Pengganti Putri Yang Hilang

Pengganti Putri Yang Hilang
bab 16: Ailda ke rumah Sam


__ADS_3

Ailda masuk kedalam kamar Neneknya itu, Ailda ingin berpamitan dengan neneknya sebenarnya Ailda sangat sedih kalau harus berpisah dengan Nenek Mathilda.


"Nenek" ucap Ailda.


Ailda melihat neneknya itu sedang duduk di ranjang dan melamun seperti orang yang sedang punya pikiran berat.


"Nenek" ucap Ailda lagi.


Nenek Mathilda langsung tersadar dari lamunannya dia terkejut mendengar suara Ailda yang sudah berada di kamarnya.


"Kau mengagetkan saja Ail bagaimana kalau Nenek jantungan" ucap Nenek Mathilda.


"Iya deh maaf" ucap Ailda.


"Ada apa kesini, tumben" ucap Nenek ketus.


"Nek aku mau pergi ke rumah Sam sekarang" ucap Ailda.


"Apa mendadak begini, bagaimana kamu akan pergi dengan mendadak begini apa tuan David akan mengijinkanmu" ucap Nenek Mathilda.


"Aku tak tau Nek tapi Sam mengajak sekarang".


"Bilang dulu pada tuan David" ucap Nenek Mathilda.


"Iya aku pergi" ucap Ailda langsung pergi meninggalkan Nenek Mathilda yang masih duduk di atas ranjang.


Ailda menatap lagi wajah neneknya, wajah seorang wanita yang sudah membesarkannya dari kecil sampai sekarang, bahkan Ailda tak mampu untuk membalas budi Nenek Mathilda.


"Nek" ucap Ailda sambil berlari mendekati Nenek Mathilda dan memeluknya dengan erat.


Ailda menangis sesegukan di pelukan sang nenek yang sudah merawatnya itu.


"Maafkan Ailda karena belum membalas budi pada Nenek Hikss hikss" ucap Ailda sambil menangis.


"Sudah Ail kau tak perlu menangis begitu Nenek bahagia karena berada di sini dan ini semua berkat kamu Ail" ucap Nenek.


"Jaga diri Nenek baik baik, aku gak mau melihat Nenek sakit lagi, maafkan aku karena harus pergi dan meninggalkan Nenek" ucap Ailda masih menangis.


"Iya Ail, sudah kamu jangan menangis begitulah seorang wanita jika dia sudah menikah dia harus ikut bersama dengan suaminya, ingat Ail hormati suami kamu jangan pernah buat dia marah" jelas Nenek.


"Iya Nek aku akan mengingat ucapan Nenek".


"Anak baik".


-


Ailda sudah berdiri di ambang pintu kamar tuan David dan Eliv istrinya, Ailda sangat takut jika Eliv tak mengijinkan.


Perlahan tangan Ailda mengetuk pintu kamar tuan David.


Tokk..


Tokk..

__ADS_1


Eliv membukakan pintu karena merasa ada yang di ketuk, Eliv membukakan pintunya dia melihat Ailda yang sekarang sedang menjadi putrinya.


"Ada apa sayang" tanya Eliv.


"Mom apa aku mengganggu" ucap Ailda.


"No, ayo masuklah Alice" ucap Eliv mempersilahkan Ailda masuk kedalam kamarnya.


"Mom begini, aku mau pergi sekarang Sam mengajak aku untuk tinggal di rumahnya" ucap Ailda gugup.


"Apa mau pergi sekarang" sahut tuan David yang sedang berada di kamar itu.


Ailda menganggukan kepalanya.


"Apa tidak terlalu cepat Sayang" tanya Eliv.


"Sam yang mengajakku Mom" ucap Ailda.


"Honey gimana" tanya Eliv meminta jawaban dari tuan David.


"Aku terserah kamu saja Honey, Aku ikut saja" ucap tuan David bingung.


"Tapi Mommy gak setuju kamu pergi sekarang, tapi Mommy gak bisa egois kamu sudah menjadi milik Sam, jadi kamu harus turuti keinginan Sam Alice" ucap Eliv.


"Mommy mengijinkan" tanya Ailda.


Eliv menganggukkan kepalanya, mau tak mau dia harus melepas putrinya karena memang pada dasarnya setelah menikah seorang wanita sudah menjadi milik suaminya.


"Terima kasih Mom".


Lama tinggal dengan keluarga itu Ailda merasa kalau dirinya masih punya keluarga yang utuh bahkan Ailda merasakan kasih sayang seorang ibu dari Eliv.


