
Di hotel tempat Sam dan Ailda sekarang berada.
Dengan menunggu lama akhirnya Sam sadar juga dari pingsannya, dengan cepat Ailda langsung membantu Sam untuk bangun dan duduk dia atas ranjang.
"Sedang apa kau disini" tanya Sam terkejut melihat Ailda ada di sampingnya.
"Sam apa kau luka kalau kita sudah .. " ucapan Ailda terpotong berharap Sam mengerti tentang apa yang di bicarakan Ailda.
"Apa dia tau kalau aku menjebaknya" batin Ailda.
"Maaf kepala ku pusing aku tak bisa mengingat kejadian tadi" ucap Sam memegang kepalanya.
"Tak apa, oh ya Sam kita harus pulang sekarang lihat sudah pukul empat sore aku takut Priska marah karena kau pergi bersamaku" ucap Ailda.
"Baiklah, tapi dimana celanaku" tanya Sam.
"Aku gak tau tadi kau melemparnya dengan asal" ucap Ailda berbohong.
Sam mencari celananya yang jatuh di bawah ranjang, Sam percaya pada ucapan Ailda karena memang dirinya merasa badannya lebih lega dan terasa enakkan.
Padahal itu karena efek obat yang di berikan oleh Jack.
"Baiklah ayo kita pulang, aku sudah pesan taksi" ucap Ailda.
"Alice tunggu".
" ada apa Sam".
"Aku akan bertanggung jawab jika kau memang benar Hamil walau pun itu bukan anak aku" ucap Sam.
"Iya" ucap Ailda mengiyakan ucapan Sam yang melantur itu.
Mereka naik kedalam taksi yang sudah Ailda pesan dalam perjalanan Ailda merasa sangat takut apa lagi Priska tak akan segan segan menyakitinya di depan Sam nantinya.
"Kau kenapa Alice" tanya Sam.
"Sam aku takut Priska marah".
" tak akan, aku akan bilang kalau kau hanya menemaniku jalan jalan" ucap Sam.
"Benarkah dia tak akan marah" tanya Ailda.
"Benar".
Sesampainya di halaman rumah Ailda dan Sam turun dari taksi, dan benar saja mereka di sambut oleh amarah Priska yang sudah menunggu mereka di teras depan rumahnya.
Sam memegang tangan Ailda berharap Ailda tak merasa takut karena di tatap tajam oleh Priska, tapi Sam yakin kalau Priska tak akan melakukan apa apa pada Ailda.
Priska melangkah mendekati Ailda yang berdiri di samping Sam.
Plakk..
Bughhh..
Priska menampar Ailda namun bukan itu saja Priska juga mendorong Ailda sehingga membuat Ailda terjatuh ke tanah, Ailda meringis kesakitan karena siku nya terkena batu krikil.
"Priska kamu kenapa" sentak Sam.
__ADS_1
"Sam kau sudah di cuci otak oleh wanita ini, ingat Sam wanita ini yang menghancurkan perusahaanmu" ucap Priska.
"Diam" bentak Sam.
Sam membantu Ailda untuk berdiri, namun Priska merasa semakin marah dengan perlakuan Sam pada Ailda yang menurutnya sangat perhatian padahal waktu Ailda masuk rumah ini dia di perlakukan tak baik oleh Sam.
"Sam lepaskan dia" bentak Priska sambil melepaskan tangan Sam yang memegang tubuh Ailda.
Priska menarik tangan Ailda untuk masuk ke dalam rumah, niat Priska membawa Ailda masuk rumah karena dia ingin membuktikan pada Sara ibunya Sam kalau Ailda itu wanita tak baik karena sudah membuat Sam berubah.
Bughh..
Priska mendorong lagi Ailda sehingga membuat Ailda terjatuh ke lantai untuk yang kedua kali nya.
"Dengar pel*kor kau tak pantas dengan Sam, kau wanita mur*han dasar penjilat" umpatan demi umpatan di keluarkan dari mulut Priska dan itu pun Priska lakukan di depan mertuanya dan Nick.
Sara merasa marah karena Priska sudah keterlaluan dengan Ailda.
Plakkk..
Sara menampar Priska sehingga membuat Priska memegang Pipinya yang sakit.
"Kau gila hah, apa salah Alice padamu?" tanya Sara marah.
"Mom kau menamparku? Dan kau bertanya padaku apa salah Alice padaku" bentak Priska pada mertuanya.
"Priska pelankan suaramu kau lupa kau sedang bicara dengan siapa" sahut Sam yang hanya diam saja.
