
Plakk..
Priska menampar Ailda dengan kencang, Nicky yang melihat itu langsung menutup mulutnya karena tak menyangka kalau Priska akan nekad menampar Ailda.
Ailda memegang pipinya yang terasa sakit, Ailda menatap nanar wajah Priska ingin rasanya Ailda membalas perbuatan Priska tapi dia tak mau melayani parasit seperti Priska.
Nick memegang bahu Ailda untuk menguatkannya, Bahkan Nick pun merasa benci pada Priska yang sudah berani menampar Ailda hanya karena masalah sepele.
"Kau beraninya menampar Alice kakak ipar" ucap Nick marah.
"Sudah Nick aku tak apa" ucap Ailda yang tak mau masalah ini menjadi besar.
"Alice kau tak berhak di perlakukan begitu apa lagi yang melakukannya adalah wanita matre seperti Priska" ucap Nick membela Ailda.
"Wow Nick kau membela wanita murahan ini, apa kau tau hah? Kenapa sampai sekarang Sam belum menyentuhnya karena Alice adalah seorang pela*r" ucap Priska.
"Terserah apa katamu Pris" bantah Nick.
"Apa kau tau Nick, dulu Alice pernah di sentuh oleh anak buah Daddy Vincen untung saja dia masih hidup sekarang entah berapa penyakit yang bersarang pada ***********" ucap Priska sambil bergidik ngeri.
Ailda menangis mendengar itu, dia langsung berlari kedalam kamarnya hatinya sangat hancur apa lagi saat Ailda di hina wanita murahan oleh Priska.
"Kenapa aku harus terjerat dengan keluarga seperti ini" gumam Ailda.
Namun Ailda seperti merasa ada yang aneh dengan ucapan Priska tadi.
Ailda berfikir sejenak dia mencoba mencerna ucapan Priska yang membicarakan kalau Alice pernah di sentuh oleh anak buahnya Tuan Vincen.
"Tunggu, tadi yang di katakan oleh Priska adalah Alice pernah di sentuh oleh anak buahnya Daddy Vincen, jadi berarti tuan Vincen adalah dalang di balik meninggalnya Alice" gumam Ailda menerka nerka.
Ailda terduduk di lantai dia tak menyangka kalau tuan Vincen adalah pembunuh Alice, Ailda lemas memikirkan teganya keluarga ini membunuh anak semata wayang tuan David yang bahkan tak bersalah apa apa.
-
Sedangkan Nicky yang sedari tadi menunggu Ailda merasa cemas karena Ailda tak kunjung keluar dari kamarnya takutnya Ailda sedang menangis.
"Awas saja Priska aku akan balas perbuatanmu" gumam Nicky tersenyum licik.
Nicky menyiapkan minuman untuk dia bawa ke ruang tamu ada lima gelas minuman orange jus yang berada di atas nampan, Nick mengambil serbuk narkotika yang sudah di campur dengan obat perangsang.
Nicky menuangkan satu sendok serbuk itu dan tak lupa mengaduknya sehingga serbuk itu tak terlihat dan larut pada Orange Jus itu, Nicky membawanya ke ruang tamu.
__ADS_1
Dengan hati hati Nick menyimpan nampan itu di atas meja, Nicky memberikan minuman itu pada masing masing keluarganya.
"Ini Mommy, ini Daddy dan ini aku" ucap Nicky sambil menyodorkan gelas.
Ada dua gelas lagi disana karena keteledoran Nicky gelas itu jadi tertukar, gelas yang berisi serbuk itu Nick berikan pada Sam sedangkan gelas yang tadinya untuk Sam di berikan pada Priska.
"Tinggal tunggu saja beberapa menit lagi serbuk itu akan bereaksi" batin Nick merasa benar dan percaya diri.
Benar saja tak lama setelahnya Sam mulai gelisah dan merasa kegerahan padahal di ruangan itu AC nya juga dingin tapi tubuhnya merasa panas dan berkeringat.
"Sam kamu kenapa" tanya Sara yang melihat putranya sangat gelisah.
"Tidak Mom aku merasa gerah".
"Masa sih Hubby AC nya udah paling dingin kok" ucap Priska yang terlihat baik baik saja.
Nicky merasa aneh pada Sam karena tanda tanda orang yang memakai serbuk itu maka akan seperti itu, lalu Nick melihat Priska dia baik baik saja dan seperti tak merasakan apa apa.
"Ya ampun apa aku salah memberikan minuman" batin Nick.
