Pengganti Putri Yang Hilang

Pengganti Putri Yang Hilang
bab 36


__ADS_3

Ailda kembali ke dalam rumah tuan David, kali ini dia harus bertanya pada tuan David tentang masalahnya dengan keluarga Sam karena yang sekarang Ailda pikirkan adalah tuan David pernah punya masalah dengan keluarga Vincent.


"Suami mu sudah berangkat Alice" tanya Elive.


"Sudah Mom, aku mau ke kamar dulu Mom" ucap Ailda yang langsung pergi menuju kamarnya karena di sana juga Ailda akan merasa cemburu kalau Claudia belum pulang dari sana.


"Oh ya Jack bagaimana pertemuan kita dengan klien yang baru itu, kapan mereka minta kita ketemu" tanya tuan David.


"Belum tau tuan, klien itu belum memberi kabar tapi nanti saya akan tanyakan lagi".


" ya aku harap mereka tak mendadak mengabari karena jadwal kerja kita mulai padat sekarang".


"Ya tuan, bahkan pembangunan di kota pun sudah akan mulai".


" gerakkan anak buah mu untuk menghandle pembangunan itu".


"Baik saya akan hubungi mereka supaya mereka sesegera mungkin untuk berangkat kesana" ucap Jack.


"Ck ayolah kalian ini bagaimana kita di sini itu sedang bicara masalah keluarga kalian malah bicara tentang bisnis" ucap Elive.


"Ayolah Mom, pekerjaan Daddy sekarang sangat banyak kalau Daddy telat sedikit saja kita akan rugi Mom".


" Yes Dad aku percaya tapi ingat jaga kesehatan juga, jangan sampai karena cape kerja kalian jadi sakit".


"Ya Mom" ucap Jack.


Tak lama setelah itu Ailda kembali lagi ke ruang dimana semua anggota keluarga sedang berkumpul, karena mau bagaimana pun juga Ailda harus ikut gabung dengan mereka.


"Alice duduk di sini nak" ucap Elive.


"Ya Mom".


" Alice bagaimana rumah baru kamu apa kamu betah di sana" tanya Elive.


Ailda melirik ke arah Jack dan tuan David, terlihat kalau tuan David menganggukan kepalanya.


"Aku betah Mom, rumah Sam lumayan ramai jadi aku gak kesepian" jawab Ailda dengan senyuman.


"Ada siapa saja di rumah Sam" tanya Elive.


"Ada Priska, ada juga Nick Mom lalu ada pembantu 3 wanita dan satpam" ucap Ailda.

__ADS_1


"Siapa Priska" tanya Elive.


Ailda terkejut karena bingung apa yang akan dia jawab, padahal tadi juga Sam sudah memberi tau kalau Priska adalah sepupunya.


"Bagaimana ini aku harus jawab apa" batin Ailda.


"Priska sepupunya Sam Mom" ucap Ailda dengan terbata bata.


"Oh, kamu kenapa Alice kok seperti gugup begitu kamu sakit Honey" tanya Elive.


"Tidak Mom".


" Nyonya saya ijin ke kamar mandi" sahut Claudia yang sedari tadi hanya diam saja.


"Clau jangan begitu anggap saja ini rumah kamu sendiri apa lagi nantinya kau akan menikah dengan Jack kan jadi kamu akan menjadi menantu di rumah ini" ucap Elive.


"Ya Nyonya" ucap Claudia sambil pergi ke kamar mandi.


"Mom dimana Nenek" tanya Ailda.


"Nenek sedang istirahat di kamarnya Alice, sekarang dia sering kesakitan".


" apa sakit, boleh aku melihatnya".


" tidak usah Mom aku bisa sendiri".


"Kau sudah besar Alice, padahal dahulu saat kau masih kecil kau selalu saja meminta Mommy menemani kamu kalau mau bertemu Nenek, dan sekarang kau sudah berani sendirian" ucap Elive.


