Pengganti Putri Yang Hilang

Pengganti Putri Yang Hilang
bab 68


__ADS_3

Anak buah itu mendorongnya dengan sangat kuat tapi sayang troli itu tak bergerak sedikit pun, karena susah kalau harus melewati puluhan tangga.


"Nona kenapa kita gak minta bantuan orang lain saja" keluh anak buah itu pada Ailda.


"Aku gak mau orang lain tau" ucap Ailda memikirkan cara agar troli itu bisa jalan.


Mata Ailda menatap ke sekeliling, tiba tiba sebuah ide melintas di benak Ailda.


Ailda mengambil papan yang cukup panjang dari sana, biasanya papan itu akan tuan David gunakan untuk membuat pagar dari kayu.


Ailda menariknya walau pun berat tapi Ailda tetap berusaha sekuat tenaga.


"Untuk apa itu Nona" tanya anak buah tuan David itu heran.


Ailda tak menjawab dia hanya menaruh papan itu di tangga sampai tangga atas.


"Naiklah apa masih tak bisa" tanya Ailda.


Anak buah itu mendorongnya dengan sekuat tenaga dan benar saja trolinya naik sampai atas tangga itu, akhirnya mereka bisa keluar dari dalam ruangan bawah tanah.


"Nona apa yang dia bawa" tanya anak buah yang lain.


"Itu barang barangku" jawab Ailda.


"Bawa barang aku ke kamar tamu yang di sana saja karena susah jika di bawa ke kamarku" titah Ailda pada anak buah itu.


"Baik Nona".


Setelah sampai di kamar dengan cepat Ailda dan anak buahnya itu membaringkan Jack di atas kasur, keadaan Jack sangat kacau bahkan wajahnya sangat pucat.


"Nona saya sarankan kalau tuan segera di bawa saja ke rumah sakit takutnya terjadi apa apa" ucap Anak buah itu menyarankan.


"Tapi bagaimana cara kita membawanya" tanya Ailda khawatir karena melihat kondisi Jack.


"Satu satunya cara adalah memberitaukan pada tuan David Nona".


" baiklah beri tau Daddy sekarang" titah Ailda.


"Hah" ucap anak buah tuan David itu melongo mendengar hal itu.


"Kenapa gak dari tadi bilang tuan David, mungkin aku gak akan kesusahan membawa troli yang berisikan tuan Jack" batin anak buah itu menggerutu.


"Tunggu! Kau diam saja di sini jaga Jack aku akan keluar dan memberi taukan pada Daddy" ucap Ailda.


"Kenapa gak dari tadi Non" ucap anak buah itu semakin kesal.


Ailda berjalan kearah kamar tuan David karena di sana tuan David dan Elive istrinya berada, mereka sedang membaca persiapan yang sudah selesai hanya tinggal mempersiapkan makanan saja untuk menjamu para tamu undangan.


"Dad gawat" ucap Ailda yang langsung masuk kedalam kamar tuan David.

__ADS_1


"Ada apa Alice" tanya tuan David.


"Dad Mom Jack dia mabuk berat dan sekarang dia terbaring lemah" ucap Ailda.


"Apa" serempak.


**


Di sebuah ruangan yang bernuansa putih dan bau obat obatan menyeruak di ruangan itu, Jack di rawat di sana karena saat Ailda sudah memberi taukan hal itu tuan David langsung sigap membawa Jack ke rumah sakit.


Dokter mulai memeriksanya di dalam sana sedangkan Ailda, Elive dan tuan David beserta anak buah yang lain menunggu di luar ruangan itu.


"Bagaimana ini Dad, besok acara pernikahannya" ucap Elive cemas dan bingung.


"Kita tunggu saja Dokter memeriksanya" ucap tuan David menenangkan istrinya.


"Alice kenapa kau tak memberi tau aku lebih awal" tanya tuan David.


"Maaf Dad tapi tadinya aku hanya ingin melindungi harga diri Jack aku tak mau Jack di bicarakan orang lain karena mabuk berat tapi kejadiannya jadi begini" ucap Ailda meneteskan air matanya.


