
Hari demi hari berada di penginapan itu membuat Ailda dan Rio semakin dekat saja bahkan tuan David pun mulai suka pada Rio bukan karena dia adalah anak dari temannya tapi karena kerja keras yang Rio sedang lakoni sekarang.
Hari ini seminggu sudah tuan David dan yang lainnya berada di sini sekarang mereka akan pulang ke pusat kota karena pekerjaan tuan David pun sudah di pastikan sangat banyak karena dia cuti hampir seminggu lebih.
Sedangkan Jack dia tiada henti hentinya marah dan cemburu karena melihat Ailda yang selalu dekat dengan Rio padahal Jack berharap kalau Ailda akan dekat dengannya tapi di saat Jack akan bicara dengan Ailda tiba tiba datang Claudia yang akan menganggunya.
Bahkan Claudia pun selalu saja beralasan supaya Ailda dan Jack tak bisa bicara berdua walau pun Claudia tak bisa pastikan setelah pulang dia akan sanggup melakukannya.
"Sayang sekali, kita harus pulang sekarang" ucap Elive yang sekarang sudah berada di parkiran dengan semua orang.
"Ya Mom padahal seneng ya tinggal di sini, udaranya bagus bahkan tak tercampur polusi di sini" sahut Claudia.
"Tapi mau bagaimana lagi kita harus pulang karena kalian kan harus kerja".
"Ya Mom tapi nanti kalau bisa cuti kita akan kesini lagi" ucap Tuan David.
"Yeayy Mom tunggu waktu itu Dad" ucap Elive senang.
"Alice kenapa melamun, kamu masih mau di sini" tanya Elive yang sejak tadi hanya diam saja.
"Tidak Mom aku hanya merasa sedikit kurang enak badan" ucap Ailda.
"Baiklah cepat masuk mobil kita akan segera pulang".
Ailda masuk ke mobil tuan David sedangkan Nenek dan pelayannya ikut ke mobil Jack, jujur saja Ailda selama seminggu ini dia sangat menjaga jarak dengan Jack apa lagi Ailda tau kalau Claudia tak menyukainya terbukti dari perlakuan yang hampir membahayakan nyawanya hanya karena cemburu melihat Ailda dan Jack.
" syukurlah aku harap Jack akan sadar dan menjauh dari ku" batin Ailda.
__ADS_1
Mobil keduanya berangkat dari sana karena Rio tak ada jadi mereka tak berpamitan dahulu dengan Rio, mereka menempuh jarak sekitar 2 jam perjalanan untuk sampai di pusat kota itu pun karena jalanan tak macet kalau macet dan sangat padat mungkin akan lama mereka sampai.
Akhirnya mereka sampai di rumah kediaman tuan David tetapi Jack tak langsung pulang ke rumah dia mengantar dulu Claudia sampai rumahnya, itu pun masih ada Nenek Mathilda dan pelayan di dalam mobilnya.
"Bye Jack, I love you" ucap Claudia sambil turun dari mobil dan menuju bagasi mobil untuk mengambil kopernya.
Jack hanya tersenyum saja pasa Claudia yang bicara seperti itu padanya.
Jujur saja malas bagi Jack untuk bicara basa basi dengan Claudia apa lagi Claudia sekarang ber beda dengan Claudia yang dulu.
Jack mengendarai mobilnya menuju rumah tuan David hal yang paling utama yang akan dia lakukan adalah menemui Ailda dan bicarakan masalah ini semua pada Ailda dan Jack berharap ada titik terang diantara mereka.
Saat mobil sudah terparkir di halaman rumah tuan David, Jack langsung keluar dan tak memperdulikan kalau di dalam mobilnya itu masih ada Nenek Mathilda dan pelayannya.
Jack langsung berjalan masuk kedalam rumah tuan David dan terlihat di sana kalau di ruang tengah hanya ada tuan David dan Elive sedangkan Ailda tak ada.
"Ada di kamarnya, memangnya ada apa Jack" tanya Elive.
"Aku hanya ingin bertemu saja Mom ada hal yang akan aku bicarakan padanya".
" oh ya Jack maaf karena ini sangat mendadak, bagaimana kalau pertemuan dengan Klien penting kita, kita majukan saja jadi malam ini supaya kita cepat bekerja sama juga dengannya" ucap tuan David.
"Baik Dad aku akan atur semuanya" ucap Jack.
"Maaf ya seharusnya sekarang kau istirahat tapi malah kerja lembur".
" tak masalah Dad".
__ADS_1
Jack pun pergi ke kamar Ailda karena akan bicara sesuatu.
Sedangkan Elive dan tuan David masih berada di ruang tengah karena sedang membuka barang belanjaan yang sudah Elive beli.
"Dad bagaimana kalau besok kita ke rumah Claudia" ucap Elive.
"Tapi Mom apa tak terlalu cepat" tanya Tuan David.
"Kok gitu, bukannya lebih cepat lebih baik ya Dad".
" ya Mom tapi ini pernikahan kita gak ada hak untuk menentukan hanya Jack saja yang bisa menentukannya".
"Oh ayo lah Dad, kita kan bisa suruh mereka tunangan dulu untuk mengenal satu sama lain, dan nanti kalau mereka sudah merasa saling kenal dan dekat mereka akan kita nikahkan" ucap Elive.
"Ya deh terserah mom saja" ucap tuan David mengalah karena tak ada gunanya juga bicara karena istrinya itu sangat banyak alasan untuk hal ini.
Sedangkan Jack yang berada di kamar Ailda, tak ada obrolan di antara mereka karena Jack hanya diam saja mematung sambil menatap Ailda.
Karena geram tak ada pembicaraan Ailda bangkit dari duduknya.
"Ada apa kesini, pergilah Jack" ucap Ailda.
"Aku akan menikah" ucap Jack ketus dan datar.
"Ya bagus dong lalu kenapa bicara begitu" tanya ailda.
"aku ingin saat aku menikah nanti kau juga akan cepat menikah, aku sudah memutuskan kalau kita tidak akan pernah berhubungan lagi ingat mulai detik ini panggil aku kakak".
__ADS_1
" tapi".