Bagai busur panah yang menghunus jantung, Tuan David merasa bersalah dan sedih karena istrinya itu masih saja ingat dengan masa kecil Alice, padahal sekarang putrinya itu sudah tak ada.


Air mata tuan David seakan mau menetes namun dengan cepat di tepisnya oleh tangan, sungguh tuan David tak bisa membayangkan betapa hancurnya hati istrinya jika tau kalau Alice sudah tiada dan yang sekarang sedang duduk bersama nya itu adalah orang lain.


Mungkin kah penyakit mental yang pernah di deritanya itu akan kembali lagi, mengingat dahulu Elive juga terkena penyakit mental karena mendapati anak keduanya Daniel Delmar kecelakaan sehingga menewaskan Daniel di tempat kejadian.


Bukan cuman itu saja tak lama setelah itu ibunya Elive juga meninggal karena shok mendengar kabar kecelakaan Daniel, sehingga membuat mental Elive semakin terpuruk.


Dan karena kedatangan Ailda dan Neneknya lah yang mampu membuat Elive sembuh tanpa oprasi dan tanpa obat obatan yang tak bereaksi pada tubuhnya apa lagi mentalnya.


"Baiklah Mom aku akan ke kamar Nenek dulu ya" ucap Ailda yang menyadarkan tuan David dari lamunannya.


"Ya Honey".

__ADS_1


"Alice sudah besar ya Dad sekarang dia sudah mandiri" ucap Elive pada tuan David yang membuat hati tuan David di rendung oleh rasa bersalah yang sangat besar.


"Ya Mom, dia sudah sangat dewasa sekarang bahkan dia berani sendirian tanpa bantuan kita" ucap tuan David.


Jack yang mendengar ucapan yang keluar dari mulut tuan David pun mulai paham kalau sekarang tuan David sedang merindukan Alice yang sekarang sudah berada jauh dari mereka.


-


Di kamar Nenek Mathilda, Ailda duduk di ranjang Neneknya itu entah kenapa dia sangat ingin membawa Neneknya pergi dari sana.


"Kamu kenapa Ail" tanya Nenek Mathilda.


"Nek apa Nenek gak takut kalau kita tinggal di sini terus" tanya Ailda.


"Maksud kamu apa".


" maksud aku apa Nenek gak mau pulang ke kampung halaman kita dan tinggal lagi di sana, Nek ini bukan tempat kita ini juga bukan orang orang kita, tempat kita itu di kampung".


"Ya Ailda, Nenek juga merasa begitu tapi mau bagaimana lagi kita kan berhutang budi pada tuan David apa lagi dia sudah membelikan obat Nenek yang harganya cukup mahal" ucap Nenek.


"Ya Nek aku tau, tapi aku cape Nek kalau harus begini terus bahkan aku juga takut seandainya Nyonya Elive tau kalau aku bukan putrinya bagaimana nantinya".


"Kita ikuti saja jalan ceritanya Ailda Nenek yakin tuan David tak akan membiarkan itu semua terjadi"


"Tapi Nek kita sudah terlanjur jauh menipu Nyonya Elive aku tak bisa bayangkan betapa dia akan membenci kita kalau dia tau yang sebenarnya".


" sudah kamu jangan pikirkan masalah itu, sekarang yang paling penting kamu harus segera punya anak biar Nenek punya Cicit".


"Nenek aku gak mau buru buru punya anak".


" kenapa kau sudah besar Ailda, apa lagi yang kamu pikirkan bahkan Sam juga laki laki mapan kaya".


"Nek bukan soal mapan dan kaya tapi Sam juga punya istri selain aku" ucap Ailda yang hanya dia utarakan di dalam hatinya karena tak mau membuat Neneknya itu khawatir kalau tau yang sebenarnya.


"Pokoknya aku belum siap" bantah Ailda.


"Ya baiklah Nenek tak akan maksa lagi".


" apa Nenek sudah minum obat" tanya Ailda.


"Sudah Ail ingatan Nenek masih jelas kamu gak perlu khawatir".

__ADS_1


" ya deh aku tak akan bertanya lagi".


__ADS_2