"Sudahlah kau jangan nangis" ucap tuan David tak tega melihat Ailda menangis.


Tak lama setelah itu Dokter keluar.


"Tuan apa kalian keluarga pasien" tanya Dokter.


"Ya dia putra saya".


"Sering Dok tapi hanya setengah botol saja".


"Apa anda tau berapa banyak dia minum" tanya Dokter.


"Aku melihat hampir 5 botol Dok" jawab Ailda.


"Berarti benar dugaan saya tuan pasien memang mengalami over dosis karena dia sering kejang kejang".


" lalu bagaimana kondisinya sekarang" tanya Tuan David.


"Dia masih belum sadarkan diri" jawab Dokter.


"Bagai mana ini Dad" tanya Elive bingung padahal acara pernikahannya akan di langsungkan besok tapi Jack malah terbaring lemah di rumah sakit.


"Kita akan pergi ke kediaman Daddynya Claudia, karena mereka harus tau kabar ini" ucap tuan David.


"Ayo Dad kita kesana sekarang" ucap Elive.


"Alice kau tunggu Jack di sini kami akan segera kembali" ucap Elive pada Ailda.


"Baik Mom kalian hati hati lah di jalan" ucap Ailda.

__ADS_1


Mereka semua pergi dan di sana hanya ada Ailda dan Dokter tadi.


"Dok apa boleh saya melihat kondisi Jack" tanya Ailda.


"Boleh silahkan masuk Nona".


Ailda masuk kedalam ruangan Jack Ailda melihat Jack berbaring lemah di ranjang, sudut bibi Jack sedikit membiru wajahnya pucat Ailda tak bisa membayangkan betapa kesakitannya Jack sekarang.


Bahkan kata Dokter Jack selalu mengalami kejang kejang,


" tuhan selamatkan Jack, apa lagi besok acara pernikahannya" gumam Ailda.


Ailda memegang tangan Jack yang sangat dingin itu, di tangannya banyak sekali luka karena pecahan kaca.


"Ya ampun masih ada serpihan kaca di dalam tangan Jack" gumam Ailda kemudian mengeluarkan serpihan kecil itu dari tangan Jack.


Saat serpihan kaca keluar semua luka di tangannya mengeluarkan darah dengan sigap ailda langsung menutup tangan Jack dengan bajunya sendiri, tak perduli kalau bajunya akan penuh dengan darah.


Air mata Ailda tak henti hentinya keluar membayangkan bagaimana lukanya Jack saat akan menikah dengan orang yang bahkan Jack tak suka.


"cepat sadar Jack aku tak bisa melihat mu seperti ini" gumam Ailda sambil mencium punggung tangan Jack yang berdarah itu.


Sedangkan tuan David dan Elive sekarang sudah berada di kediaman Daddy nya Claudia bahkan di rumah itu banyak sekali orang yang membantu mendekor rumah Claudia.


Semua mata melihat pada tuan David karena bingung kenapa sang besan datang padahal acara pernikahannya besok.


"tuan selamat datang" ucap Daddynya Claudi menyambut hormat pada Tuan David.


Tuan David dan istrinya duduk di sofa rumah itu keadaan di sana sekarang menjadi tegang apa lagi tatapan Daddy nya Claudia sangat menakutkan.


"ada apa kalian datang kemari apa semua baik baik saja" tanya Daddy nya Claudia.


"maafkan saya tuan, mungkin pernikahannya akan tertunda" ucap tuan David.


"apa" pekik Daddy nya Claudia.


"saat ini Jack sedang di rawat di rumah sakit dia over dosis, maafkan aku karena tak bisa menjaganya" ucap tuan David.


Prakk..


Dari arah dapur Claudia memecahkan gelas yang ada di tangannya.


"apa tak mungkin Jack Over Dosis" ucap Claudia.


"maafkan kami Clau" ucap Elive.


"tapi bagaimana keadaannya" tanya Claudia.


"dia masih belum sadarkan diri" ucap Elive.

__ADS_1


"dad kita harus ke rumah sakit" pinta Claudia pada Daddynya.


__ADS_2