
Jack masuk kedalam ruangan tuan David dan akan membicarakan tentang pencarian Nona Alice yang sudah hampir sebulan ini menghilang.
"Tuan bagaimana kabar terbarunya" tanya Jack pada tuan David yang sedang menatap layar laptopnya.
"Jack, belum ada kabar tentang Alice anak buahku bahkan sudah mencarinya sampai ke pelosok desa" ucap tuan David sambil menarik nafasnya berat.
"Apa aku harus mencarinya lagi tuan" tanya Jack.
"Tidak Jack keluarga tuan Vincen sudah menyegerakan untuk melangsungkan perjodohan ini, tetapi aku belum bisa menemukan Alice" ucap tuan David lemah.
"Apa aku harus menikahkan Ailda dengan Samoel" ucap tuan David.
Jack terkejut bukan main dia sangat menolak rencana tuan David ini.
"Tidak tuan, Nona Ailda pasti tak akan setuju" ucap Jack menolak.
"Tetapi aku harus apa Jack di sisi lain aku terbantu dengan adanya Ailda dan neneknya yang bisa membuat Eliv menjadi sembuh, tetapi di sisi lain aku tak mau melibatkan Ailda pada urusan keluargaku Jack" ucap tuan David.
"Tuan jangan merasa bersalah begitu, kita akan membalas budi pada Ailda dan neneknya" ucap Jack mencoba menenangkan tuan David.
"Jack aku sudah berencana akan memanggil Dokter pribadi Eliv untuk memeriksanya dan memastikan kalau Eliv memang sudah sembuh total" ucap tuan David.
"Ide yang bagus tuan, kapan kau akan memanggilnya" tanya Jack antusias.
"Sekarang juga kalau memang Dokter itu bisa" ucap tuan David.
"Baiklah tuan aku akan menjemputnya" ucap Jack.
"Tidak Jack aku sudah meminta anak buahku yang lain untuk menjemput Dokter pribadinya Eliv kau pergi saja ke kamar Ailda dan beritau dia tentang perjodohan ini" ucap tuan David.
"Sebentar lagi aku akan kesana" sambung tuan David.
Jack hanya mengangguk patuh dia berpamitan untuk pergi ke kamar Ailda dan akan memberi tau berita ini.
"Nona apa aku boleh masuk" tanya Jack yang sudah berada di ambang pintu kamar Alice yang di tempati Ailda.
Ailda membukakan pintunya dengan sedikit malas, dia sangat tak suka pada Jack apa lagi sikapnya yang cukup mesum membuat Ailda semakin membencinya.
Dengan mata yang sembab akibat menangis, Ailda membuka pintu.
"Ada apa" tanya Ailda mencoba menetralkan ekspresinya.
Jack terkejut melihat wajah Ailda yang merah karena habis menangis, apa ini karena ulahku? Tanya Jack dalam hatinya.
"Nona tujuanku kesini aku akan membicarakan hal penting denganmu" ucap Jack.
"Bisakah kita bicarakan di luar saja" ucap Ailda.
"Tidak, aku takut ada orang yang mendengar ini pribadi Nona" ucap Jack lagi.
"Baiklah masuk kedalam, tapi ingat jangan berbuat macam macam padaku" peringatan Ailda.
"Iya Nona" ucap Jack malas.
__ADS_1
Mereka berdua duduk di pinggir ranjang, kebetulan di kamar itu tak ada sofa karena sedang di bersihkan jadi terpaksa Jack harus duduk di ranjang.
"Apa" tanya Ailda.
Jack turun ke lantai dia berada di bawah kaki Ailda, Ailda merasa risih dengan sikap Jack yang seperti itu.
"Mau apa kau tuan" tanya Ailda.
Jack mengangkat kaki Ailda dan menapakan kaki Ailda ke pahanya, Jack akan mengobati luka Ailda yang di sebabkan oleh sepatu yang di pakai Ailda semalam.
Jack mengoleskan salep pada luka Ailda dan membuat Ailda terharu karena baru kali ini ada lelaki yang mau mengobati kakinya yang tak mulus.
"Sakit" tanya Jack.
Ailda menggeleng.
"Sudah, lain kali kau tak boleh memaksakan memakai sepatu yang sudah sempit" ucap Jack.
"Terima kasih" ucap Ailda.
Jack merasa terharu dia baru kali ini mendapat ucapan terima kasih setelah dia membantu orang lain.