"Pris aku merasa gatal tolong garuk" titah Sam.
"Mana yang gatal Hubby" tanya Priska.
"Kak sebaiknya kau ke kamar mandi saja, apa perlu kau mandi takutnya kau gatal karena ada yang menggigit" ucap Nick.
"Iya baiklah aku akan ke kamar mandi dulu" ucap Sam langsung pergi.
Namun Sam merasa darahnya berdesir dia sangat ingin melakukan hubungan suami istri sekarang, tanpa di sadari Sam berjalan ke kamar Ailda yang berada di dekat dapur yang tak terlalu jauh dari sana.
Ceklek
Sam membuka pintu kamar Ailda, sehingga terlihatlah Ailda yang sedang duduk di dekat jendela yang sedang memandangi pemandangan kota yang sangat ramai dengan kendaraan.
Sam mendekat kearah Ailda, Sam memeluk Ailda erat bahkan Sam hampir saja membuka kaos polos besar yang di gunakan oleh Ailda tapi Ailda dengan cepat menepisnya sehingga Ailda bisa berpindah tempat.
"Mau apa kau" tanya Ailda.
"Alice layani aku" gumam Sam.
Ailda terkejut dengan ucapan Sam barusan padahal Sam sangat jijik dengan Ailda lalu kenapa dia meminta Ailda melayaninya sekarang, jujur saja Ailda tak mau di sentuh oleh Sam apa lagi Sam lah penyebab meninggalnya Alice.
__ADS_1
Sedangkan Nick yang berada di ruang tamu langsung penasaran kemana Sam kenapa sampai sekarang belum keluar juga, Nick mencoba melihat ke kamar Ailda yang sekarang terbuka sedikit.
"Aku akan ke dapur dulu" ucap Nick pada kedua orang tuanya.
Nick berjalan kekamar Ailda karena Nick sangat percaya kalau Sam pasti kesana untuk meluapkan nafsunya pada Ailda tapi ini salah Sam sangat membenci Ailda.
Nicky membuka pintunya.
"Mati aku" gumam Nick saat melihat Sam yang tengah memeluk Ailda dan ada banyak robekan di baju Ailda pasti itu ulah Sam.
"Nick tolong aku" lirih Ailda yang tak bisa lagi memberontak.
Nick langsung mendorong Sam dari tubuh Ailda, karena ingin mencari perhatian dulu Nick memeluk Ailda dengan erat dan merasakan gunung dua Ailda menempel sempurna di dadanya.
"Kamu ganti baju ya aku akan bawa Sam ke kamarnya" ucap Nick pada Ailda.
Ailda mengangguk saja, Nick membawa Sam yang sedang di kendalikan oleh nafsu itu kekamarnya setelahnya Nick memanggil Priska untuk mengobati rasa Nafsu Sam yang sudah tak bisa di kendalikan lagi.
Nick menutup pintu kamar Sam saat Priska sudah berada di dalam kamarnya, saat Ini Ailda selamat sedangkan Priska yang harus menjadi korban karena ulah Nick.
"Seharusnya aku memberikan gelas itu ada Priska bukan pada Sam" gerutu Nick pada dirinya sendiri.
Nick kembali lagi ke kamar Ailda dia ingin memastikan kalau Ailda baik baik saja, pikiran Nick sekarang sedang di penuhi oleh bayangan saat benda milik Ailda menempel sempurna di dadanya.
"Aku suka itu" gumam Nick sambil tersenyum.
Nick langsung masuk kedalam kamar Ailda dan terlihat kalau Ailda sedang merapikan bajunya yang dia ganti barusan, Ailda menatap Nick dengan mata yang sembab karena menangis.
"Apa kamu tak apa apa Alice" tanya Nick.
"Aku tak apa untung saja kau datang terima kasih Nick" ucap Ailda.
"Ayo kita keluar menemui mommy dan Daddy".
" tunggu Nick, kenapa Sam tadi dia seperti tengah mabuk berat" tanya Ailda.
"Iya Alice Sam mabuk, biarkan saja dia".
" aku tak menyangka" ucap Ailda sambil mengikuti Nick menemui mertuanya.
Bersambung..
__ADS_1
***dasar Nicky mencari kesempatan dalam kesempitan bisa bisanya dia melakukan itu pada Ailda, awas ya Othor jitak tuh kepala.
Jangan lupa like comen dan votenya ya biar Author semangat nulisnya***..