Ailda juga merasakan kasih sayang seorang Ayah dari Tuan David walau pun sikap tuan David yang tak terlalu dekat dengan Ailda tapi Ailda tau kalau tuan David menyayanginya.


"Alice apa kamu benar mau pergi kalau tidak mau pergi pun gak papa Daddy akan bilang pada Sam" sahut tuan David.


"Honey ayolah Alice sudah menjadi milik Sam, kita sudah gak berhak lagi mengaturnya" sergah Eliv.


Dalam hatinya Ailda memang tak mau untuk pergi bersama Sam, karena sikap Sam yang terkesan dingin dan kasar Ailda menjadi ragu untuk ikut dengan Sam.


Setelah sampai di kamar Ailda dan Eliv di buat terkejur karena ulah Sam, dia sudah mempacking semua pakaian Alice kedalam koper hingga menjadi empat koper.


"Sam sedang apa" tanya Eliv heran.


"Tidak Mom aku hanya membantu Alice mempacking pakaiannya, bahkan aku sudah masukan semua pakaiannya kedalam koper" jawab Sam.


"Tapi Sam ini terlalu banyak, kamu hampir memasukan semua pakaianku" ucap Ailda.


"Ayolah Alice kamu akan sering ganti baju nantinya" ucap Sam.


"Baiklah kalau sudah mommy akan pergi, jaga diri kamu baik baik ya Sayang" ucap Eliv.


"Mommy kami akan berangkat sekarang, maaf karena tak bisa memberi tau dulu Daddy karena aku sekarang sedang sibuk ada pertemuan di perusahaan" ucap Sam.

__ADS_1


"Baiklah hati hati di jalan ya Sayang" ucap Eliv.


Eliv memeluk Ailda layaknya seorang ibu pada anaknya, Ailda merasa nyaman berada dalam pelukan Eliv, Ailda merasa kalau dia masih punya seorang ibu.


Ailda dan Sam sudah berada di dalam mobil Sam yang sedang melaju di jalanan ibu kota yang tak terlalu ramai kendaraan.


Setelah satu jam lamanya Sam mengendarai mobil tak ada percakapan antara mereka bahkan Sam hanya menatap fokus pada jalanan sedangkan Ailda menatap pemandangan luar dari jendela mobil.


Akhirnya mobil Sam sampai juga di pekarangan rumah yang besar dan mewah, Mata Ailda tertuju pada seorang wanita cantik yang sedang berdiri di halaman rumah mewah itu.


Ailda dan Sam turun dari mobil.


Sam langsung mendekat kearah wanita itu dan Ailda mengikuti Sam di belakangnya, namun Ailda terkejut saat melihat sikap Sam pada wanita itu.


Sam memeluk wanita itu dan menciumnya, Ailda merasa sangat cemburu bahkan dia yang baru saja menikah dengan Sam tak pernah di perlakukan begitu oleh Sam.


Ailda tak berani menatap wajah keduanya, Ailda merasa ingin sekali menangis dan marah, hati wanita mana yang akan baik baik saja kalau suaminya berdekatan dengan wanita lain.


"Hubby ajak istri keduamu itu untuk masuk kedalam" ucap Priska yang melihat Ailda berdiri mematung.


"Sudahlah Pris jangan pedulikan dia" ucap Sam.


Ailda yang sedari tadi mematung pun langsung angkat bicara.


"Sam jelaskan ada apa ini" sahut Ailda.


Sam memandang Ailda dengan tatapan jijik, dia sangat tak suka pada Ailda bahkan Sam ingin sekali menghabisi Ailda sekarang juga.


"Jelaskan apa lagi apa kah kau masih tak paham dengan apa yang sudah kamu lihat" ucap Sam marah.


Brugh..


Sam mendorong Ailda sampai Ailda terjatuh ke tanah, Ailda melihat sikap Sam yang sangat berubah padanya padahal apa salah Ailda padanya.


"Sam kau tega" ucap Ailda.


Plakk..


Priska menampar Ailda dengan tangannya, Pipi Ailda berdenyut karena tamparan dari Priska yang sangat keras pada pipinya.


Ailda langsung memegang Pipinya itu.


Sakit? Perih? Itu yang sekarang sedang Ailda rasakan.


bersambung...


mohon maaf ya Author jarang up karena Author sedang menyelesaikan karya yang pertama.



***jangan lupa mampir ke karya Author yang pertama ya..


salam manis Author***

__ADS_1


__ADS_2