Jack langsung menepis pikiran itu dia tak ingin Ailda tau kalau dirinya sangat suka pada Ailda.
"Baiklah aku akan membicarakan sesuatu padamu" ucap Jack yang langsung duduk di samping Ailda.
"Apa" tanya Ailda.
"Jadi begini Nona, pihak tuan Vincen sudah menginginkan kau segera menikah dengan Sam, mereka sangat antusias pada pernikahan ini, apa kau setuju" tanya Jack serius.
"Jangan pikirkan itu Nona, biar aku yang bertanggung jawab nantinya" ucap Jack mencoba meyakinkan Ailda.
"Tuan aku takut" ucap Ailda sambil memegang tangan Jack dan wajahnya menggambarkan rasa ketakutan.
"Tenang Nona aku yang akan bertanggung jawab" ucap Jack.
"Baiklah aku siap" ucap Ailda sambil menghembuskan nafasnya berat.
"Aku akan ada di sampingmu Nona" ucap Jack menenangkan.
"Baiklah aku akan mengajakmu ke cafe yang makanannya sangat Enak enak, aku juga sudah ijin pada tuan David" ucap Jack.
"Baiklah ayo" ucap Ailda.
-
Mereka berdua sudah berada di cafe yang cukup besar di kota itu.
Mata Ailda tak henti hentinya mengagumi keindahan cafe itu karena bagi Ailda, dia baru kali ini melihat indahnya tempat makan seperti ini.
"Kau suka" tanya Jack.
Ailda mengangguk senang bibirnya tak henti hentinya tersenyum mengekspresikan wajahnya yang sedang bahagia.
__ADS_1
"Mau pesan apa" tanya Jack pada Ailda.
"Apa saja terserah tuan" ucap Ailda tak mengerti tentang nama makanan yang ada di menu.
"Nona saya pesan ini dua sama minuman ini dua" ucap Jack pada pelayan cafe dengan menunjuk makanan pada menu.
Ailda dan Jack duduk dimeja paling pojok karena cafe itu cukup ramai jadi tak ada meja kosong di dekat jendela hanya ada di pojok.
Setelah lama menunggu akhirnya pesanan Jack pun datang, mereka memakan makanan itu dengan antusias.
"Honeyyy..." teriak seseorang pada Jack.
Semua orang yang ada di cafe itu menatap heran pada wanita yang berteriak itu.
Wanita itu mendekat kearah Jack yang sedang makan dengan Ailda, Jack yang melihat itu langsung terkejut karena melihat sosok Sisi mantan pacarnya yang sangat bar bar.
"Honey.. Kau disini" ucap Sisi sambil bergelayut manja di lengan Jack.
Ailda melongo menatap wanita itu, dia tak merasa malu kalau harus memeluk seorang lelaki di hadapan orang lain.
Jack melihat ke sekitar, semua orang menatapnya dengan tatapan aneh.
Jack melepaskan tangan Sisi dari tangannya Jack merasa risih pada kehadiran Sisi disana.
"Honey aku rindu" ucap Sisi manja.
Jack tak menghiraukannya, dia hanya menatap wajah Ailda yang kesal karena malu di lihat orang lain.
"Mau apa kau disini" ucap Jack ketus.
"Kita kan jodoh jadi kemana pun kita pasti akan bersama" ucap Sisi manja.
"Pergilah kita sudah tak ada hubungan" ketus Jack.
"Honey aku kan hanya mencintaimu" ucap Sisi sambil menangis sesegukan.
Mata Sisi melihat tanda merah yang ada di leher Jack yang sangat banyak.
Sisi lalu membuka Jaket yang Jack pakai sehingga menampakan tanda merah itu dengan jelas.
"Honey siapa yang sudah melakukan ini padamu" ucap Sisi sambil memegang lehet Jack.
"Kau mencekikku Sisi" ucap Jack.
"Siapa yang melakukan itu hah" ucap Sisi dengan nada tinggi.
"Aku yang melakukannya" sahut Ailda dengan malas.
"Apa kau yang melakukannya" ucap Sisi marah.
Sisi mendekat kearah Ailda yang masih duduk, Sisi menarik rambut Ailda sehingga membuat Ailda kesakitan karena Sisi menariknya dengan kuat.
bersambung...
__ADS_1
salam manis Nurleni..