Dia mantan pacarku" jawab Jack ketus.


"Oh, kenapa gak jadian lagi saja kalian sangat serasi kok".


" aku tak suka padanya, lagian aku sudah suka pada seorang wanita".


"Siapa dia kenapa kau tak bilang pada Nyonya Eliv, kalau kau sudah punya pacar".

__ADS_1


" tidak wanita yang aku suka dia akan segera menikah".


"Apa? Miris sekali kisah cintamu tuan" ucap Ailda yang tak sadar kalau sebenarnya wanita itu adalah dirinya.


"Iya, begitulah cinta sakit bukan?"


"Sabar saja tuan aku doakan semoga pernikahannya batal dan wanita itu akan memilihmu" ucap Ailda antusias.


"Aku selalu mengharapkan itu".


"Kau ternyata sangat jahat tuan" ledek Ailda.


"Begitulah hidup Nona, tak akan ramai jika tak ada yang jahat"


"Aku setuju itu".


Mereka berdua tertawa bersama, tanpa sadar hati Jack sangat sakit melihat Ailda akan menikah dengan lakilaki lain.


" aku harap kau bahagia dengan Sam Nona" ucap Jack.


"Aku harap juga begitu tuan"


"Aku yakin Sam adalah lakilaki terbaik yang akan membuatmu bahagia".


" benarkah, apa aku dan Sam terlihat serasi"


"Sangat sangat serasi".


" baiklah tuan Jack aku akan segera tidur supaya besok pagi aku bisa bangun dengan semangat" ucap Ailda.


"Selamat mimpi indah".


" kau juga tuan".


**


Keesokan harinya..


Ailda sudah bangun dan sudah bersiap untuk menjadi pengantin, Ailda sudah di dandani layaknya seorang pengantin dengan gaun putih yang sampai menyentuh lantai, Ailda terlihat seperti tuan putri dari kerajaan.


Nenek Mathilda menatap putrinya dengan bahagia, dia sangat berharap kalau cucunya itu akan bahagia hidup dengan Samoel.


"Nenek apa aku terlihat cantik" tanya Ailda.


"Kau sangat cantik, maaf Nenek tak bisa membuatmu bahagia tapi Nenek doakan kau akan bahagia dengan Sam" ucap Nenek mathilda.


"Terima kasih Nek".


" kau sudah siap sayang" tanya Eliv yang barusaja sampai di kamar Ailda.


"Sudah Mom, lihat apa aku sudah cantik" tanya Ailda.


"Kau sangat cantik sayang" ucap Eliv.


"Terima kasih Mom".


"Mom apa kau sudah minum obat" tanya Eliv pada Nenek Mathilda.


"Sudah kau jangan khawatir, aku masih mengingat semua hal dengan teliti" ucap Nenek Mathilda bercanda.


Ailda, Eliv, Dan Nenek Mathilda tertawa bersama, mereka layaknya seorang keluarga utuh.


bersambung..


***jangan lupa like comen dan votenya ya..

__ADS_1


salam manis Nurleni***


__ADS_2