
Ailda berjalan kearah Mall yang terdekat disana, hari sudah mulai gelap tapi Ailda masih berada di jalan karena tak di ijinkan memakai mobil Ailda terpaksa harus jalan kaki.
Air mata Ailda terus saja mengalir tak hentinya karena mengingat bagaimana keluarga Sam memperlakukannya, Ailda masih tak menyangka kalau ternyata musuh tuan David adalah keluarga Vincen.
Ailda sampai di Mall itu tanpa lama lama lagi Ailda langsung membeli minuman yang di maksud oleh Priska tadi, Ailda hendak pulang lagi ke rumah Sam.
Tapi satu tangan menghentikan langkahnya.
Mata Ailda menatap lakilaki tinggi yang ada di hadapannya itu, senyum Ailda terpancar saat melihat lakilaki itu.
"Tuan Jack" gumam Ailda.
Ailda langsung memeluk Jack yang berada di hadapannya itu, Ailda merasa sangat nyaman berada di pelukan Jack seperti Ailda menemukan sosok yang akan membantu masalahnya.
"Nona Ailda kau sangat merindukanku" ucap Jack.
"Aku sangat merindukanmu Tuan Jack" ucap Ailda.
"Sedang apa kau di sini Nona, mana suamimu" tanya Jack.
Deg
Ailda merasa sakit saat Jack membicarakan Sam yang baru saja sudah menyiksanya, Ailda merasa ingin sekali menangis jika mengingat perlakuan kasar Sam padanya tadi.
Ailda melangkah pergi meninggalkan Jack yang masih berdiri mematung, Ailda merasa kalau orang orang tak mencintainya dengan tulus.
Jack merasa bingung pada sikap Ailda yang melamun dan sedih begitu berbeda dengan Ailda yang pagi hari sebelum dia sampai ke rumah Sam.
"Nona tunggu aku, Nona" panggil Jack.
Jack langsung menghentikan langkah Ailda.
"Tunggu Nona biar aku antar kau pulang" ucap Jack.
Jack melihat wajah Ailda dengan teliti ada bekas luka di sudut bibirnya dan pipinya pun terlihat sedikit membengkak, Jack terkejut melihat darah yang mengering di sudut bibir Ailda.
"Nona bibir kamu berdarah" tanya Jack khawatir.
"Kamu kenapa Nona ada yang mencelakaimu" tanya Jack semakin cemas.
__ADS_1
"Tidak aku hanya terjatuh saja tadi" ucap Ailda terbata bata.
"Jangan bohong Nona" ucap Jack.
"Yaudah kalau gak percaya, aku mau pulang dulu bilang sama Nenek aku bahagia disini dia gak usah khawatir" ucap Ailda berusaha baik baik saja.
Setelah bicara begitu Ailda langsung berlari pulang, sedangkan Jack yang merasa tak percaya pada ucapan Ailda hanya bertanya tanya di dalam hatinya.
"Aku tau belum luka yang ada di wajahmu Ailda, bukan satu dua kali aku memukuli orang lain" gumam Jack.
**
Di sisi lain Sam sudah pulang dari perusahaanya karena pekerjaannya sudah selesai jadi Sam pulang ingin memastikan kalau Ailda tak berani kabur.
Sam masuk kedalam rumah tapi hal yang ingin dia lihat pertama kali adalah Ailda, Sam langsung masuk ke kamar Ailda tapi sayangnya Ailda tak ada di dalam kamarnya.
"Alice" teriak Sam geram karena Ailda tak ada di dalam kamarnya.
Sam marah dan mencari cari keberadaan Priska yang dia suruh untuk menjaga Ailda.
"Priska..." teriak Sam menggema di ruang tamu.
"Ada apa Hubby malam begini teriak teriak bikin orang kaget aja" ucap Priska.
"Dimana Alice" bentak Sam pada Priska.
"Hubby tenang dong, Alice aku suruh beli minuman kok kamu jangan marah begitu dia juga pasti akan kembali" ucap Priska.
"Tenang? Mana bisa aku tenang Pris aku hanya menyuruhmu menjaga Alice tapi kamu malah suruh dia membeli minuman bagaimana kalau dia pergi Pris" geram Sam.
"Sam kenapa kamu marah begitu hah hanya karena Alice kamu jadi marah begitu padaku, apa jangan jangan kamu suka sama Alice" ucap Priska tak kalah geram dari Sam.
"Memang susah ya bicara dengan wanita agresif sepertimu" ucap Sam.
"Apa kamu bilang".
" dimana Alice" tanya Sam.
"Di Mall".
__ADS_1
Sam langsung pergi dari hadapan Priska dan akan mencari Ailda yang berada di luar sana hanya karena untuk membeli minuman.
"Apa otak Priska sudah tak berfungsi lagi ya, dia sama saja mengeluarkan burung dari sangkarnya" gumam Sam di dalam mobil.
Sam mencari Ailda di sepanjang perjalanan, dia melihat dengan teliti di kiri dan kanan jalanan siapa tau dia melihat Ailda yang sedang berjalan.
Benar saja mata Sam melihat Ailda yang sedang berjalan di trotoar jalanan, dia menjinjing keresek yang berisi minuman pesanan Priska.
Sam turun dari mobil dan langsung berlari mendekati Ailda, tanpa sadar Sam langsung memeluk Ailda yang sedang berdiri mematung di pinggir jalan.
Jack yang diam diam mengikuti Ailda, dia langsung merasa cemburu saat Ailda di peluk oleh Sam walau pun Sam sudah menjadi suami Ailda tapi Jack yakin kalau nantinya Ailda bisa menjadi miliknya walau pun kecil kemungkinannya untuk mendapatkan Ailda.
Jack kembali melajukan lagi mobilnya meninggalkan Ailda dan Sam yang sedang berpelukan di pinggir jalan trotoar.
"Kapan kebahagiaanku akan datang" gumam Jack walau pun hatinya merasa sedih.
Sedangkan Ailda yang sudah merasa nyaman di pelukan Sam langsung tersadar dan mendorong Sam agar tak lagi memeluknya.
"Lepaskan aku" ucap Ailda dengan air matanya yang terus saja mengalir.
"Kenapa kamu harus mau di suruh Priska? Kenapa kamu tak naik taksi saja Alice" tanya Sam khawatir.
"Jangan so peduli denganku Sam" ketus Ailda.
"Alice aku hanya.. Eughh sudahlah ayo masuk ke mobil" titah Sam.
Ailda masuk ke dalam mobil, dia tak mengeluarkan sepatah kata pun Ailda hanya menatap kosong kearah depan dia merasa sangat sakit hati atas perbuatan keluarga Vincen.
"Kenapa kamu mau di suruh oleh Priska" tanya Sam yang sudah mulai tenang dan menurunkan nada bicaranya.
"Aku tak mau keluargaku celaka karena aku tak menuruti perintah kalian" ucap Ailda datar.
Sam marah tapi bagaimana lagi dia tak bisa melarang lagi Ailda karena benar juga yang di katakan Ailda memang benar, entah kenapa hati Sam terasa sakit saat Ailda membicarakan keluarganya.
*bersambung..
terima kasih yang sudah mampir ke karya Author ya, jangan lupa like comen dan dukungannya ya..
salam manis Author*..
__ADS_1