"Diam Sam, kau sama saja, Mom apa kau tak paham kalau Alice itu sudah membuat Sam berubah lihat dia Mom, sekarang Sam membela Alice dan dengan mudahnya Sam melupakan dendam itu" ucap Priska.
"Aku yang menyuruhnya" ucap Sara.
"kau yang sudah keterlaluan Priska, seharusnya kau bersyukur aku sudah mengijinkan kamu tinggal di rumah ini" ucap Sara.
"Untung saja Sam yang membujukku, kalau tidak aku tak akan mengijinkan pernikahan kalian terjadi, aku tak suka padamu Priska gadis bar bar yang tak jelas asal usulnya" ucap Sara lagi.
Priska hanya menatap nanar pada Sara karena tak menyangka kalau rencana yang dia buat untuk menghancurkan Ailda malah menjadi boomerang untuk dirinya sendiri.
Sara membantu membangunkan Ailda yang mungkin saja sekarang kakinya terkilir karena sedari tadi Ailda tak bisa berdiri.
"Alice bangunlah, duduk di sana nak" ucap Sara membawa Ailda untuk duduk di Sofa.
Tangan Priska terkepal kuat karena merasa semakin marah pada Ailda karena mertuanya itu lebih memilih Ailda dari pada dirinya sendiri yang sudah jelas kalau Priska itu di nikahi Sam karena atas dasar cinta.
Tapi Ailda dia wanita murahan yang hidup dari keluarga yang sudah menghancurkan perusahaan Sam, pikir Priska.
Priska meninggalkan semua orang dan memilih pergi ke dalam kamarnya, dia ingin sekali menangis dan marah karena semua orang lebih menyayangi Ailda dari pada dirinya.
Sedangkan Sam yang sedari tadi hanya diam saja, dia hendak menyusul Priska ke dalam kamarnya.
"Sam lebih baik kau pergi saja dari sini dan bawa wanita itu bersamamu aku tak mau melihatnya lagi" ucap Sara.
"Mom apa yang kau katakan" tanya Sam.
"Kau akan menyusul wanita itu hah?, Sam apa kau tau aku sudah bersabar dengan sikap dia tapi untuk yang sekarang aku tak bisa terima" ucap Sara.
"Mom dia juga istriku".
__ADS_1
" terserah aku gak peduli silahkan temui saja dia".
"Nick tolong bawa Alice kedalam kamarnya, kita akan obati dia" ucap Sara pada Nick.
Sedangkan Sam hanya terduduk di sofa dan mengacak rambutnya frustasi.
"Kenapa jadi begini, aku harus bagaimana" gumam Sam.
Di kamar Ailda, Sara mengobati Ailda yang sikunya terluka.
"Maafkan Priska yang Alice, kelakuannya memang begitu" ucap Sara.
"Tidak apa Mom" ucap Ailda.
"Nick tolong pijatin kaki Alice mungkin keseleo" titah Sara pada Nick.
Nick memijat lembut kaki Ailda.
"Jangan Nick aku tak apa apa" ucap Ailda menolak.
"Tapi kaki kamu pasti sakit" ucap Sara.
"Tidak mom aku tak apa".
-
Malam harinya Priska tak keluar juga dari kamarnya bahkan Sam juga tidak di ijinkan untuk masuk karena kamarnya di kunci dari dalam kamar.
Priska mengambil ponselnya yang sejak tadi berada di sampingnya, dia hendak menghubungi seseorang dan menceritakan semua kejadian yang dia alami padanya.
📞📞📞
"Sampai kapan Zi kamu menempatkan aku di situasi seperti ini" ucap Priska setelah sambungan telponnya tersambung.
"Tenang Pris kau baru saja beberapa Bulan bahkan kita juga belum mendapatkan apa apa" ucap Seseorang di sebrang sana.
"Tapi Zian aku sudah tak tahan lagi harus tinggal di sini".
"Tenang Pris setelah kita dapatkan sesuatu, aku janji akan membawamu ke luar negri".
"Beneran kan gak bohong".
"Gak tapi kamu sabar dulu ya, aku juga di sini sedang cari cara".
"Tapi untuk apa Zi bukannya kau adalah orang kaya kenapa kau malah mengharapkan harta dari mereka".
" aku ingin mereka hancur Pris".
"Ya dan kau melibatkan aku Zi".
"Aku hanya minta kamu melakukan ini bukan menyuruhmu membunuh orang kan".
" ck".
"Aku sedang sibuk, nanti aku telpon lagi".
Sambungan telpon pun terputus sepihak dan membuat Priska semakin kesal di buatnya.
__ADS_1
📞📞📞..